Demi B40, Ekspor CPO Bakal Berkurang

Demi B40, Ekspor CPO Bakal Berkurang

Pengusaha sawit bersiap menghadapi penurunan ekspor akibat kebutuhan B40 yang meningkat. Apa yang akan terjadi pada industri ini? Halaman all

(Kompas.com) 07/11/24 13:44 17666324

DENPASAR, KOMPAS.com - Volume ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berpotensi menurun pada tahun depan, seiring dengan bakal diimplementasikannya program biodiesel 40 persen atau B40.

Pasalnya, kebutuhan CPO untuk pasar dalam negeri bakal semakin meningkat, sementara produksi sawit cenderung menurun selama beberapa tahun terakhir.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengakui kesulitan untuk memenuhi kebutuhan CPO demi bauran B40 di tengah stagnansi produksi saat ini.

Berdasarkan perhitungan Gapki, kebutuhan CPO untuk B40 pada tahun 2025 mencapai sekitar 14 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan bauran B35 tahun ini sebesar 12 juta ton.

"Untuk B40 di tahun depan memang kalau kondisi seperti sekarang itu memang masih agak sulit. Akan ada penurunan ekspor, kalau hitungan kita sekitar 2 juta ton untuk B40," ujar Eddy, dalam konferensi pers IPOC ke-20, di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2024).

Produksi CPO nasional memang tercatat menurun sekitar 4,1 persen secara tahunan, dari 36,2 juta ton pada Agustus 2023 menjadi 34,7 juta ton pada Agustus 2024.

"Memang tadi juga saya sampaikan dengan Pak Wakil Menteri Pertanian (Sudaryono), ini PR kita yang paling besar adalah peningkatan produktivitas," kata Eddy.

Meskipun demikian, Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, Konservasi Energi (EBTKE) Edi Wibowo bilang, rencana pengurangan ekspor kelapa sawit perlu diperhitungkan secara matang.

Sebab, pengurangan ekspor akan diikuti dengan berkurangnya penerimaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS).

Padahal, dana pungutan ekspor kelapa sawit yang dikelola BPDPKS digunakan untuk mensubsidi selisih harga antara fatty acid methyl ester (FAME) sawit dengan harga solar.

"Itu yang juga perlu dipertimbangkan, efek domino, perlu dilihat secara komprehensif, terkait dengan insentifnya, kecukupan suplai bahan bakunya," tutur Edi.

Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, memang masih terdapat kekurangan produksi FAME sebesar 300.000 kiloliter untuk memenuhi produksi B40 pada 2025.

"Itu yang juga perlu dipertimbangkan, efek domino, perlu dilihat secara komprehensif, terkait dengan insentifnya, kecukupan suplai bahan bakunya," ucap Edi.

#gapki #produksi-cpo #ekspor-sawit #program-b40

https://money.kompas.com/read/2024/11/07/134424126/demi-b40-ekspor-cpo-bakal-berkurang