Zulhas Sebut Tekstil hingga Elektronik Asal China Bakal Kena Bea Masuk 200% - kumparan.com

Zulhas Sebut Tekstil hingga Elektronik Asal China Bakal Kena Bea Masuk 200% - kumparan.com

Mendag Zulhas menyebut tekstil hingga elektronik asal China bakal kena bea masuk 200 persen.

(Kumparan.com) 05/07/24 14:19 9755615

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan ada tujuh komoditas impor dari China yang akan dikenakan bea masuk hingga 200 persen. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan industri dalam negeri.

Ketujuh produk tersebut antara lain produk tekstil, pakaian jadi, keramik, elektronik. Kemudian kosmetik, barang tekstil sudah jadi lainnya, dan alas kaki.

“Rapat itu memutuskan ada tujuh komoditas yang harus mendapatkan perhatian khusus. Jadi tujuh itu, tentu kita Kemendag akan melakukan segala upaya sesuai dengan ketentuan dan aturan kita nasional maupun yang sudah disepakati lembaga dunia," kata Zulhas kepada wartawan di kantor Kemendag, Jumat (5/7).

Zulhas melanjutkan pihaknya masih mengkaji besaran biaya masuk yang akan dikenakan untuk produk asal China tersebut. “Nanti dihitung, bisa 50 persen, 100 persen sampai 200 persen, tergantung,” ujar Zulhas.

Dalam kesempatan sebelumnya, Zulhas berencana menerapkan nilai pajak yang tinggi untuk produk impor, termasuk dari China. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan industri dalam negeri. Terlebih, saat ini produk impor China dinilai over capacity.

Rencananya, aturan ini akan segera dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang akan diterbitkan pekan depan.

“Mungkin minggu depan sudah keluar,” kata Zulhas di acara Baitul Arqam Paripurna Pemuda Muhammadiyah 2024 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada Senin (2/7).

Zulhas mengungkapkan produk yang paling menjadi perhatian adalah bidang tekstil. “(Kita terapkan) Pajak yang tinggi. Untuk tekstil 100 hingga 200 persen. Mungkin minggu depan sudah keluar (Permendagnya),” ujar Zulhas.

“Keramik over capacity ke Indonesia yang bikin kita bangkrut, (pajaknya nanti) bisa sampai 200 persen,” tambahnya.

Zulhas menegaskan pemerintah sudah berupaya mengatasi banjir impor. Misalnya, lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 8 tahun 2024 yang merupakan perubahan ketiga atas Permendag nomor 13 tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

“Sebelumnya mulai 2022 sudah dilihat bahwa Tiongkok akan over capacity. Karena seluruh produk Tiongkok di-banned oleh Eropa. Pasti kita akan kebanyakan. Oleh karena itu saya buat Permendag nomor 36, nomor 7, dan nomor 8. Tapi Kementerian lain enggak siap. Permendag bagus itu diubah lagi. Jalan keluar terbaik kita berikan pajak yang tinggi untuk melindungi industri dalam negeri,” tutur Zulhas.

#zulhas #mendag #tekstil #elektronik

https://kumparan.com/kumparanbisnis/zulhas-sebut-tekstil-hingga-elektronik-asal-china-bakal-kena-bea-masuk-200-234Mf26rG5H