Indonesia Ingin Gabung BRICS, Pimpinan Komisi I Ingatkan Prinsip Bebas Aktif
Dave Laksono mengingatkan pemerintah agar tetap bersahabat dengan seluruh negara meski ingin bergabung ke BRICS Plus Halaman all
(Kompas.com) 07/11/24 12:51 17664982
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengingatkan pemerintah untuk membuat Indonesia tetap terbuka dan menjalin komunikasi dengan semua pihak di dunia karena Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Hal itu disampaikan Dave sebagai respons atas rencana Indonesia untuk bergabung dengan dengan aliansi ekonomi BRICS Plus.
“Ya kita kan menganut politik bebas aktif, jadi kita akan bersahabat dengan semuanya,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (7/11/2024).
Dave mengingatkan bahwa kerja sama dengan negara-negara di dunia tetap harus dilanjutkan dalam rangka mendorong kemajuan Indonesia.
“Satu musuh itu terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit. Jadi kita harus terus terbuka untuk komunikasi dengan siapapun, selama itu untuk mengawal dan menggiring kemajuan Indonesia,” kata politikus Partai Golkar itu.
Keinginan agar Indonesia masuk dalam BRICS Plus tersebut sudah disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono yang diutus Prabowo untuk mengikuti KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada pekan lalu.
"Pada pertemuan KTT BRICS Plus tersebut, Bapak Menlu sudah menyampaikan bahwa Indonesia berkeinginan untuk bergabung dalam BRICS," ujar Juru Bicara Kementerlian Luar Negeri RI, Roy Soemirat dalam keterangan video, Sabtu (26/10/2024).
Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga sudah bersurat kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov pada Kamis (24/10/2024) lalu agar Indonesia disetujui menjadi salah satu anggota aliansi ekonomi BRICS Plus (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan).
Dengan disampaikannya secara resmi, Indonesia kini dalam posisi menunggu apakah negara-negara anggota BRICS Plus bersedia menerima.
Roy menjelaskan bahwa upaya Indonesia menjadi anggota BRICS dimaksudkan untuk memperkuat posisi bebas aktif yang memungkinkan Indonesia tidak berpihak pada kubu mana pun, tetapi tetap aktif berpartisipasi dalam berbagai forum internasional.
Ia melanjutkan, sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia juga perlu melakukan advokasi pembangunan berkelanjutan di berbagai negara berkembang.
BRICS dinilai bisa menjadi wadah untuk mempercepat perkembangan pembangunan negara-negara dunia ketiga yang masih tertinggal.
“Diharapkan lewat partisipasinya di BRICS, Indonesia juga ingin mengangkat kepentingan bersama negara-negara berkembang atau global south di masa mendatang,” ujar Roy.