Emiten Tambang Nikel IFSH Bukukan Penjualan Rp 709,30 Miliar di Kuartal III 2024 Halaman all
PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dan entitas anak, emiten bidang pertambangan bijih nikel secara konsolidasian membukukan penjualan neto Rp 709,30 miliar. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 02/11/24 13:19 17384401
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dan entitas anak, emiten bidang pertambangan bijih nikel secara konsolidasian membukukan penjualan neto Rp 709,30 miliar sepanjang periode Januari hingga September 2024.
Di periode yang sama tahun 2023, Ifishdeco mencatat penjualan neto sebesar Rp997,56 miliar.
Penjualan bersih Ifishdeco per September 2024 berasal dari penjualan nikel ke PT Sekawan Sejati Resources dan PT Bukit Andalan Sukses masing-masing sebesar Rp 369,99 miliar dan Rp 215,57 miliar, serta penjualan ke pihak ketiga sebesar Rp 123,73 miliar.
SHUTTERSTOCK/PARILOV Ilustrasi tambang, pertambangan.Dari penjualan neto tersebut, Ifishdeco membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 40,96 miliar, dengan laba bersih persaham sebesar Rp 21.
Di tengah pencapaian sepanjang periode Januari-September 2024, Ifishdeco optimistis permintaan nikel dunia terus meningkat hingga akhir tahun ini. Karena itu, perseroan menyatakan siap mengerek produksi bijih nikel pada 2025 dan 2026.
"Hal ini seiring dengan tingginya permintaan terhadap kendaraan listrik di dunia saat ini sekaligus menjadi opportunity bagi keberlangsungan usaha dalam jangka panjang," tulis perseroan dalam keterangannya, Sabtu (2/11/2024).
Prospek usaha Ifishdeco sangat menjanjikan. Ini terkait kebutuhan nikel masih sangat besar, apalagi dengan berkembangnya kendaraan listrik.
Oleh karena itu, Ifishdeco akan melakukan ekspansi. Rencana ekspansi ini selain ditunjang oleh prospek industri nikel di Tanah Air yang cerah, aksi ini juga seiring dengan permintaan produk nikel yang tetap tinggi.
Produksi bijih nikel Ifishdeco ditargetkan sebanyak 2,203 juta ton hingga akhir tahun 2024. Target produksi bijih nikel ini meningkat menjadi 2,247 juta ton pada 2025, dan ditargetkan tumbuh maksimal menjadi 2,292 juta ton pada tahun 2026 atau rerata tiap tahun sebanyak 2,2 juta per tahun dan 6,6 juta selama tiga tahun.