Trump Menang Pilpres AS, Kebijakan Proteksionis Berpotensi Kembali Diterapkan

Trump Menang Pilpres AS, Kebijakan Proteksionis Berpotensi Kembali Diterapkan

Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS 2024 bakal berikan berdampak signifikan bagi perekonomian Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 07/11/24 18:51 17686834

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS 2024 bakal berikan berdampak signifikan bagi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, Trump berpotensi kembali mengeluarkan kebijakan proteksionis melalui tarif yang lebih tinggi, terutama pada impor dari China.

Hal ini berpotensi memperburuk perang dagang antara AS dan China, yang kemudian dapat memberikan tekanan tambahan pada negara-negara berkembang di Asia termasuk Indonesia.

GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANNA MONEYMAKER via AFP Calon presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Gas South Arena, Kota Duluth, Negara Bagian Georgia, Rabu (23/10/2024). Dinasti Trump di pilpres AS 2024

"Ekspor Indonesia yang terkait dengan rantai pasok global mungkin akan mengalami tekanan margin," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/11/2024).

Sebagai informasi, kebijakan proteksionis adalah kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antarnegara untuk melindungi industri dalam negeri.

Saat Trump menjadi Presiden AS pada 2017-2021, dia menerapkan kebijakan proteksionis. Salah satunya, menaikkan tarif bea masuk menjadi 200 persen bagi mobil listrik buatan China.

Sementara untuk produk mobil listrik yang dibuat di luar China, tarifnya 50 persen.

Kemudian, terpilihnya Trump menjadi Presiden AS bakal mendongkrak penguatan dollar AS sehingga nilai tukar rupiah menjadi melemah.

Hal ini terlihat ketika penutupan perdagangan kemarin, Rabu (6/11/2024), nilai tukar tupiah ditutup melemah 0,6 persen atau 95 poin ke level Rp 15.830 per dollar AS di tengah penguatan dollar indeks sekitar 1,28 persen hingga penutupan sesi perdagangan Asia.

REUTERS via BBC INDONESIA Mantan Presiden AS, Donald Trump, dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan pemalsuan dokumen bisnis di Pengadilan Pidana Manhattan, Kamis, 30 Mei 2024.
Ditambah adanya ketegangan geopolitik yang meningkat dan kebijakan fiskal AS yang ekspansif yang dapat mendorong permintaan akan dollar AS sehingga akan berpotensi mendorong penguatan dollar AS lebih lanjut lagi ke depannya.

"Hal ini dapat membatasi ruang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneternya," kata dia.

Selain itu, sekalipun bank sentral AS (The Fed) kemungkinan akan tetap melanjutkan penurunan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) ketika Trump jadi Presiden, Indonesia masih harus berhati-hati.

Pasalnya, kenaikan imbal hasil atau yield obligasi AS yang didorong oleh ketidakpastian kebijakan fiskal dapat mempengaruhi arus dana global.

Ini kemudian akan meningkatkan cost of borrowing (biaya pinjaman) bagi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Terakhir, potensi meningkatnya yield US Treasury dapat menyebabkan potensi arus keluar modal dari pasar surat berharga negara (SBN) domestik, yang dapat berimplikasi pada kenaikan yield obligasi domestik dan memperbesar beban pembiayaan bagi pemerintah.

Untuk diketahui, perolehan suara elektoral Donald Trump terus menjauhi Kamala Harris pada Pilpres AS 2024.

Hingga Rabu (6/11/2024) malam waktu setempat atau Kamis (7/11/2024) siang WIB, politisi dari Partai Republik itu telah meraup 294 suara elektoral. Sementara itu, Harris yang mewakili Demokrat meraih 223 suara elektoral.

Untuk melenggang ke Gedung Putih, calon presiden (capres) AS harus mendapatkan minimal 270 suara elektoral dari total 538 suara elektoral.

#donald-trump #mobil-listrik #pasar-keuangan #ekspor-indonesia #kemenangan-donald-trump

https://money.kompas.com/read/2024/11/07/185100126/trump-menang-pilpres-as-kebijakan-proteksionis-berpotensi-kembali-diterapkan