Dampak Pilpres AS: Wall Street, Dollar AS, hingga Bitcoin Perkasa

Dampak Pilpres AS: Wall Street, Dollar AS, hingga Bitcoin Perkasa

Sektor keuangan AS mengalami penguatan pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat atau Rabu (6/11/2024) waktu Indonesia, karena dampak pilpres AS. Halaman all

(Kompas.com) 06/11/24 12:04 17567833

NEW YORK, KOMPAS.com - Sektor keuangan AS mengalami penguatan pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat atau Rabu (6/11/2024) waktu Indonesia, karena dampak pemilihan presiden atau Pilpres AS.

Dikutip dari CNN, Rabu, pasar saham AS menguat hingga penutupan perdagangan, sementara itu harga bitcoin mencapai rekor tertinggi baru, lantaran investor mencerna hasil awal pilpres AS.

Indeks berjangka Dow Jones melonjak lebih dari 600 poin. Sementara itu, indeks saham S&P 500 menguat setengah persentase poin dan indeks dollar AS mencapai titik tertingginya sejak Juli 2024.

UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.

Harga mata uang kripto juga ikut terdongkrak sebagai dampak pilpres AS. Harga bitcoin menembus 75.000 dollar AS atau setara sekitar Rp 1,188 miliar, yang merupakan angka tertingginya sepanjang masa.

Rekor harga bitcoin sebelumnya ditorehkan pada awal Maret 2024. Kala itu, mantan sekaligus kandidat Presiden AS Donald Trump menyuarakan dukungannya terhadap aset kripto.

Sementara itu, harga dogecoin melonjak lebih dari 20 persen.

Sejauh ini, Trump mengungguli Wakil Presiden AS Kamala Harris dalam hasil awal, beberapa negara bagian yang dianggap medan pertempuran utama belum diumumkan pada Selasa malam.

Namun, dengan persaingan ketat antara Harris dan Trump, para ekonom memperingatkan potensi volatilitas di masa mendatang, terutama jika hasil pilpres AS baru akan diumumkan dalam beberapa hari atau bahkan minggu.

AFP/JOSEPH PREZIOSO Penduduk Dusun Dixville Notch menunjukkan kartu identitasnya untuk mendapatkan surat suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat atau pilpres AS, Senin (4/11/2024). Selama puluhan tahun, dusun berisi enam orang ini selalu yang pertama menggelar pemilihan secara nasional pada Senin tengah malam.

Pada tahun 2020, butuh beberapa hari untuk mengumumkan Joe Biden sebagai pemenang, sementara pemilihan umum tahun 2000 antara George W Bush dan Al Gore berlangsung selama lebih dari sebulan.

Indeks Dow ditutup menguat 425 poin lebih tinggi pada Selasa, atau menguat 1 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 1,2 persen, dan indeks Nasdaq yang didominasi perusahaan teknologi menguat 1,4 persen.

Penguatan indeks-indeks saham AS menggarisbawahi optimisme investor saat warga AS menggunakan hak suara mereka dalam pilpres.

Secara historis, saham sering naik pada pilpres AS. Ini menandai kenaikan keenam berturut-turut pada hari pemilu untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq.

"Pasar tampaknya berada dalam reli kelegaan antisipasi sekarang setelah pemilihan umum tiba," kata Louis Navellier dari Navellier & Associates dalam sebuah catatan kepada investor pada Selasa.

"Meskipun masih ada yang bisa menentukan di mana hasil pemilu akan jatuh, menundanya di kedua arah adalah sebuah kelegaan," imbuh dia.

Prospek hasil pilpres AS yang tertunda atau disengketakan dapat memperkuat pergerakan pasar.

"Dengan Hari Pemilihan akhirnya tiba, perkirakan lebih banyak volatilitas pasar, terutama jika menunggu hasil lama atau disengketakan. Perpecahan politik menghadirkan risiko bagi sentimen investor," tutur Adam Turnquist, kepala strategi teknis LPL Financial.

"Meskipun telah melalui \'masa sulit\' pemilihan Bush vs Gore pada tahun 2000, tantangan hukum, penghitungan ulang, dan pengalaman 6 Januari, mungkin pasar diuji dalam pertempuran untuk kekacauan pemilu," imbuh Turnquist.

Saat hasil pilpres AS mulai mengalir, sektor-sektor pasar dapat bereaksi secara berbeda berdasarkan kandidat yang unggul.

Keunggulan Harris dapat mendorong kenaikan saham energi hijau dan manufaktur, mengingat dorongan yang diharapkan untuk belanja infrastruktur, energi bersih, dan program sosial. Namun, teknologi dan keuangan mungkin menghadapi pengawasan regulasi yang lebih ketat.

Sementara itu, keunggulan Trump akan menguntungkan sektor energi, keuangan, dan industri, dengan investor mengantisipasi pemotongan pajak berkelanjutan dan sikap regulasi yang lunak, kata Turnquist.

Namun, saham secara historis bergerak lebih tinggi dalam beberapa bulan setelah pemilihan terlepas dari hasilnya.

"Sebagian besar pergerakan harga saham dari waktu ke waktu didorong oleh pendapatan, inflasi, dan suku bunga. Kebijakan memang penting, khususnya kebijakan pajak dan perdagangan, tetapi tidak sepenting yang mungkin dipikirkan sebagian orang," terang Turnquist.

Para investor bersiap menghadapi minggu yang penuh gejolak. Dua hari setelah pilpres AS, bank sentral AS Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya, yang pertama sejak memangkas suku bunga setengah poin.

#saham #donald-trump #dollar-as #pilpres-as #kamala-harris #harga-bitcoin #dampak-pilpres-as

https://money.kompas.com/read/2024/11/06/120435826/dampak-pilpres-as-wall-street-dollar-as-hingga-bitcoin-perkasa