Laba Bersih Allo Bank Turun Jadi Rp 302,59 Miliar, Ini Penyebabnya
Laba Allo Bank turun 10,69 persen menjadi Rp 302,59 miliar. Temukan penyebab dan dampaknya di sini! Halaman all
(Kompas.com) 04/11/24 19:43 17468517
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan laba bersih sebesar Rp 302,59 miliar hingga September 2024. Nilai ini turun 10,69 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 338,82 miliar.
Penurunan itu terjadi di tengah kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII). Bank digital terafiliasi CT Corp itu membukukan NII sebesar Rp 818,69 miliar, naik 8,18 persen secara tahunan.
Berdasarkan Laporan Keuangan BBHI dikutip Senin (4/11/2024), pendapatan bunga bersih tersebut merupakan hasil dari pendapatan dan beban bunga perusahaan yang tumbuh, masing-masing menjadi Rp 1,08 triliun dan Rp 262,64 miliar.
Selain itu, pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) Allo Bank juga masih meningkat.
Tercatat FBI perusahaan mencapai Rp 14,70 miliar, naik dari tahun lalu sebesar Rp 6,55 miliar. Namun demikian, Allo Bank tidak lagi membukukan keuntungan penjualan efek.
Pada tahun lalu, Allo Bank masih membukukan Rp 37,37 miliar dari keuntungan penjualan efek.
Selain itu, beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan perusahaan membengkak.
Tercatat, beban penyisihan cadangan kerugian perusahaan mencapai Rp 165,73 miliar, meningkat dari tahun lalu sebesar Rp 87,43 miliar.
Alhasil, pendapatan bersih operasional perusahaan susut menjadi Rp 392,54 miliar, dari Rp 437,87 miliar. Kemudian, laba sebelum pajak perusahaan susut menjadi Rp 392,18 miliar.
Dari sisi fungsi intermediasi, Allo Bank telah menyalurkan kredit sebesar Rp 7,34 triliun. Nilai ini naik 0,18 persen dari tahun lalu.
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perusahaan mencapai Rp 4,93 triliun. Nilai ini naik 0,76 persen secara tahunan.
#cadangan-kerugian #pendapatan-bunga #laba-allo-bank #penjualan-efek