BP2MI Jajaki Kerja Sama Baru, Buka Peluang Penempatan Pekerja Migran di Kanada dan AS
Negara-negara yang sedang dijajaki untuk kerja sama baru tersebut antara lain Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Polandia. Halaman all
(Kompas.com) 06/11/24 15:00 17577965
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa pihaknya berencana membuka kerja sama dengan sejumlah negara baru untuk penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).
Negara-negara yang sedang dijajaki untuk kerja sama baru tersebut antara lain Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Polandia.
Rencana ini telah dimasukkan dalam program quick win yang disusun oleh Kementerian BP2MI.
"Memang dalam rencana quick win kita, kita akan membuka beberapa negara baru (untuk penempatan PMI). Kanada, Amerika, Polandia, dan beberapa negara lain sedang kita jajaki peluang pasarnya seperti apa," ujar Karding di Kantor BP2MI, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2024).
Meski penjajakan telah dimulai, Karding meminta jajarannya untuk membuat rencana penempatan PMI yang realistis dan dapat direalisasikan. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang serta perencanaan teknis sebelum pelaksanaan penempatan PMI.
"Jangan hanya rencana (membuka penempatan baru) tapi tak bisa dilaksanakan. Saya ingin yang sudah dibuka (untuk penempatan PMI) sudah berjalan dan tinggal dieksekusi," kata Karding.
Karding menambahkan, penempatan PMI di negara tujuan baru nantinya akan menggunakan skema government to government (G to G). Skema ini memungkinkan penempatan PMI secara langsung oleh pemerintah Indonesia berdasarkan perjanjian tertulis dengan negara tujuan.
Ia juga menegaskan bahwa PMI yang dikirimkan melalui skema ini akan berstatus pekerja terampil (skilled worker).
"Rata-rata kalau G to G masuk ke skilled worker. Apapun skemanya, tekad kita adalah skilled worker. Kami ingin secara bertahap mengonversi dari low skilled ke medium skilled atau middle skilled, atau high skilled," jelas Karding.
Menurut data BP2MI tahun 2023 yang dipublikasikan oleh Kemenko Perekonomian, jumlah penempatan PMI tercatat sebanyak 274.965 orang. Negara tujuan dengan penempatan terbanyak adalah Taiwan dengan 83.216 PMI.
Sementara itu, Jawa Timur dan Indramayu tercatat sebagai provinsi dan kabupaten dengan jumlah PMI terbanyak, masing-masing sebanyak 68.069 dan 19.178 PMI.