Hampir 80 Hektar Ruang Kantor di Kawasan Sudirman Kosong
Hingga kini masih ada hampir 80 hektar ruang kantor di kawasan Sudirman, Jakarta yang belum juga terisi. Halaman all
(Kompas.com) 05/07/24 06:00 9712493
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski aktivitas perkantoran sudah kembali normal pasca Covid-19, namun masih banyak ruang kantor di Jakarta yang belum terserap.
Dari Property Report Kuartal II-2024 yang dirilis oleh Colliers Indonesia, terlihat hampir 800.000 meter persegi atau 80 hektar ruang kantor di kawasan Sudirman yang belum terserap.
Namun hingga kuartal II tahun ini, hanya sekitar 76 persen dari total pasokan yang terpantau sudah dihuni.
Seperti diketahui, kawasan Sudirman di Jakarta Selatan merupakan kawasan perkantoran yang banyak disewa oleh perusahaan-perusahaan besar.
Kondisi minimnya serapan ruang kantor ini diperkirakan karena para perusahaan masih menentukan kebutuhan ruang kantor pasca Pandemi Covid-19 dan masih diberlakukannya model kerja hybrid.
"Pasca covid-19, perusahaan masih menentukan kebutuhan ruang kantor mereka. Apalagi masih ada model kerja hybrid di beberapa perusahaan," ungkap Senior Director of Office Services Department Colliers Indonesia Bagus Adikusumo dalam paparan Media Briefing Colliers, Ranu (3/6/2024).
Sementara itu, di kawasan Thamrin, tercatat 200.000 meter persegi atau sekitar 20 hektar ruang kantor yang belum terserap, dengan tingkat hunian ada di angka 71 persen.
Di kawasan Rasuna Said, tingkat hunian ruang kantor mencapai 79 persen. Namun masih banyak ruang kantor yang masih kosong, kurang lebih 300.000 meter persegi atau 30 hektar.
Untuk perkantoran di kawasan Mega Kuningan, tercatat saat ini masih belum terserap sebanyak 20 hektar, dengan tingkat okupansi sebesar 61 persen.
Secara umum, Jakarta Timur (Jaktim) merupakan area dengan tingkat okupansi ruang kantor tertinggi dan bisa menembus angka 88 persen. Hal ini karena minimnya pasokan ruang kantor di Jaktim.