Mendorong Gairah Transaksi Bursa Karbon Halaman all
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, penting untuk melakukan evaluasi terhadap bursa karbon. Halaman all
(Kompas.com) 02/11/24 19:55 17376226
LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, penting untuk melakukan evaluasi terhadap bursa karbon.
Evaluasi ini dilakukan untuk mendukung target pengurangan emisi menuju net zero dan mempromosikan ekonomi berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, menuturkan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh terhadap ekosistem bursa karbon.
PIXABAY/GERD ALTMANN Ilustrasi bursa karbon, perdagangan karbon.Ia bilang, evaluasi ini tidak hanya akan fokus pada bursa karbon Indonesia, tetapi juga mencakup instrumen lain seperti pajak karbon dan ketentuan batas atas emisi.
Menurut dia, meskipun bursa karbon masih tergolong baru dan volume transaksinya belum besar, terdapat banyak potensi untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya.
“Diskusi dengan berbagai pihak akan dilakukan untuk menciptakan skema perdagangan karbon yang lebih baik," kata dia usai Capital Market Journalist Workshop, ditulis Sabtu (2/11/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan, sejak awal diluncurkan, transaksi di bursa karbon hampir mencapai 1 juta ton.
"Kalau kita bandingkan, apa yang kita lakukan ini perbedaannya hampir sama dengan kredit di Malaysia dan juga di Jepang," ujar dia.
Iman menjelaskan, transaksi bursa karbon di Malaysia dan Jepang masih lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia.
Sebagai gambaran, jumlah peserta bursa karbon Indonesia ada 81 partisipan dan pengguna jasa. Sedangkan di Malaysia partisipan dan pengguna jasanya hanya setengah dari Indonesia.
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Direktur Utama BEI Iman Rachman ketika ditemui di press room BEI, Kamis (17/10/2024).Sedangkan, di Jepang memang terdapat 300 partisipan dan pengguna jasa bursa karbon, tetapi transaksinya tidak lebih besar dari Indonesia.
"Jadi artinya kita bicara memang benar yang diharapkan adalah transaksi kita tumbuh besar, tetapi juga ternyata terjadi di bursa yang bersangkutan dengan kita juga tidak lebih baik," ujar dia.
Sebagai informasi, IDX Carbon mencatat kenaikan jumlah Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari 459.953 ton CO2e pada tahun pertama operasinya menjadi 613.894 ton CO2e pada tahun ini.
Selain itu, nilai transaksi juga tumbuh dari Rp 29,21 miliar menjadi Rp 37,06 miliar, dengan volume transaksi mencapai 420.029 ton CO2e yang telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengurangan emisi.
#bursa-efek-indonesia #bursa-karbon #transaksi-bursa-karbon #idx-carbon