Peran Modal Psikologis: Dari Stres Menuju Sukses
Modal Psikologis: Harapan, keyakinan diri, ketahanan, dan optimisme menciptakan kekuatan mental yang mendukung individu menghadapi kesulitan.
(Kompas.com) 07/11/24 15:20 17673377
Oleh: Marsha Indahsaputri, Rita Markus Idulfilastri, dan Zamralita*
DI TENGAH dinamika kehidupan modern yang semakin penuh tantangan, banyak orang mulai memperhatikan kesehatan psikologis dan mental. Saat ini, mental yang kuat bukan lagi hanya menjadi keunggulan, melainkan kebutuhan.
Salah satu konsep dalam bidang psikologi yang menjadi relevan, menawarkan fondasi mental yang kuat adalah psychological capital atau modal psikologis.
Apa sebenarnya modal psikologis ini? Bagaimana sebuah konsep dapat membantu kita untuk meraih kesuksesan?
Modal psikologis merupakan kumpulan dari keempat komponen yang terdiri dari Hope (harapan), Self-Efficacy (keyakinan diri), Resilience (ketahanan), dan Optimism (optimisme).
Kombinasi dari elemen-elemen ini dapat menciptakan kekuatan mental yang dapat mendukung individu dalam menghadapi kesulitan, mencapai tujuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Hope. Harapan merupakan dorongan internal yang memberi individu kekuatan untuk bertahan dan percaya pada kemampuan diri dalam mencapai dan mengarahkan dirinya kepada suatu tujuan.
Mereka yang memiliki harapan akan berupaya dan mampu merencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai apa yang mereka inginkan, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.
Self-Efficacy. Efikasi merujuk pada kepercayaan individu terhadap kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu.
Ketika seseorang yakin akan kemampuannya, mereka akan lebih berani dalam mengambil langkah ke depan. Hal ini merupakan bahan bakar yang dapat mendorong seseorang untuk dapat berinovasi dan tampil lebih maksimal.
Dengan keyakinan kuat, individu cenderung menghadapi tantangan, mencoba hal-hal baru dan berusaha mengatasi hambatan, sehingga dapat memberikan berkontribusi positif pada kinerja dan produktivitas mereka sehari-hari.
"Our greatest glory is not in never falling, but in rising every time we fall." — Confucius (1895)
Resilience. Sering mendengar istilah come back stronger? Ini merupakan istilah yang sangat cocok dalam menjelaskan resilience.
Ketahanan merupakan kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kegagalan atau kesulitan.
Pada era yang penuh dengan tantangan ini, ketahanan menjadi modal yang sangat berharga. Setiap kegagalan dianggap pelajaran berharga bagi individu yang resilien. Mereka memandang kegagalan sebagai kesempatan belajar dan bertumbuh, bukan sebagai akhir dari segalanya.
Optimism. Optimisme adalah pandangan positif yang dapat menginspirasi dan memberi kekuatan.
Sikap optimistis memungkinkan individu untuk dapat melihat peluang di tengah kesulitan. Mereka percaya bahwa hal baik akan terjadi, bahkan dalam situasi yang paling menantang sekalipun.
Sikap optimistis tidak hanya memberikan energi untuk melangkah maju, tetapi juga membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Dengan optimisme, mencapai tujuan menjadi terasa lebih mudah dan lebih menyenangkan.
Modal psikologis memiliki manfaat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga kesehatan mental dan pertumbuhan pribadi.
Individu dengan modal psikologis yang kuat cenderung lebih produktif, kreatif, dan mampu mengatasi tekanan sambil tetap fokus pada tujuan.
Mereka lebih mampu berinovasi, berkolaborasi, dan mengelola stres yang muncul di lingkungan kerja. Hal ini menciptakan suasana kerja yang positif dan mendukung.
Memiliki harapan, efikasi, ketahanan, dan optimisme membantu kita dalam mengelola stres dan kecemasan.
Semakin kuat modal psikologis kita, semakin baik kita dalam menjaga kesehatan mental karena individu lebih mampu mengatasi tekanan dan tantangan, sehingga mengurangi kemungkinan distres psikologis.
Karena kesehatan mental yang baik adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.
Modal psikologis mendorong kita untuk terus belajar, berkembang, beradaptasi serta mendorong kita untuk keluar dari zona nyaman. Dengan percaya pada diri sendiri, kita lebih berani mengambil langkah baru dan mengeksplorasi potensi yang belum tergali.
Membangun modal psikologis bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam semalam, tetapi butuh strategi dan proses berkelanjutan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Pertama, menetapkan tujuan yang dapat memotivasi. Buatlah tujuan yang jelas dan menantang untuk diri sendiri.
Tujuan yang terdefinisi dengan baik dapat meningkatkan harapan dan kepercayaan diri. Ketika kita memiliki arah yang jelas, kita lebih termotivasi untuk mencapainya.
Kedua, ciptakan lingkungan positif. Lingkungan di mana kita bersosialisasi sangat berpengaruh terhadap diri kita.
Ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung dan memberi energi positif, maka secara tidak langsung akan membantu kita dalam membangun optimisme dan ketahanan.
Ketiga, mencoba mengambil risiko. Jangan pernah ragu untuk mengambil tantangan baru dan keluar dari zona nyaman.
Setiap pengalaman baru adalah kesempatan untuk meningkatkan ketahanan dan efikasi. Menghadapi tantangan dengan keberanian juga akan membantu kita berkembang.
Keempat, berlatih mindfulness. Terkadang kita perlu untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri dan berlatih mindfulness.
Hal ini dapat membantu kita untuk tetap tenang dan fokus dalam menghadapi stres. Dengan mindfulness, kita belajar untuk menghargai momen saat ini dan mengurangi tekanan yang kita rasakan.
Semua ini adalah beberapa cara untuk kita dapat meningkatkan modal psikologis yang kita miliki.
Namun, seperti kata Aristotle (384 – 322 BC) "Happiness depends upon ourselves" yang berarti bahwa kebahagiaan kita ditentukan oleh diri kita sendiri, bukan oleh kondisi eksternal atau orang lain.
Kutipan ini mengingatkan bahwa kita memiliki kendali atas respons dan sikap kita terhadap situasi hidup.
Bagaimana kita merasa dan apa yang kita anggap sebagai kebahagiaan sangat dipengaruhi oleh sikap, pemikiran, dan pilihan yang kita buat setiap hari.
Ini menunjukkan bahwa kita memiliki kontrol atas respons dan sikap kita terhadap berbagai situasi dalam hidup.
Dengan mengubah cara pandang dan membangun pola pikir positif, kita dapat menciptakan kebahagiaan meskipun sedang menghadapi tantangan dan kesulitan.
*Marsha Indahsaputri, Mahasiswa S2 Psikologi Universitas Tarumanagara
Rita Markus Idulfilastri dan Zamralita, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara