Kemlu Pastikan Korban Tindak Asusila Ketua KPU Bukan Diplomat

Kemlu Pastikan Korban Tindak Asusila Ketua KPU Bukan Diplomat

Kemlu RI memastikan korban tindakan asusila yang dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari bukan diplomat Indonesia. - Halaman all

(InvestorID) 04/07/24 22:52 9678947

JAKARTA, investor.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan korban tindakan asusila yang dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari bukan diplomat Indonesia. Sebelumnya diberitakan, perempuan berinisial CAT adalah anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara II Kemlu Rolliansyah Soemirat, guna meluruskan pemberitaan dari beberapa media yang menyebut korban dalam kasus asusila Ketua KPU merupakan seorang diplomat.

“Kami harus luruskan dan memberi klarifikasi bahwa individu yang bersangkutan bukan diplomat Indonesia, dan bukan pegawai Kementerian Luar Negeri maupun KBRI Den Haag,” kata Rolliansyah yang akrab disapa Roy, melalui pesan singkatnya pada Kamis (4/7/2024).

Roy membeberkan CAT adalah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Belanda dan pada saat kejadian merupakan anggota PPLN Den Haag.

“Anggota PPLN biasanya terdiri dari unsur perwakilan RI dan masyarakat Indonesia di negara setempat,” ujar Roy.

Hasyim Asy’ari diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPU berdasarkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menerima aduan soal dugaan tindakan asusila yang dia lakukan terhadap CAT, anggota PPLN Den Haag.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy\'ari selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum RI terhitung putusan ini dibacakan," ujar Ketua DKPP RI Heddy Lugito dalam sidang pembacaan putusan di Kantor DKPP RI di Jakarta, Rabu (3/7/2024).

CAT, yang hadir secara langsung dalam sidang tersebut, mengapresiasi DKPP yang sudah berani mengambil keputusan yang dianggapnya adil atas kasus yang menimpanya.

Walaupun demikian, CAT selaku pengadu mengaku tidak mudah menjalani proses di DKPP RI.

"Dari awal sampai sekarang ini saya mengalami ups and downs yang cukup besar yang di mana saya terkadang juga bingung, tetapi saya didampingi oleh kuasa hukum yang sangat hebat. Jadi, sampai hasil yang pada hari ini telah ditentukan," kata CAT.

Pada kesempatan itu, ia juga mengaku sengaja hadir dari Belanda ke Kantor DKPP RI untuk menghadiri persidangan secara langsung.

"Karena saya sendiri ingin mengikuti, melihat, bagaimana keadilan di Indonesia ditegakkan, dan sekarang adalah buktinya di mana semua keadilan itu ditegakkan oleh DKPP," kata dia.

"Dan juga saya ingin memberikan inspirasi kepada semua korban, mau kasus apa pun itu untuk dapat berani, terutamanya perempuan, untuk mengajukan atau memperjuangkan keadilan," sambung CAT.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #kemlu #ketua-kpu #cat #diplomat #tindak-asusila #tindak-asusila-ketua-kpu #kasus-ketua-kpu #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366141/kemlu-pastikan-korban-tindak-asusila-ketua-kpu-bukan-diplomat