Roatex Tegaskan Teknologi MLFF Siap, Tinggal Tunggu Arahan Pemerintah
'Semua teknologi MLFF siap untuk dikerahkan, kami siap untuk berkolaborasi,' ujar Attila. Halaman all
(Kompas.com) 06/11/24 18:16 17589084
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) Multi Lane Free Flow (MLFF) menyatakan bahwa teknologi mereka sudah siap bila hendak diterapkan sekarang.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RITS Attila Keszeg dalam konferensi pers MLFF di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
"Semua teknologi MLFF siap untuk dikerahkan, kami siap untuk berkolaborasi," ujar Attila.
Kolaborasi yang dimaksud adalah penerapan MLFF yang mana ekosistemnya menyangkut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Perbankan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya.
Melihat kondisi ekosistem MLFF saat ini, Attila berharap sistem pembayaran jalan tol non-tunai nirsentuh tanpa setop itu mulai diterapkan pada kuartal I-2025.
"Kami menargetkan MLFF bisa diterapkan pada kuartal I-2025," lanjut Attila.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RITS Reinaldi Hutomo menegaskan bahwa MLFF merupakan proyek bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Hongaria yang dimulai pada Maret 2021.
Pengembangan MLFF menggunakan Foreign Direct Investment (FDI) Pemerintah Hongaria sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau dengan kurs saat ini setara dengan Rp 4,7 triliun.
Untuk pengembangan teknologi hingga uji coba MLFF secara internal, separuh anggaran FDI tersebut atau sekitar 150 juta dolar AS sudah diserap.
"Sampai saat ini mungkin setengah lebih sedikit yang sudah terpakai," tutur Aldi.
Aldi juga menegaskan bahwa teknologi MLFF siap dan saat ini RITS menunggu kesiapan pemerintah untuk menerapkannya.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BPJT, MLFF digadang menjadi solusi dari masalah antrean kendaraan di gerbang tol yang mengakibatkan kemacetan dan kerugian.
MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang akan mendeteksi pergerakan kendaraan di jalan tol lewat satelit.
Sementara dari sisi pengguna jalan tol, dibutuhkan electronic On Board Unit (e-OBU) atau aplikasi di gawai pintar yang digunakan untuk melakukan pendeteksian terhadap sistem MLFF.
Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi cepat tanpa setop (cantas) dan nantinya bisa diunduh di Play Store maupun App Store.
Melalui aplikasi ini, pengendara yang memasuki jalan tol akan dideteksi kendaraannya oleh sistem kemudian transaksi terjadi dan saldo elektronik pengguna akan terpotong secara otomatis.
Ada pun penerapan MLFF terus mundur dari jadwal, yang semula ditargetkan bisa diterapkan pada Juni 2023 hingga kini ditargetkan bisa diuji coba pada Desember 2024 di Jalan Tol Bali Mandara.