Daftar Saham Bank yang Bakal Ngacir, Waktunya Serok

Daftar Saham Bank yang Bakal Ngacir, Waktunya Serok

BRI Danareksa Sekuritas menilai, saham bank sudah terdiskon besar dan masih memiliki fundamental kuat. - Halaman all

(InvestorID) 05/07/24 15:26 9755093

JAKARTA, Investor.id - BRI Danareksa Sekuritas menilai, saham bank sudah terdiskon besar dari valuasi rata-rata lima tahun. Itu artinya, saat ini adalah waktu tepat untuk menyerok saham bank-bank pilihan yang berpotensi ngacir ke depannya. 

Secara umum, broker ini menilai, fundamental perbankan masih kuat. Ini terlihat pada kualitas aset yang masih prima, termasuk untuk kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini berkat kinerja kredit segmen non-UMKM yang hanya membukukan rasio nonperforming loan (NPL) 1,8% per Maret 2024, dibandingkan Maret 2023 sebesar 2,2%.

Memang, tulis broker itu, NPL kredit UMKM naik menjadi 4% per Maret 2024 dari per Desember 2023 sebesar 3,7%. Tetapi, ini masih lebih rendah dari puncaknya pada 2017 dan 2021 masing-masing 4,7% dan 4,5%.

Di sisi lain, NPL kredit rumah tangga di luar properti mencapai 1,4%, dengan tren penurunan berkelanjutan. Adapun NPL bank perkreditan daerah (BPD) memang menyentuh level tertinggi, terutama di daerah yang terpencil. Sementara itu, NPL financial technology (fintech) peer to peer lending mencapai 2,8% per April 2024, terendah sejak Agustus 2022.

Broker ini percaya, aset industri finansial Indonesia masih solid, melihat perkembangan kredit konsumer, UMKM, BPR, dan fintech P2P. Selain itu, sebagai langkah antisipasi, pemain besar sudah mengalokasikan provisi yang jumbo. 

Sebagai contoh, BRI kini memandu biaya kredit (cost of credit/CoC) 2024 sebesar 3%, yang merefleksikan tambahan provisi Rp 10,7 triliun. Ini cukup untuk mengantisipasi pemburukan aset, terutama di segmen UMKM. Per Maret 2024, BRI menguasai 50% kredit segmen UMKM. Pada periode itu, NPL bertengger di level 3,4%, naik dari Desember dan Maret 2023 sebesar 3,2% dan 2,8%.

BRI Danareksa masih menetapkan rekomendasi overweight saham sektor perbankan. Alasannya, saat ini adalah waktu tepat untuk masuk saham-saham bank prospektif yang tercatat di bursa, akibat berkurangnya pembobotan ke IHSG.

“Penurunan bobot saham bank disebabkan kinerja harga yang lebih rendah dari IHSG,” tulis broker itu, dikutip Jumat (5/7/2024).  

Hal itu, demikian tulis broker itu, disebabkan masifnya capital outflow di saham bank. Tetapi, broker lokal masih memasang posisi overweight di saham bank

Saat riset ini dibuat, capital outflow di saham BBRI mencapai Rp 20,4 triliun secara year to date (ytd). Ini menghapus capital inflow masih Rp 23,6 triliun ke saham itu pada 2021. Sementara itu, saham BRIS menjadi satu-satunya saham bank yang mencetak capital inflow, yakni Rp 1 triliun, sedangkan tahun lalu Rp 600 miliar.

Ke depan, BRI Danareksa menilai, risiko penurunan saham bank sudah terbatas. Apalagi, cost equity saham bank sudah -1 standar deviasi, menandakan valuasi PBV di bawah rata-rata lima tahun.

Memang, tulis broker itu, dalam jangka pendek, pengetatan likuiditas akan menjadi tantangan perbankan. Tetapi, kekhawatiran pemburukan aset perbankan tidak terbukti.

Broker ini masih mempertahankan BBCA sebagai saham pilihan. Alasannya, bank ini memiliki likuiditas kuat dan kualitas aset ciamik. Sementara itu, penurunan besar saham BBRI bisa menjadi pintu masuk untuk mengoleksi saham ini.

BRI Danareksa merekomendasi buy saham BBCA, BMRI, BBNI, dan BRIS, dengan target harga Rp 11.300, Rp 7.400, Rp 6.800, dan Rp 2.800.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bri-danareksa-sekuritas #saham-bank #rekomendasi #target-harga #bbca #bbni #bmri #bris #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366198/daftar-saham-bank-yang-bakal-ngacir-waktunya-serok-