Apakah Makan 3 Kali Sehari Cukup untuk Tumbuh Kembang Anak?
Apakah porsi makan tiga kali sehari cukup untuk tumbuh kembang anak? Ini kata dokter.
(Kompas.com) 08/11/24 08:42 17749113
JAKARTA, KOMPAS.com - Porsi makan standar yang diterapkan oleh sebagian besar masyarakat pada anak-anak adalah makan tiga kali sehari.
Makan tiga kali sehari dianggap sudah memenuhi kebutuhan gizi anak-anak demi tumbuh kembang yang sempurna. Akan tetapi, benarkah demikian?
"Apakah cukup untuk pertambahan berat badan dan tinggi yang ideal? Caranya untuk kita mengecek adalah dengan mencari bukti yang obyektif, yaitu kurva," ujar dokter spesialis anak dr. Kristian Wongso G., DTM&H, M.Sc., M.Krim., Sp.A. dalam diskusi daring pada Kamis (7/11/2024).
- Mengenal Kepribadian Anak Mudah dan Anak Sulit, Apa Itu?
- Cara Belajar yang Efektif untuk Anak Introvert dan Ekstrovert
Kristian memaparkan, ada kasus seorang anak yang selalu makan tiga kali sehari, tetapi komposisi makanannya hanya setengah piring.
Jika disandingkan dengan anggapan bahwa frekuensi makan tiga kali sehari sudah cukup untuk anak, tentunya hal tersebut tidak juga salah.
Sebab, tidak ada aturan tentang komposisi makanan dalam makan tiga kali sehari, apakah setiap sesi makan harus satu piring penuh atau setengah piring.
Untuk mengetahui apakah asupan gizi anak sudah cukup atau tidak, orangtua harus melihat kurva pertumbuhan anak.
"Kalau kurva berat badan oke, kemudian perkembangan anak juga oke, bisa disimpulkan bahwa anak ini tidak ada masalah (dalam tumbuh kembangnya)," jelas Kristian.
Ia melanjutkan, patokan cukup atau tidaknya asupan gizi anak bukan pada frekuensi atau besaran jumlah makan dalam sehari.
Akan tetapi, patokannya adalah kurva penambahan berat dan tinggi badan anak.
- 10 Inspirasi Kue Ulang Tahun untuk Anak Perempuan, Ada Labubu hingga Princess
- Terlalu Lama Pakai Dot Bisa Ganggu Proses Makan Anak, Mengapa?
Ini bisa dilihat dari pendataan oleh bidan atau dokter anak dalam "buku pink" alias buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
"Harus lihat pertambahan berat dan tinggi badannya. Kalau sehari makan cuma setengah dari takaran yang sesuai dengan usianya, pasti berat badannya jelek," ujar Kristian.
Begitu pula dengan anak yang hanya diberikan makanan ringan dengan banyak gula.
Berat badannya memang bertambah, tetapi tinggi badannya memprihatinkan.
"Jadi, yang paling bagus adalah ketika orangtua punya data berupa kurva. Kalau kurvanya baik dan perkembangannya juga baik, maka kita bisa bilang (tumbuh kembang) ini anak baik (terlepas porsi makan dalam sehari)," tutup Kristian.
#tumbuh-kembang-anak #asupan-gizi-anak #makan-tiga-kali-sehari