Mewujudkan Generasi Emas 2045, Pendidikan Karakter Harus Dimulai Sejak Usia Dini
Ketua DPP LDII Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Supriasto mengatakan, pendidikan karakter harus dimulai dari generasi penerus usia dini. - Halaman all
(InvestorID) 03/11/24 13:47 17408262
JAKARTA, investor.id - Ketua DPP LDII Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Supriasto mengatakan, pendidikan karakter harus dimulai dari generasi penerus usia dini untuk mewujudkan generasi emas 2045.
Dengan menerapkan pendidikan karakter sejak dini akan membuat anak terbiasa memiliki perilaku baik. Anak akan terbiasa melakukan perbuatan terpuji tanpa disuruh. Dengan begitu, ketika dewasa, mereka menjadi seseorang yang memiliki nilai positif secara sosial maupun agama.
“Pendidikan karakter dapat dimulai dari hal terkecil seperti membiasakan generasi penerus untuk merapikan sandal. Selain itu, pembiasaan kecil itu dapat menjadi kebiasaan baik yang menghasilkan perilaku dan karakter baik sebagai pelindung menghadapi perubahan global nanti,” kata Supriasto dalam acara Rapimwil LDII Jakarta yang digelar di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Sabtu (2/11/2024). Acara ini dihadiri 400 peserta dari DPD, PC, PAC se-Jakarta.
Tidak hanya itu, anak yang memperoleh pendidikan karakter memadai akan terlatih untuk menghadapi segala masalah kehidupan sesuai dengan nilai yang mereka mengerti dan pahami. Diakui atau tidak, masalah merupakan salah satu bagian dari hidup yang tidak bisa dihindari.
Dengan bekal pendidikan karakter yang kuat, anak mampu menghadapi semuanya secara positif dan menyebarkan nilai tersebut ke sekitar. Meskipun mungkin di masa depan mereka tidak bisa selalu mengatasinya, paling tidak anak bisa beradaptasi dengan setiap masalah yang ada berbekal karakter yang ditanamkan sejak dini.
Sedangkan terkait Pilkada Serentak, Supriasto menerangkan, LDII mengingatkan seluruh warganya untuk netral dan aktif, serta bijak menggunakan hak pilih. Hal itu sesuai dengan salah satu penerapan dari 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa yaitu wawasan kebangsaan.
"Pengabdian lainnya seperti bidang dakwah, bidang pendidikan, bidang ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan, lingkungan hidup, digital dan bidang penggunaan energi baru terbarukan," jelasnya.
Diketahui, Ketua DPW LDII Jakarta, H. Teddy Suratmadji membuka secara resmi Rapimwil beserta meluncurkan program Pendidikan Karakter berupa animasi video "29 Karakter Luhur" yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi generasi muda Jakarta.
Sementara itu, Pramono Anung mengatakan, berkiprah sebagai pekerja profesional, membutuhkan komitmen dan integritas menunjukkan budi pekerti orang tersebut.
“Perubahan UU No. 24 mengenai Jakarta yang bukan lagi ibukota negara, yakni kota besar yang perlu memiliki identitas,” ujar Pramono. Artinya integritas mendasar itu juga meliputi karakter Jakarta yang berbudaya dan global.
Karena itu Pramono juga menambahkan, hubungan LDII dan pemerintah harus terjalin dekat. LDII harus jadi partner strategis bagi pemerintah.
“Organisasi Islam jangan hanya dekat dengan Kesbangpol, tapi juga dengan pemerintah setempat. Harus jadi partner strategis untuk kegiatan dakwah, sehingga menjadi hal positif bagi warga Jakarta terutama,” ujarnya.
Para calon pemimpin Jakarta lainnya yang diwakili, Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil, Basri Baco, dan Kun Wardana juga ikut mengamini, bahwa kerja sama ulama dengan pemerintah menjadi salah satu wujud penerapan ‘29 Karakter Luhur’ dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip yang sudah inheren dengan kehidupan setiap orang.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pendidikan-karakter #sejak-dini #ldii #29-karakter-luhur #perilaku-baik #berita-ekonomi-terkini