Kapitalisasi Pasar Tesla Capai US$ 1 Triliun Setelah Kemenangan Trump
Saham Tesla melonjak 8% pada Jumat (8/11/2024), mendorong kapitalisasi pasar produsen mobil listrik ini melampaui nilai US$ 1 triliun - Halaman all
(InvestorID) 09/11/24 07:44 17849513
NEW YORK, investor.id - Saham Tesla melonjak 8% pada Jumat (8/11/2024). Hal itu mendorong kapitalisasi pasar perusahaan produsen mobil listrik ini melampaui nilai US$ 1 triliun.
Kenaikan ini terjadi setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS, yang membuat investor optimistis bahwa kembalinya mantan pemimpin tersebut ke Gedung Putih dapat berkontribusi positif bagi Tesla.
Terlebih, CEO Tesla Elon Musk telah menjadi sekutu kunci bagi Trump sepanjang kampanyenya, menginvestasikan setidaknya US$ 130 juta dalam upaya kampanye pro-Trump.
Sebelum lonjakan minggu ini, kapitalisasi pasar Tesla tercatat sebesar US$ 807,1 miliar pada penutupan Selasa lalu. Bahkan, sebelum reli pekan ini, saham tesla hanya naik sekitar 1% sepanjang tahun ini. Namun, kini saham perusahaan tersebut telah meningkat sekitar 30% pada 2024.
Dengan pencapaian ini, Tesla bergabung dengan jajaran perusahaan teknologi lainnya yang juga bernilai lebih dari US$ 1 triliun, termasuk Nvidia, Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta, meskipun semua kecuali Meta memiliki nilai lebih dari US$ 2 triliun. Kapitalisasi pasar Tesla pertama kali melewati angka US$ 1 triliun pada Oktober 2021.
Analis dari Wedbush Securities Dan Ives menyatakan, potensi pemerintahan Trump bisa berarti kurangnya regulasi bagi Tesla dan perusahaan lain. Tesla memiliki skala dan cakupan yang tiada tanding di industri kendaraan listrik (EV), dan dinamika ini dapat memberikan Musk dan Tesla keunggulan kompetitif yang jelas di lingkungan tanpa subsidi EV.
“Ditambah kemungkinan tarif lebih tinggi dari China yang akan menghalangi pemain EV lebih murah dari China (seperti BYD, Nio, dll.) untuk membanjiri pasar AS dalam beberapa tahun ke depan,” jelas Ives.
Pajak Kendaraan Listrik
Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia mungkin akan menghapus kredit pajak kendaraan listrik federal sebesar US$ 7.500, yang selama ini membantu peningkatan penjualan kendaraan Tesla.
Dalam pembaruan kinerjanya yang terbaru, Tesla melaporkan pendapatan sebesar US$ 25,18 miliar dan laba bersih sebesar US$ 2,17 miliar pada kuartal ketiga.
Musk menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa ‘perkirakan terbaiknya’ adalah pertumbuhan kendaraan akan mencapai 20% hingga 30% tahun depan, berkat munculnya ‘kendaraan dengan biaya lebih rendah’ dan ‘kemajuan dalam teknologi otonomi’.
Tesla telah menjanjikan dan mengembangkan teknologi kendaraan tanpa pengemudi selama lebih dari satu dekade. Saingan utama di AS, Waymo yang dimiliki oleh Alphabet, telah melangkah lebih jauh dan sudah mengoperasikan layanan robotaxi komersial di beberapa kota besar.
Dalam panggilan kuartal ketiga, Musk menyatakan akan menggunakan pengaruhnya dengan pemerintahan Trump-Vance untuk mengatur ‘proses persetujuan federal untuk kendaraan otonom’. Saat ini, proses persetujuan dilakukan di tingkat negara bagian, yang dianggapnya sebagai rintangan regulasi yang harus dilalui Tesla saat akhirnya menawarkan sistem mengemudi yang lebih dari sekadar otomatis sebagian.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #tesla #saham-tesla #kapitalisasi-pasar-tesla #kemenangan-trump #donald-trump #elon-musk #mobil-listrik #berita-ekonomi-terkini