Polisi, BSSN, hingga Komdigi Didesak Basmi Tuntas Judi Online

Polisi, BSSN, hingga Komdigi Didesak Basmi Tuntas Judi Online

Anggota Komisi I DPR Gavriel Novanto mendorong BSSN, polisi, dan Kementerian Komdigi untuk berkolaborasi membasmi judi online. Halaman all

(Kompas.com) 05/11/24 22:53 17538191

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Gavriel Novanto mendukung langkah tegas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam memberantas praktik judi online.

Gavriel mendorong semua elemen pemerintah, khususnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), polisi, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membasmi judi online.

Menurut anak eks Ketua DPR Setya Novanto ini, peredaran judi online yang semakin masif menjadi ancaman serius bagi keamanan digital dan stabilitas sosial, serta membahayakan moral generasi muda.

“Saya mendorong seluruh elemen pemerintah, khususnya institusi terkait seperti kepolisian, Komdigi, serta BSSN, untuk memperkuat kerja sama dalam membasmi judi online. Kolaborasi yang kuat antara lembaga-lembaga ini sangat penting untuk menutup akses dan menghentikan penyebaran situs maupun aplikasi yang mengandung judi online,” ujar Gavriel dalam keterangannya, Selasa (5/11/2024).

Gavriel lantas mengapresiasi langkah tegas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang telah menonaktifkan oknum pejabat di Kementerian Komdigi yang diduga terlibat dalam membekingi aktivitas judi online.

Gavriel mengaku berkomitmen mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah dalam upaya memutus mata rantai judi online.

“Sebagai mitra kerja Kementerian Komdigi, Komisi I DPR tentunya akan memberikan perhatian khusus terkait masalah judi online, dan kami akan membahasnya bersama-sama dalam setiap rapat kerja untuk mencari solusinya,” tuturnya.

Meski demikian, Gavriel menyadari bahwa pemberantasan judi online tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja.

Dia menyerukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi segala bentuk permainan yang mengandung unsur judi online.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjauhi judi online, karena sangat berbahaya untuk masa depan keluarga kita. Dengan tidak terlibat judi online, kita ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita masing-masing,” imbuh Gavriel.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa jumlah pegawai yang terindikasi terlibat judi online (judol) masih berpotensi bertambah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (5/11/2024), Meutya menyatakan, pihaknya telah menonaktifkan 11 pegawai Kemenkomdigi yang diduga kuat terlibat dalam praktik tersebut.

“Kami sudah menonaktifkan 11 nama yang memang sudah terverifikasi dari nama-nama yang sebetulnya sudah ditahan oleh polisi. Kami kan sebetulnya tidak tahu persis namanya, hanya nama singkatan, yang mengetahui sebetulnya dari kepolisian,” ujar Meutya di Gedung DPR RI.

"Namun yang sudah terverifikasi, sudah pasti, misalnya namanya AB, tapi ada yang nama belakangnya juga, jadi kami harus verifikasi dulu,” sambungnya.

#judi-online #tersangka-judi-online #komdigi-judi-online #pegawai-komdigi-lindungi-judi-online #judi-online

https://nasional.kompas.com/read/2024/11/05/22535491/polisi-bssn-hingga-komdigi-didesak-basmi-tuntas-judi-online