Erick Thohir Siapkan Ini untuk 7 BUMN Sakit Halaman all

Erick Thohir Siapkan Ini untuk 7 BUMN Sakit Halaman all

Erick Thohir menyiapkan stimulus berbeda untuk menyelamatkan ke-7 BUMN tersebut. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 07/11/24 11:11 17686814

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMNErick Thohir baru-baru ini mengungkapkan kondisi terkini soal tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kesulitan keuangan atau yang dia sebut dalam posisi sakit.

Tujuh BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel (KRAS), PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Waskita Karya (WSKT), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Perum Perumnas, dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

"Dari 47 BUMN, 40 BUMN itu sehat, jadi 85 persen (yang sehat). Ada 7 yang memang kita harus kerja keras dalam beberapa tahun kedepan," ungkap Erick dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR pada, Senin (4/11/2024).

Untuk para BUMN tersebut, Erick menyiapkan stimulus berbeda untuk menyelamatkan ke-7 BUMN tersebut.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

Dalam kesempatan yang sama Erick bilang bahwa pihaknya melihat salah satu penyebab kerugian adalah karena KRAS mengalami insiden kebakaran pada 5 Mei 2023 lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, salah satu bagian di Pabrik di Hot Strip Mill 1 (HSM1) Krakatau Steel di Cilegon mengalami korsleting listrik.

"Salah satunya (yang sakit) adalah Krakatau Steel. Sebenarnya sudah terjadi restrukturisasi tahun 2019 cuma kemarin ada kebakaran, ini tentu menganggu operasional secara menyeluruh," ungkap Erick.

Erick mengatakan salah satu opsi penyelamatan KRAS adalah bekerjasama dengan Krakatau Posco agar bisa menghasilkan pendapatan yang lebih positif kedapannya.

"Kita akan mencari jalan setelah kita bekerjasama dengan Posco dengan menghasilkan EBITDA yang positif apakah perlu dikerjasamakan juga, ini kita sedang coba mencari jalan," tambahnya.

Sebagai salah satu BUMN yang terdaftar sebagai perusahaan terbuka, performa KRAS hingga kuartal 3 tahun ini mengalami penurunan. Terlihat dari rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk KRAS yang membengkak menjadi US$ 185,2 juta. Artinya, rugi tersebut naik 201,6 persen dari periode yang sama tahun 2023 yang sebesar US$ 61,4 juta.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Adapun, untuk dua emiten pelat merah di sektor konstruksi, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan diselesaikan melalui jalan restrukturisasi.

Sementara, WSKT saat ini tercatat telah melakukan penandatangan restrukturisasi utang sebesar Rp 26 triliun.

"Kami, dalam hal ini, Wijaya Karya dan Waskita Karya ini sedang menunggu surat persetujuan Bapak Menteri PU bagaimana kita bisa konsolidasi dari tujuh perusahaan karya menjadi tiga perusahaan saja sehingga lebih sehat lagi tentu kondisi karya-karya ini," kata Erick dalam kesempatan yang sama.

Mengenai perusahaan yang masuk daftar merah, Corporate Secretary WIKA, Mahendra Vijaya mengatakan bahwa pihaknya saat ini akan fokus pada transformasi dan implementasi 8 stream penyehatan dengan memperkuat fundamental perseroan dr sisi keuangan, tata kelola dan manajemen risiko.

"Dengan langkah tersebut beberapa progres perbaikan berhasil dilakukan seperti peningkatan gross profit margin, reduksi utang jangka pendek, dan perbaikan cashflow, diharapkan progres ini tetap berlanjut sesuai roadmap dan mencapai target." ungkap Mahendra saat dihubungi Kontan, Rabu (6/11/2024).

#bumn #erick-thohir #bumn-sakit

https://money.kompas.com/read/2024/11/07/111100126/erick-thohir-siapkan-ini-untuk-7-bumn-sakit?page=all