Pertamina Gandeng Vale Pasok BBM Hijau di Sektor Penambangan
Pertamina dan Vale berkolaborasi untuk mengimplementasikan bahan bakar ramah lingkungan di sektor pertambangan, mendukung target nol emisi 2060. Halaman all
(Kompas.com) 09/11/24 14:17 17880073
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Patra Niaga menggandeng PT Vale Indonesia Tbk dalam menggenjot penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di sektor pertambangan.
Bahan bakar Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel akan digunakan Vale untuk pengoperasian alat berat milik perusahaan.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken kedua perusahaan pada September 2024 lalu.
Vale akan menjadi pionir dalam mengadopsi HVO di operasional alat berat di sektor pertambangan, yang sekaligus mendukung target Indonesia mencapai nol emisi atau net zero emission pada 2060.
"Penggunaan HVO, Pertamina Renewable Diesel tidak hanya menjadi solusi bahan bakar berkelanjutan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional di industri tambang," ujar Maya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024).
"Penggunaan HVO, Pertamina Renewable Diesel tidak hanya menjadi solusi bahan bakar berkelanjutan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional di industri tambang," lanjutnya.
Maya pun berharap kerja sama dengan Vale ini akan diikuti sektor lain untuk beralih ke energi bersih.
Sementara itu, Direktur & Chief Operation and Infrastructure Officer Vale, Abu Ashar, mengatakan bahwa penggunaan HVO merupakan langkah strategis perusahaan dalam melakukan dekarbonisasi dan pengurangan jejak karbon.
"Penggunaan HVO merupakan langkah strategis dalam mencapai target dekarbonisasi kami. Selain mendukung efisiensi operasional, bahan bakar ini membantu mengurangi dampak lingkungan secara signifikan," katanya.
Adapun dalam uji coba pada dua unit truk tambang, Komatsu dan Caterpillar, penggunaan HVO menghasilkan pengurangan emisi karbon hingga 70 persen dan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen dibandingkan diesel konvensional.