Eramet Tepis Tren Penurunan Permintaan Baterai EV Nikel

Eramet Tepis Tren Penurunan Permintaan Baterai EV Nikel

Eramet Indonesia Mining menepis adanya tren penurunan dalam penjualan jenis baterai nikel-mangan-kobalt (NMC). 

(Kontan-Industri) 05/11/24 18:52 17519606

Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.PT Eramet Indonesia Mining menepis adanya tren penurunan dalam penjualan jenis baterai nikel-mangan-kobalt (NMC), jika dibandingkan dengan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate).
Presiden Direktur Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet mengatakan dengan banyaknya perubahan pada industri nikel, saat ini jenis baterai NMC secara harga berada pada posisi yang cukup bagus untuk bersaing dengan LFP.
Untuk diketahui, dari segi bahan baku,Jérôme bilang saat inilitium diperdagangkan kurang lebihpada level US$ 10.000-an per ton. Sedangkan nikel saat ini berada di hargaUS$ 16.000-an per ton. Ditambah posisi bahan baku lainnya dalam NMC seperti mangan yang menurutnya sudah cukup murah, dan kobalt yang merupakan produk sampingan dari penambangan nikel dirasa tidak akan menambahcosttinggi.
Dengan gambaran harga bahan baku yang tidak berbeda jauh inilah baterai NMC menurutnya memiliki posisi tawar menawar yang cukup baik di pasar baterai electronic vehicle (EV).


Survei KG Media

#baterai-mobil-listrik #pt-eramet-indonesia-mining #baterai-nikel-mangan-kobalt #baterai-lfp #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #manufaktur #n-a

https://industri.kontan.co.id/news/eramet-tepis-tren-penurunan-permintaan-baterai-ev-nikel