Jual Saham Vale Indonesia (INCO) Sekarang juga

Jual Saham Vale Indonesia (INCO) Sekarang juga

Rekomendasi untuk saham Vale Indonesia (INCO) dipangkas menjadi sell alias jual. Mengapa? Simak juga target harga saham INCO. - Halaman all

(InvestorID) 05/11/24 13:47 17511125

JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) secara operasional membukukan hasil positif pada kuartal III-2024, dimana produksi naik 8,6% qoq atau 0,3% yoy menjadi 18.008 ton. Volume penjualan juga tumbuh 1% qoq atau 3% yoy menjadi 17.749 ton.

“Hal itu didorong oleh peningkatan rata-rata kadar bijih nikel menjadi 1,79% (+4% qoq) berkat peningkatan produksi kalsin,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.

Namun, Vale Indonesia mencatatkan penurunan laba yang cukup besar pada kuartal III-2024, karena harga jual rata-rata (average selling price/ASP) anjlok 8,9% qoq atau 20,1% yoy menjadi US$ 12.948/ton. Akibatnya, margin kas terpangkas 31% qoq atau 51,8% yoy menjadi US$ 2.974/ton.

“Margin kas yang rendah mengakibatkan penurunan OPM (operatingprofitmargin) sebesar 1.100 bps qoq atau 1.860 bps yoy menjadi 2,7%,” jelas Farras.

Vale Indonesia membukukan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 78,55% dalam sembilan bulan pada 2024 menjadi US$ 51,1 juta dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 238,27 juta.

Anjloknya laba bersih emiten berkode saham INCO tersebut sejalan dengan penurunan penjualan sebesar 24,45% dari US$ 937,89 juta menjadi US$ 708,56 juta.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Di sisi lain, masalah kelebihan pasokan global, prospek permintaan yang lemah untuk baja tahan karat di China, dan peningkatan produksi baterai LFP (lithium ferro phosphate) menandakan tekanan lebih lanjut pada harga nikel. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi INCO.

“Kurangnya katalis pertumbuhan dan margin yang mengecewakan mendorong kami untuk memangkas rekomendasi saham INCO menjadi sell (jual). Target harga saham INCO sebesar Rp 3.400, yang mencerminkan P/E 2025 mencapai 34 kali,” sebut Farras.

Ke depan, program penjualan bijih percontohan (tergantung persetujuan RKAB) dan komersialisasi smelter RKEF dan HPAL pada 2026 dapat menjadi katalis positif untuk pertumbuhan laba Vale Indonesia (INCO) di masa mendatang.

“Kinerja saham INCO di pasar yang sangat buruk dapat memberi peluang kepada investor untuk membeli,” pungkasnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #inco #vale-indonesia #saham-inco #harga-nikel #rekomendasi-saham #samuel-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379122/jual-saham-vale-indonesia-inco-sekarang-juga