Sinyal Dukungan Prabowo dan Jokowi untuk Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta, Seberapa Besar Pengaruhnya?
Prabowo dan Jokowi tampak memberikan sinyal dukungan untuk Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta 2024. Seberapa besar pengaruh Prabowo dan Jokowi? Halaman all
(Kompas.com) 06/11/24 05:43 17552474
JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil, mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal dukungan kepada dirinya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Klaim itu disampaikan Ridwan Kamil usai dirinya bertemu dengan Prabowo dan Jokowi dalam kurun waktu berdekatan pada beberapa waktu lalu.
"Pertemuan itu (pertemuan dengan Prabowo dan Jokowi) artinya presiden dan mantan presiden itu mendukung pasangan RIDO (Ridwan Kamil-Suswono), udah itu aja," jelas Ridwan Kamil di Telaga Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2024).
Klaim yang serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman.
Habiburokhman mengatakan, pertemuan Ridwan Kamil dengan Prabowo dan Jokowi bentuk penegasan bahwa Prabowo dan Jokowi kompak mendukung Ridwan Kamil-Suswono pada Pilkada Jakarta 2024.
Habiburokhman berujar, sejak awal Prabowo dan Jokowi sudah mendukung Ridwan Kamil dalam kontestasi politik di Jakarta.
"Memang sudah tegas, memang sejak awal sudah tegas. Baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo mendukung Pak Ridwan Kamil," ujar Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (1/11/2024).
100 persen dukungan
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, pertemuan Ridwan Kamil dengan Prabowo Subianto Jokowi merupakan sinyal dukungan pada Pilkada Jakarta.
Selain presiden, Prabowo juga Ketua Umum Partai Gerindra, partai politik pengusung Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
"Artinya Prabowo, Jokowi, Ridwan Kamil, dan KIM Plus ini adalah satu kesatuan kekuatan politik yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” ujar Adi kepada wartawan, Jumat (1/11/2024).
Usai bertemu Ridwan Kamil, Adi meyakini Prabowo tidak akan mendukung kandidat lain. Terlebih, pihak Istana pun telah menyatakan bahwa Prabowo memiliki kedekatan dengan Ridwan Kamil.
”Tentu itu yang sebenarnya ingin disampaikan secara politik. Bahwa secara personal, secara politik, tentu saja Prabowo lebih kepada Ridwan Kamil. Bahkan bisa disebut 100 persen dukungannya ke Ridwan Kamil,” tuturnya.
Seberapa berpengaruh dukungan Prabowo dan Jokowi untuk pemilih di Jakarta?
Hasil survei Litbang Kompas yang digelar pada 20-25 Oktober 2024 dengan 800 responden menunjukkan bahwa Prabowo menjadi sosok yang paling memengaruhi pemilih pada Pilkada Jakarta 2024.
Sebanyak 49,7 persen responden mengatakan akan memilih cagub-cawagub Pilkada Jakarta yang didukung oleh Prabowo.
Sementara itu, sebanyak 46,6 persen responden mengatakan akan memilih cagub-cawagub Pilkada Jakarta yang didukung Jokowi.
Urutan ketiga dan keempat adalah cagub-cawagub yang didukung Anies Baswedan dengan dipilih 44,2 persen responden dan cagub cawagub yang didukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dipilih 39,9 persen responden.
“Artinya, tokoh Jokowi dan Presiden Prabowo serta Anies Baswedan masih berpengaruh dalam menentukan pilihan warga Jakarta,” ujar peneliti Litbang Kompas, Bestian Nainggolan, Selasa (5/11/2024).
Adapun survei Litbang Kompas digelar menggunakan metode wawancara tatap muka. Adapun 800 responden dipilih acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat.
Dengan metode itu, tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen. Survei ini juga dibiayai sepenuhnya oleh PT Kompas Media Nusantara.
Pengaruh Prabowo lebih kuat karena menjabat presiden
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al-Muzzammil Yusuf tak menampik soal besarnya pengaruh Prabowo dan Jokowi maupun para mantan Gubernur DKI Jakarta bagi pemilih dalam memilih cagub-cawagub Pilkada Jakarta.
Muzzammil memprediksi pengaruh Prabowo lebih kuat karena saat ini menjabat sebagai presiden, berbeda dengan Jokowi yang pengaruhnya memudar karena sudah tidak menjabat presiden.
Meski begitu, menurut Muzzammil, persentase yang paling besar dalam penentuan keputusan masyarakat Jakarta di pilkada bergantung pada keputusan masyarakat Jakarta sendiri.
Pasalnya, masyarakat Jakarta sudah terpapar informasi secara lebih lengkap dan semakin sadar akan pentingnya kontestasi Pilkada.
”Jadi, tetap kehendak publik sendiri untuk menentukan pilihan. Enggak bisa hanya mengandalkannya tuah kedua tokoh itu karena masyarakat Jakarta itu sudah full well informed dan sadar pilkada,” ucap Muzzammil, dikutip dari Kompas.id, Selasa (5/11/2024).
Agak tidak sependapat
Sementara itu, Ketua DPP PDI-P Nusyirwan Soejono mengaku agak tidak sependapat dengan hasil survei Litbang Kompas, secara khusus terkait dengan pengaruh Jokowi terhadap pilihan politik warga Jakarta.
Menurut Nusyirwan, semenjak tidak lagi menjabat presiden, cawe-cawe Jokowi sudah tidak istimewa lagi.
”Rakyat sudah semakin jelas, semakin lama-kelamaan sudah semakin diperjelas, sikap-sikap selama ini Pak Jokowi itu seperti apa. Jadi, sudah tidak menjadi hal yang istimewa lagi,” kata Nusyirwan.
Sebelumnya diberitakan, Ridwan Kamil bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada kesempatan berbeda, tetapi dalam waktu yang berdekatan.
Ridwan Kamil bertemu Prabowo untuk makan malam bersama di Rumah Makan Garuda, Jalan Sabang, Jakarta Pusat, pada Kamis (31/11/2024) malam.
Sehari berselang, Jumat (1/11/2024) sekitar pukul 14.30 WIB, Ridwan Kamil bertemu dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
(Penulis: Ruby Rachmadina, Adhyasta Dirgantara, Shinta Dwi Ayu, Nikolaus Harbowo (Kompas.id) | Editor: Fitria Chusna, Jessi Carina, Dani Prabowo, Fabian Januarius Kuwado, Ponco Anggoro (Kompas.id))
#ridwan-kamil #prabowo #jokowi #pilkada-jakarta-2024 #survei-litbang-kompas-pilkada-jakarta