Cara Kerja Blockchain dalam Membuat Jaringan Penyimpanan Data yang Aman
Cara kerja Blockchain mirip spreadsheet dan basis data. Namun, Blockchain punya proses penyusunan data yang berbeda, yang membuatnya lebih aman. Halaman all
(Kompas.com) 09/11/24 02:35 17829944
KOMPAS.com - Penggunaan Blockchain tampaknya terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Di tengah perkembangan ini, pengguna perlu mengetahui beberapa hal dasar soal Blockchain agar tak ketinggalan. Salah satunya seperti cara kerja Blockchain.
Blockchain terkenal sebagai sistem jaringan penyimpanan atau pengelolaan data yang aman dan transparan. Untuk membuat sistem tersebut, Blockchain pada dasarnya memiliki cara kerja tersendiri.
Cara kerja Blockchain penting diketahui untuk memahami bagaimana jaringan ini beroperasi. Lantas, bagaimana cara kerja Blockchain? Jika tertarik buat mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai cara kerja Blockchain.
Pengertian Blockchain
Sebelum mengetahui cara kerjanya, ada baiknya pengguna memahami dulu pengertian Blockchain. Pasalnya, pengertian Blockchain mengandung istilah atau konsep yang mempermudah pengguna memahami cara kerjanya nanti.
Lantas, apa yang dimaksud dengan Blockchain? Blockchain secara sederhana dapat dipahami sebagai basis data yang terdistribusi di seluruh jaringan komputer.
Akan tetapi, Blockchain punya mekanisme pengamanan dan pengelolaan data yang berbeda dari basis data pada umumnya.
Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital yang tersusun dalam bentuk blok-blok yang saling terhubung. Setiap blok tersebut berisi sejumlah data atau informasi. Data yang tersimpan di blok dalam Blockchain itu aman karena dienkripsi menggunakan kriptografi.
Dengan begitu, data yang tersimpan di blok dalam Blockchain tidak dapat diubah atau dimanipulasi. Selain aman, data yang tersimpan di blok dalam Blockchain juga transparan karena dicatat secara terdesentralisasi.
Artinya, data yang tersimpan di blok dalam Blockchain tidak hanya dipegang oleh satu orang atau satu pengelola. Namun, data tersebut didistribusikan ke banyak pihak dalam jaringan yang saling berkolaborasi.
Jika dianalogikan, Blockchain mirip seperti buku besar yang dapat digunakan secara bersama. Setiap catatan atau data yang ditambahkan ke buku besar itu bakal dienkripsi menggunakan kriptografi dan tercatat secara terdesentralisasi.
Enkripsi kriptografi dan desentralisasi menjadi konsep penting dalam sistem penyimpanan data Blockchain. Blockchain mulanya dibuat untuk mendukung sistem jaringan transaksi keuangan yang aman dan transparan.
Dikutip dari Investopedia, Blockchain awalnya digunakan buat mengembangkan mata uang kripto Bitcoin pada sekitar 2009 oleh Satoshi Nakamoto, pembuat Bitcoin dengan identitas rahasia alias anonim.
Sejak diperkenalkannya Bitcoin pada tahun 2009, penggunaan Blockchain terus berkembang yang tak hanya terbatas pada mata uang kripto. Blockchain dapat digunakan dalam industri apa pun untuk membuat jaringan basis data yang aman.
Itulah penjelasan seputar pengertian Blockchain. Dari pengertian Blockchain ini, kita dapat memahami bahwa Blockchain sejatinya merupakan sistem penyimpanan data digital yang aman dan terdesentralisasi.
Blockchain memiliki cara kerja tersendiri untuk menyelenggarakan sistem tersebut. Untuk cara kerja Blockchain, penjelasannya bisa dibaca lebih lanjut di bawah ini.
Cara kerja Blockchain
Cara kerja Blockchain sebenarnya mirip dengan spreadsheet atau basis data. Ketiganya sama-sama memiliki proses memasukkan dan menyimpan data. Akan tetapi, Blockchain punya proses yang berbeda dengan spreadsheet dan basis data.
Perbedaan utama antara basis data atau spreadsheet tradisional dan blockchain adalah bagaimana data tersebut disusun dan diakses.
Secara sederhana, cara kerja Blockchain adalah menyimpan data dalam blok-blok yang kemudian dihubungkan satu sama lain dalam sebuah rantai (chain). Setiap kali transaksi baru terjadi, data dari transaksi tersebut akan direkam dalam blok baru.
Cara kerja Blockchain yang demikian bisa dilihat dari aktivitas transaksi pengguna dalam mata uang kripto. Saat pengguna memulai transaksi mata uang kripto, informasi transaksinya akan dikirimkan ke jaringan Blockchain.
Setelah itu, setiap node (komputer atau pengguna) dalam jaringan menerima informasi transaksi dan mulai melakukan verifikasi. Verifikasi ini dilakukan melalui konsensus, yang mana mayoritas node harus menyetujui bahwa transaksi tersebut valid.
Setelah transaksi diverifikasi, informasi tersebut akan dikelompokkan ke dalam blok baru bersama dengan transaksi lainnya. Blok ini kemudian mendapatkan hash, yaitu kode unik yang berfungsi sebagai sidik jari digital untuk blok tersebut.
Kemudian, blok yang telah terbentuk akan ditambahkan ke rantai blok yang sudah ada sebelumnya. Blok tersebut akan saling terhubung dengan blok lainnya melalui hash dari blok sebelumnya.
Setelah blok ditambahkan ke rantai, transaksi dianggap selesai dan tidak bisa diubah lagi. Informasi transaksi yang tersimpan dalam Blockchain tidak dapat dimodifikasi atau dihapus.
Itulah penjelasan mengenai cara kerja Blockchain dalam menyelenggarakan sistem penyimpanan data digital yang aman untuk berbagai keperluan, termasuk transaksi mata uang kripto.
Dengan mengetahui cara kerjanya, pengguna bakal lebih mudah memahami bagaimana Blockchain beroperasi. Sementara itu, untuk menambah wawasan, pengguna kiranya perlu juga mengetahui beberapa hal dasar lain soal Blockchain.
Misalnya, manfaat Blockchain, contoh penggunaannya, dan macam-macam Blockchain. Lantas, sebenarnya apa manfaat dari Blockchain? Untuk lebih lengkapnya, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai manfaat Blockchain.
Manfaat Blockchain
Dari pemaparan pengertian di atas, beberapa manfaat Blockchain sejatinya sudah bisa diketahui. Secara umum, manfaat Blockchain adalah menyediakan jaringan penyimpanan data yang aman dan terdesentralisasi.
Selain itu, terdapat beberapa manfaat Blockchain yang lain secara spesifik. Adapun beberapa manfaat Blockchain adalah sebagai berikut.
1. Transparansi
Manfaat Blockchain yang pertama adalah menyediakan basis data yang transparan. Setiap transaksi yang dilakukan melalui Blockchain tercatat secara permanen dan dapat diakses oleh siapa saja yang berpartisipasi dalam jaringan.
Dengan skema tersebut, artinya tidak ada pihak yang bisa memanipulasi atau mengubah data tanpa sepengetahuan pihak lain.
2. Keamanan
Blockchain menggunakan teknologi kriptografi yang memastikan bahwa data yang disimpan di dalamnya aman. Setiap blok di dalam rantai memiliki tanda unik (hash) yang dihasilkan berdasarkan data di dalamnya dan blok sebelumnya.
Sistem keamanan dalam Blockchain itu membuat hampir tidak mungkin bagi seorang hacker untuk memodifikasi data tanpa terdeteksi.
3. Desentralisasi
Blockchain tidak bergantung pada satu pengelola terpusat. Jaringan ini bekerja dengan model peer-to-peer (P2P), yang mana setiap orang dalam jaringan memiliki salinan lengkap dari semua data yang tersimpan di dalam Blockchain.
4. Efisiensi biaya
Dengan Blockchain, transaksi dapat dilakukan tanpa perantara seperti bank atau lembaga keuangan lainnya sehingga biaya transaksi bisa lebih efisien. Selain itu, proses transaksi juga menjadi lebih cepat karena tidak perlu melalui banyak tahapan verifikasi.
5. Privasi
Banyak jaringan Blockchain beroperasi sebagai basis data publik, yang berarti siapa pun dapat melihat daftar riwayat transaksi jaringan. Kendati demikian, mereka bakal sulit mengakses informasi identitas tentang pengguna yang melakukan transaksi tersebut.
Itulah manfaat Blockchain yang perlu diketahui. Penggunaan Blockchain kini telah berkembang pesat. Meski dulunya hanya dipakai untuk mendukung layanan mata uang kripto, Blockchain sekarang sudah dimanfaatkan di berbagai bidang.
Lantas, Blockchain digunakan untuk apa? Jika tertarik buat mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai beberapa contoh Blockchain dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Blockchain
Blockchain kini banyak dimanfaatkan di berbagai bidang. Blockchain tidak hanya dipakai untuk mendukung transaksi dalam mata uang kripto. Adapun beberapa contoh Blockchain di berbagai bidang adalah sebagai berikut.
1. Mata uang kripto
Contoh penggunaan Blockchain pertama yang paling populer adalah dalam mata uang kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya. Mata uang kripto ini memungkinkan transaksi langsung tanpa perantara dan memberikan keamanan serta anonimitas.
2. Sistem Voting
Blockchain juga mulai diaplikasikan dalam sistem pemilihan suara elektronik (e-voting). Dengan teknologi ini, pemilu bisa dilakukan dengan lebih aman dan transparan karena setiap suara yang masuk akan tercatat di dalam Blockchain dan tidak bisa dimanipulasi.
3. Supply Chain
Blockchain dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasokan. Setiap langkah dalam proses pengiriman barang dapat tercatat di dalam Blockchain. Ini memungkinkan pelacakan barang secara real-time dan mengurangi risiko pemalsuan.
4. Smart Contracts
Smart Contracts adalah program dalam blockchain untuk memfasilitasi transaksi. Kontrak pintar beroperasi berdasarkan serangkaian kondisi yang disetujui pengguna. Jika kondisi tersebut terpenuhi, kontrak pintar akan menjalankan transaksi otomatis buat pengguna.
5. Layanan kesehatan
Penyedia layanan kesehatan dapat memanfaatkan blockchain untuk menyimpan catatan medis pasien mereka dengan aman. Saat catatan medis dibuat dan ditandatangani, catatan tersebut dapat ditulis ke dalam blockchain.
Dengan disimpan di Blockchain, catatan tersebut punya jaminan tidak dapat diubah.
Catatan kesehatan pribadi ini dapat dikodekan dan disimpan di blockchain dengan kunci pribadi sehingga hanya dapat diakses oleh orang tertentu yang membuat privasi terjamin.
Itulah beberapa contoh penggunaan Blockchain, yang kini tidak hanya terbatas pada mata uang kripto. Untuk diketahui, dalam menyediakan penyimpanan data yang aman, Blockchain memiliki beberapa jenis.
Lantas, apa saja macam-macam Blockchain? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai macam-macam Blockchain.
Macam-macam Blockchain
Blockchain setidaknya terdiri empat macam, yaitu Blockchain Publik, Blockchain Privat, Blockchain Konsorsium, dan Blockchain Hybrid. Macam-macam Blockchain itu dibedakan berdasar tipe jaringan yang dibuat.
Tiap macam Blockchain tersebut punya karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda. Dikutip dari Tech Target, adapun penjelasan dari macam-macam Blockchain itu adalah sebagai berikut.
1. Blockchain Publik
Blockchain publik adalah jenis blockchain yang bisa diakses oleh siapa saja tanpa ada pembatasan. Siapapun dapat berpartisipasi dalam jaringan Blockchain Publik. Contoh blockchain publik yang populer adalah Bitcoin dan Ethereum.
2. Blockchain Privat
Blockchain privat adalah jaringan blockchain yang hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang memiliki izin. Jenis ini biasanya digunakan oleh perusahaan untuk kebutuhan internal. Blockchain privat memberikan lebih banyak kontrol terhadap data yang disimpan.
3. Blockchain Konsorsium
Blockchain Konsorsium adalah jenis blockchain yang dikendalikan oleh sekelompok organisasi atau perusahaan. Jaringan ini cocok untuk sektor-sektor industri di mana banyak pihak perlu bekerja sama, tetapi dengan kontrol yang lebih terpusat.
4. Blockchain Hybrid
Blockchain Hybrid menggabungkan elemen-elemen dari blockchain publik dan privat. Sebagian data dan transaksi dapat diakses secara publik, sedangkan data sensitif disimpan di dalam jaringan privat yang hanya bisa diakses oleh pihak tertentu.
#blockchain #blockchain-adalah #apa-yang-dimaksud-dengan-blockchain #bagaimana-cara-kerja-dari-blockchain #apa-manfaat-dari-blockchain #blockchain-terdiri-dari-apa-saja #pengertian-blockchain #cara-ker