BEI Bakal Luncurkan Single Stock Futures Pekan Depan
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan produk derivatif terbaru yakni Single Stock Futures (SSF) pada pekan depan, Selasa (12/11/2024). Halaman all
(Kompas.com) 08/11/24 13:52 17771466
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan produk derivatif terbaru yakni Single Stock Futures (SSF) pada pekan depan, Selasa (12/11/2024).
Hal tersebut disampaikan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) BEI Irvan Susandy ketika ditemui dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2024, Kamis (7/11/2024).
"Selasa (12/11/2024) besok, Single Stock Futures," kata dia, ditulis Jumat (8/11/2024).
SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.Sedikit catatan, SSF adalah perjanjian atau kontrak antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu saham di masa depan dengan harga yang telah ditentukan.
Efek yang mendasari SSF adalah saham. Hal ini berbeda dengan produk derivatif BEI lainnya yang didasari oleh indeks saham dan Surat Utang Negara (SUN).
Selain itu, SSF juga memiliki satuan kontrak yang paling rendah dibandingkan produk derivatif lainnya. Dengan demikian, modal yang dibutuhkan investor untuk dapat mulai berinvestasi SSF lebih kecil.
Ia menambahkan, selaian SSF, BEI juga akan meluncurkan beberapa produk derivatif sebagai upaya untuk meningkatkan transaksi di pasar modal Indonesia.
Salah satu di antaranya adalah produk derivatif Put Warrant yang rencananya akan diluncurkan juga pada 2024 ini.
Dilansir dari Kontan, put warrant adalah hak untuk menjual saham underlying di harga yang ditentukan. Put warrant ini akan memberikan manfaat pada investor ketika pasar dalam keadaan bearish.
Put warrant pada investasi saham diberikan saat nilainya meningkat ketika saham underlying sedang menurun. Put warrant memberikan hak kepada investor untuk menjual aset dasar pada harga dan jangka waktu tertentu.
SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham.Put warrant dapat digunakan sebagai sarana lindung nilai dengan mengunci harga jual aset dasar, ketika harga aset turun, investor bisa mendapatkan keuntungan dari perdagangan atau exercise put warrant.
Lebih lanjut, Irvan bilang, BEI juga berencana akan meluncurkan produk derivatif Short Selling pada 2025.
"Ini lagi proses beberapa Anggota Bursa (AB) untuk jadi AB Short Selling," ujar dia.
Sebagai informasi, short selling adalah transaksi penjualan efek atau saham yang belum dimiliki oleh penjual pada saat transaksi dilakukan.
Investor yang melakukan short selling akan meminjam efek dari pihak lain dan menjualnya di pasar dengan harapan harga akan turun. Strategi ini biasanya diterapkan ketika pasar sedang dalam tren melemah (bearish).
#pasar-modal #indeks-saham #bursa-efek-indonesia #saham #single-stock-futures