Muncul Kecemasan Baru, Saham Samudera Indonesia (SMDR) Tertekan
Saham Samudera Indonesia (SMDR) lagi tertekan dalam satu bulan terakhir. Bos SMDR buka-bukaan soal oversupply. - Halaman all
(InvestorID) 06/11/24 07:34 17607878
JAKARTA, investor.id - Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) lagi memerah terus dalam tiga hari bursa belakangan.
Pada perdagangan 5 November 2024 kemarin, saham emiten perkapalan ini jatuh 3,70% ke Rp 312. Sebelumnya pada perdagangan 1 dan 4 November saham SMDR minus masing-masing -1,76% dan -2,99%.
Dalam sepekan terakhir saham Samudera Indonesia jatuh 7,14%, dan dalam satu bulan terakhir anjlok 10,86%.
Saham SMDR tertekan di tengah munculnya kecemasan baru. Kelebihan suplai (oversupply) kapal di pasar pelayaran global menghantui kinerja Samudera Indonesia (SMDR) ke depan.
Kondisi tersebut tidak menguntungkan karena berpotensi memberikan tekanan berat kepada tarif kargo (freight rate) yang selama ini menjadi sumber pendapatan perseroan.
Kelebihan Suplai
Direktur Utama Samudera Indonesia (SMDR) Bani Maulana Mulia mengungkapkan bahwa kapal baru hampir setiap pekan dan bulan masuk ke pasar pelayaran dunia. Tak ayal, situasi itu telah membuat kapasitas angkut di pasar bertambah yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi suplai dan permintaan.
“Artinya, kalau pertumbuhan permintaan tidak bisa menyamai pertumbuhan suplai tentu akan ada tekanan pada freight rate,” ungkap Bani saat menjawab Investor Daily dalam paparan publik akhir pekan lalu.
Ditambah lagi, penambahan kapasitas angkut tersebut akan berlangsung cukup lama hingga 2027 mendatang. Bani memberikan gambaran, kuota pembangunan atau pembelian satu kapal peti kemas saat ini sudah penuh sampai 2027. Karena itu, bisa dibilang, pasar pelayaran global tengah menghadapi tantangan dari tekanan pasar.
“Ini kondisi yang kami hadapi, sehingga kami perlu mengejar pertumbuhan untuk bisa menyeimbangkan supply dan demand. Dengan cara begitu, perusahaan insyaallah bisa tetap menghasilkan pertumbuhan bisnis atau pertumbuhan revenue dan profit,” ujar dia.
Sebab, sekalipun pelayaran global mengarah pada kelebihan suplai kapal, Bani menekankan, kondisi tersebut tidak akan sama di seluruh wilayah dunia atau trayek pelayaran, sehingga peluang-peluang yang sehat tetap masih ada dan freight rate juga bervariasi.
“Ada kondisi freight rate hari ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tapi, ada juga trayek lain freight rate hari ini lebih rendah dibanding tahun lalu, sehingga tergantung pada kondisi trayeknya masing-masing. Perusahaan akan terus mencari atau meutilisasi layanannya di servis-servis yang menghasilkan hasil terbaik,” papar Bani.
Dengan demikian, peluang-peluang yang menguntungkan bagi Samudera Indonesia (SMDR) akan tetap ada di tengah kondisi pasar pelayaran global yang mengalami oversupply kapal atau tekanan terhadap freight rate akibat ketidakseimbangan suplai dan permintaan.
“Jadi, dinamika di dunia pelayaran itu dinamis dan saya tidak bisa pastikan 100%. Contoh saja, perkiraan yang direncanakan tahun ini tidak terjadi persis 100% karena tidak ada yang memperkirakan kondisi geopolitik dunia yang ternyata memengaruhi perdagangan dan trayek-trayek perdagangan,” ungkap dia.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #samudera-indonesia #smdr #saham-smdr #bani-maulana-mulia #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379218/muncul-kecemasan-baru-saham-samudera-indonesia-smdr-tertekan