Hati-hati, Riwayat Pneumonia pada Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembangnya
Anak dengan riwayat pneumonia, tumbuh kembangnya bisa terganggu. Ini karena, pneumonia adalah infeksi yang mengganggu penyerapan gizi.
(Kompas.com) 08/11/24 17:42 17789653
JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada orangtua yang ingin tumbuh kembang anaknya terganggu.
Setiap ayah dan ibu tentu selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak, termasuk memastikan asupan gizi sang buah hati seimbang dan tercukupi.
Akan tetapi, pemenuhan gizi seimbang bukan satu-satunya faktor terjaminnya tumbuh kembang anak.
Ada beberapa hal lain yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Salah satunya, riwayat pneumonia pada si kecil.
Dokter spesialis anak dr. Kristian Wongso G., DTM&H, M.Sc., M.Krim., Sp.A. mengimbau agar orangtua yang anaknya memiliki riwayat penyakit tersebut berhati-hati.
"Kalau infeksi paru-parunya masih berulang, saran saya tanya ke dokter. Ke depannya, rencananya untuk mencegah supaya enggak infeksi lagi bagaimana," ucap dia dalam diskusi daring, Kamis (7/11/2024).
Dikutip dari situs Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Ditjen Yankes Kemenkes RI), Jumat (8/11/2024), pneumonia adalah infeksi yang bisa terjadi pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.
Kantung udara bisa berisi cairan atau bernanah, sehingga menyebabkan pengidapnya batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas.
Penyebab pneumonia cukup beragam. Di antaranya adalah bakteri, virus, dan jamur di udara yang dihirup.
Infeksi memengaruhi tumbuh kembang anak
Kristian mengatakan, infeksi apa pun yang dialami anak bisa memengaruhi tumbuh kembang mereka.
Sebab, infeksi menyasar kesehatan, yang mana kesehatan penting, agar anak bisa menyerap asupan gizi dengan sempurna.
"Anak kalau sehat, berat dan tinggi badannya bagus. Tapi, begitu dia sakit, (perkembangan berat dan tinggi badan) akan jeblok," papar dia.
Setiap kali anak sedang sakit, perkembangan berat dan tinggi badannya berisiko menurun, terutama jika anak sering sakit.
Oleh karena itu, orangtua harus lebih berupaya dalam mengembalikan perkembangan berat dan tinggi badan anak ke jalurnya.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah merencanakan langkah pencegahan, dengan dokter yang menangani si kecil.
Kristian mengatakan, langkah pencegahan agar pneumonia tidak kembali lagi bergantung pada penyebabnya.
"Apakah mungkin infeksinya belum selesai, ada penyakit paru bawaan tertentu, atau anak terkena paparan polusi udara yang sangat tinggi," tutur Kristian.
Salah satu contoh paparan polusi udara adalah ketika anak tinggal serumah, atau tidur sekamar, dengan perokok.
Jadi, fokus yang perlu dilakukan adalah mencegah pneumonia kembali, agar upaya orangtua dalam menjaga tumbuh kembang anak selama ini tidak sia-sia.
#pneumonia #tumbuh-kembang-anak #pneumonia-pada-anak #anak-dengan-riwayat-pneumonia