Konsumsi Rumah Tangga Lesu di Kuartal III 2024, BPS Ungkap Penyebabnya

Konsumsi Rumah Tangga Lesu di Kuartal III 2024, BPS Ungkap Penyebabnya

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan konsumsi rumah tangga Indonesia pada kuartal III 2024 tumbuh 4,91 persen secara tahunan. Halaman all

(Kompas.com) 05/11/24 17:16 17525396

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan konsumsi rumah tangga Indonesia pada kuartal III 2024 tumbuh 4,91 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini turun dibandingkan kuartal III 2023 maupun kuartal II 2024.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, jika dibandingkan dengan sebelumnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun tipis 0,2 persen dari 4,93 persen pada kuartal II 2024.

FREEPIK/FRIMUFILMS Ilustrasi pasar.
Meskipun demikian, dibandingkan Kuartal III 2023, pertumbuhan konsumsi rumah tangga periode ini turun 0,15 persen dari 5,06 persen.

"Kalau kita bandingkan dengan kuartal II 2024 ini tipis sebenarnya melambatnya, sangat tipis, hanya 0,02 persen," kata dia, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Kemudian berdasarkan kontribusinya ke pertumbuhan ekonomi kuartal III 2024 yang sebesar 4,95 persen, konsumsi rumah tangga periode ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun pada periode ini kontribusinya ke pertumbuhan ekonomi sebesar 53,08 persen sedangkan pada Kuartal III 2023 hanya 52,62 persen.

Akan tetapi, dibandingkan kuartal sebelumnya, kontribusi konsumsi rumah tangga periode ini turun, di mana kontribusi konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2024 mencapai 54,53 persen.

Amalia mengungkapkan, konsumsi rumah tangga pada periode ini ditopang dari sektor transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel yang masing-masing tumbuh 6,54 persen dan 6,61 persen.

PEXELS/KSENIYA CHERNAYA Ilustrasi belanja pakaian.

Konsumsi di kedua sektor tersebut juga tercatat mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan kuartal sebelumnya yang masing-masing tumbuh 6,84 persen dan 6,8 persen.

Perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini, kata Amalia, disebabkan oleh faktor musiman, di mana pada kuartal sebelumnya berlangsung momen Ramadan, Idul Fitri, hingga libur panjang.

"Kenapa sedikit lebih lambat? Karena memang di kuartal II 2024 itu terjadi puncak konsumsi masyarakat pasti terkait adanya Idul Adha, Idul Fitri ini meningkatkan transportasi, komunikasi dan juga konsumsi pada restoran dan hotel," jelasnya.

Di sisi lain, konsumsi di sektor makanan dan minuman, pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan pada periode ini relatif lebih cepat pertumbuhannya dibanding kuartal sebelumnya.

#pertumbuhan-ekonomi #konsumsi #konsumsi-rumah-tangga #bps #pertumbuhan-konsumsi-rumah-tangga

https://money.kompas.com/read/2024/11/05/171600826/konsumsi-rumah-tangga-lesu-di-kuartal-iii-2024-bps-ungkap-penyebabnya