Indonesia Miliki Pabrik Pipa Baja

Indonesia Miliki Pabrik Pipa Baja "Seamless" Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia bangun pabrik pipa baja seamless senilai Rp 2,5 triliun di Cilegon, kurangi ketergantungan impor hingga Rp 15 triliun. Halaman all

(Kompas.com) 06/11/24 16:43 17586481

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia memiliki pabrik pipa bajaseamless terbesar di Asia Tenggara yang dibangun di Kompleks Krakatau Steel Industry, Kota Cilegon, Banten.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun meresmikan pabrik senilai Rp 2,5 triliun ini yang dibangun hasil kerja sama operasional (KSO) PT Artas Energi Petrogas atau Indonesia Seamless Tube (IST) dan Inerco Global International (KSO AEP-IGI).

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Reza mengatakan, pabrik pipa baja seamless yang memiliki kapasitas produksi 300.000 ton per tahun itu, pembangunannya murni menggunakan investasi dalam negeri.

"Pemerintah mengapresiasi atas peresmian pabrik. Ini langkah besar dari bangsa kita untuk membuat kemajuan di sektor pembangunan, terutama di sektor industri migas dengan menyediakan saranan dan prasaranan yang vital dalam industri migas," ujarnya dalam 1st Indonesia Seamless Tube Summit di St. Regis, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Adapun saat ini kebutuhan pipa baja seamless sektor industri migas Indonesia mencapai 500.000 ton per tahun.

Tingginya kebutuhan itu membuat RI menjadi incaran utama penyaluran over-supply produksi pipa baja seamless China.

Bila kondisi tersebut dibiarkan, maka impor pipa baja seamless nasional yang saat ini nilainya mencapai Rp 15 triliun per tahun, bakal terus meningkat.

CEO Indonesia Seamless Tube, Jose Antonio Rayes, mengatakan, hadirnya pabrik pipa baja seamless di Cilegon tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan industri baja dalam negeri.

"Untuk menuju negara maju, dan mewujudkan Indonesia emas seperti yang menjadi cita-cita besar bangsa Indonesia, tidak ada pilihan lain, kecuali mengambil langkah berani bertransformasi melalui konsep hilirisasi dengan menjadi negara industri," jelas Jose.

Menurut dia, pembangunan pabrik ini sejalan pula dengan gagasan kunci Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci strategis agar Indonesia dapat menuju menjadi negara maju.

Saat ini, produk yang dihasilkan pabrik pipa baja seamless IST pun memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 43 persen. Meski begitu, perusahaan terus berupaya meningkatkan TKDN.

"Itu (TKDN 43 persen) sekarang sementara waktu sudah yang tertinggi di Indonesia. Kami juga berencana bangun sampai ke pabrik billetnya (bahan baku pipa baja seamless), artinya mungkin ini bisa (TKDN-nya) sampai 90 persen," kata dia.

Lebih lanjut, produksi dari pabrik pipa baja seamless IST juga akan turut mendorong penyediaan pipa untuk kebutuhan lifting minyak dan gas bumi (migas).

Hal ini sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Pemerintah sendiri menargetkan lifting minyak bumi 1 juta barrel per hari dan lifting gas sebesar 12 billion standard cubic feet per hari (BSCFD) di tahun 2030.

"Jadi cukup untuk bisa mendukung inisiatif-inisiatif dari pemerintah untuk meningkatkan lifting yang direncanakan tahun 2030 itu bisa sampai 1 juta barrel," ucap Jose.

#hilirisasi-industri #investasi-dalam-negeri #cilegon #pabrik-pipa-baja

https://money.kompas.com/read/2024/11/06/164300926/indonesia-miliki-pabrik-pipa-baja-seamless-terbesar-di-asia-tenggara