Suhu di Atas 70 Derajat Celcius Berpotensi Terjadi Migrasi BPA ke Air Minum
Potensi terjadi migrasi BPA dari galon berbahan polikarbonat ke air minum hanya terjadi pada suhu di atas 70 derajat Celcius. - Halaman all
(InvestorID) 05/11/24 11:18 17503533
JAKARTA, investor.id – Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr Ngabila Salama menyampaikan bahwa potensi terjadi migrasi Bisphenol A (BPA) dari galon berbahan polikarbonat (PC) ke air minum hanya terjadi pada suhu di atas 70 derajat Celcius. Pernyataan ini merespons isu seputar migrasi BPA saat galon didistribusikan dengan truk terbuka, yang terpapar sinar matahari.
Dalam penjelasan lebih lanjut, dr. Ngabila mengatakan bahwa galon berbahan polikarbonat memiliki ketahanan suhu hingga 70 derajat Celcius sebelum zat kimia pembentuk plastik larut ke dalam air. Ini berarti, apabila suhu panas masih di bawah angka itu maka cemaran BPA tidak akan terjadi
“Pokoknya di atas 70 derajat baru bisa terjadi migrasi. Seperti air mendidih itu sudah pasti di atas 70 derajat, jadi kira-kira seperti itu. Artinya, kalau nggak mendidih, ya masih bisa dikonsumsi. Dan air minum dalam galon polikarbonat masih aman untuk dikonsumsi serta tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apapun,” ujarnya.
Kendati demikian, dr. Ngabila tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada. Pasalnya, tidak ada orang-orang yang tahu berapa banyak migrasi terjadi karena BPA tidak hanya ada di dalam galon.
BPA sendiri banyak ditemukan dalam barang sehari-hari atau produk non-makanan, seperti mainan, peralatan listrik, perangkat otomotif, peralatan makanan, perangkat medis, peralatan olahraga, kemasan makanan, disket, CD, kertas print dan lain-lain.
Hingga kini pemerintah belum menemukan migrasi BPA dari galon ke air minum. Namun, saat ini BPOM telah menetapkan ambang batas BPA sebesar 0,06 bpj.
“BPA aman, selama tidak bermigrasi ke manusia dalam jumlah tinggi melebihi ambang batas normal,” katanya.
Sementara itu, Dokter gizi klinis Karin Wiradarma M.Gizi, SpGK, mengungkapkan bahwa mengonsumsi air dari kemasan galon polikarbonat tidak akan berdampak negatif terhadap kesehatan.
“BPA kalau berdiri sendiri itu berbahaya, tapi kalau sudah dijadikan plastik itu aman karena sudah melalui serangkaian proses sehingga dia lebih stabil," tutur dr. Karin
Ia menambahkan, meminum air dari kemasan galon guna ulang masih sangat aman untuk dikonsumsi. Jikalau ada BPA yang masuk ke dalam tubuh maka 90%nya akan dinetralisir oleh hati dan diubah menjadi bahan tidak aktif, juga tidak berbahaya untuk selanjutnya dikeluarkan melalui urine atau feses.
“Nah sisa 10% yang aktif di badan itu masih dalam kadar dan ambang batas aman, menurut penelitian,” pungkasnya.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #suhu-di-atas-70-derajat-celcius #migrasi-bpa #air-minum #galon-polikarbonat #air-minum-dalam-kemasan-amdk #ambang-batas-bpa #berita-ekonomi-terkini