Harga CPO Menggila, Ditopang Pelemahan Produksi

Harga CPO Menggila, Ditopang Pelemahan Produksi

Harga CPO menggila pada Kamis (7/11/2024). Ini menjadi reli dua hari beruntun ditopang pelemahan produksi CPO. - Halaman all

(InvestorID) 08/11/24 05:51 17772742

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menggila pada Kamis (7/11/2024). Ini menjadi reli dua hari beruntun ditopang pelemahan produksi CPO.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis, kontrak berjangka CPO untuk November 2024 naik 39 Ringgit Malaysia menjadi 5.038 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2024 meningkat 39 Ringgit Malaysia menjadi 4.996 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkerek 35 Ringgit Malaysia menjadi 4.952 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2025 meningkat 35 Ringgit Malaysia menjadi 4.897 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO Maret 2025 terkerek 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.804 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2025 menguat 13 Ringgit Malaysia menjadi 4.690 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan, penguatan harag CPO didorong oleh proyeksi produksi yang melemah di Malaysia. Ditambah lagi, permintaan yang lebih kuat diperkirakan akan terus mengangkat harga CPO, terutama dengan rencana Indonesia untuk meningkatkan mandat biofuelnya yang turut mendorong sentimen pasar.

"Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak kedelai. Kami melihat adanya level support di 4.900 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 5.050 Ringgit Malaysia per ton," katanya.

Perdagangan Fluktuatif

Analis senior dari Fastmarket Palm Oil Analytics Sathia Varqa menyatakan, harga CPO berakhir lebih tinggi setelah sesi perdagangan yang fluktuatif akibat aksi ambil untung dan momentum pembelian yang kuat.

"Perkiraan produksi yang lebih rendah, performa minyak nabati terkait yang lebih tinggi, serta pandangan akan meningkatnya permintaan CPO di sektor biodiesel mendukung penguatan pasar hari ini meskipun ada aktivitas ambil untung secara sporadis," jelasnya.

Data dari Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) menunjukkan produksi CPO Oktober tetap stabil dibandingkan bulan September. Penurunan produksi dari Semenanjung Malaysia berhasil diimbangi oleh pertumbuhan produksi di negara bagian Sabah.

Sementara itu, kepala riset komoditas dari Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mencatat, harga CPO telah melampaui 5.000 Ringgit Malaysia per ton untuk pertama kalinya sejak Juni 2022.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-cpo #cpo #kontrak-berjangka-cpo #bursa-malaysia-derivatives #produksi-cpo #biodiesel #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379468/harga-cpo-menggila-ditopang-pelemahan-produksi