IHSG Selama Sepekan Ambles 2,23 Persen, Bos BEI Beberkan Biang Keroknya

IHSG Selama Sepekan Ambles 2,23 Persen, Bos BEI Beberkan Biang Keroknya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung melemah pada periode 28 Oktober hingga 1 November 2024. Halaman all

(Kompas.com) 02/11/24 17:53 17369117

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung melemah pada periode 28 Oktober hingga 1 November 2024. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, selama sepekan IHSG melemah 2,46 persen ke 7.505,26.

Seiring dengan koreksi tersebut, kapitalisasi pasar saham nasional tergerus. Tercatat kapitalisasi pasar turun 2,23 persen menjadi Rp 12.601 triliun.

Indeks saham nasional yang bergerak bearish selaras dengan transaksi saham yang menurun. BEI melaporkan, rata-rata nilai transaksi harian bursa merosot 5,4 persen menjadi Rp 11,31 triliun.

SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa turun 7,61 persen menjadi 1,27 juta kali transaksi. Lalu, rata-rata volume transaksi harian bursa tercatat anjlok 21,39 persen menjadi 21,47 miliar lembar Triliun

Adapun investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp 114,90 miliar. Meskipun demikian, sepanjang 2024, investor asing masih mencatat beli bersih sebesar Rp 38,25 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, koreksi IHSG yang belakangan terjadi tidak hanya terjadi hanya karena ekspektasi investor ke pemerintah baru setelah pelantikan.

"Saya ingin sampaikan, indeks mencakup berbagai hal, tidak hanya domestik, tetapi juga global maupun kondisi perusahaan sendiri," kata dia dalam acara Capital Market Journalist Workshop, ditulis Jumat (1/11/2024).

Ia menambahkan, secara global terdapat beberapa sentimen yang dapat memengaruhi IHSG misalnya kondisi konflik di Timur Tengah yang belum usai. Di sisi lain, pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang mengerucut pada proyeksi kemenangan Donald Trump juga memengaruhi pergerakan bursa saham.

Sisi selanjutnya, ada kinerja fundamental pasar domestik yang memang tidak banyak berubah. Namun begitu, ada kecenderungan wait and see karena investor ingin melihat kinerja 100 hari pemerintahan di bawah kepemimpian Presiden RI Prabowo Subianto dan apa yang akan dilakukan Kabinet Merah Putih.

"Apalagi pemerintahan menargetkan gross domestic product (GDP) yang biasanya tumbuh 5 persen menjadi 8 persen. Jadi perlu ada gebrakan dari kabinet baru," imbuh dia.

#pasar-saham #ihsg-melemah #ihsg #saham

https://money.kompas.com/read/2024/11/02/175359426/ihsg-selama-sepekan-ambles-223-persen-bos-bei-beberkan-biang-keroknya