Ternyata Ini Konten YouTube yang Jadi Favorit Gen Z
Laporan yang dirilis YouTube mengungkap jenis konten yang jadi favorit generasi Z. Youtube mengatakan konten seperti ini dapat memperluas budaya. Halaman all
(Kompas.com) 03/07/24 19:00 9822566
KOMPAS.com - YouTube mengatakan bahwa generasi Z atau biasa disebut Gen Z (kelahiran tahun 1997 dan di atasnya) cenderung lebih menyukai konten buatan penggemar (fan made) daripada konten asli.
Konten fan made tersebut contohnya adalah video reaksi (reaction), fancam, rekap, parodi, komentar, video penjelasan, unboxing, meme, fan-art, dan lainnya.
Hal ini terungkap dalam laporan tahunan bertajuk Culture & Trends Report: Fandom yang dirilis YouTube belum lama ini.
Studi YouTube dilakukan oleh firma riset SmithGeiger, dengan insight Fandom Institute KR&I. Respondennya adalah orang dewasa yang aktif online, berusia 14–44 tahun. Studi tersebut mendefinisikan responden Gen Z sebagai orang yang berusia antara 14 dan 24 tahun.
Bagi yang tak familier, fandom didefinisikan sebagai hubungan antara orang-orang dan objek fandom mereka. Objek yang digemari bisa orang (artis, penyanyi, boyband, dll) atau benda (film, makanan, sepatu, dll), menurut Institut Fandom KR&I.
YouTube Laporan YouTube bertajuk Culture & Trends Report: Fandom. Dalam laporan ini, YouTube mengungkapkan bahwa Gen Z cenderung lebih menyukai konten buatan penggemar (fan made) daripada konten asli. Konten fan made tersebut mencakup video reaksi, fancam, rekap, parodi, komentar, video penjelasan, unboxing, meme, fan-art, dan lainnya.Hasil ini muncul setelah survei YouTube kepada 847 penggemar online dengan rentang usia 14-44 tahun di Amerika Serikat.
Untuk kalangan Gen Z di AS yang disurvei, penggemar menggambarkan diri mereka sebagai:
- Penggemar biasa/ Casual Fan (42 persen): seseorang yang terkadang berinteraksi dengan orang tersebut atau hal yang mereka sukai.
- Penggemar berat/ Big Fan (29 persen): seseorang yang terlibat dalam momen-momen penting dan secara teratur menghabiskan uang untuk fandom itu.
- Penggemar berat/ Super Fan (21 persen): seseorang yang terlibat secara rutin, berpartisipasi dalam komunitas fandom, dan berusaha keras untuk menjadi penggemar.
- Penggemar profesional (8 persen): seseorang yang memperoleh pendapatan dari sebuah fanship.
Penggemar tidak hanya mengonsumsi konten dari fandom mereka, tapi juga aktif terlibat dalam percakapan bahkan menciptakan konten video sendiri. Dari 350 penggemar Gen Z (usia 14-24 tahun), 65 persen menganggap diri mereka sebagai kreator.
Penggemar yang juga sebagai kreator memiliki kekuatan tersendiri karena mereka tahu apa yang diinginkan penggemar, dan sebagai pencipta, mereka tahu cara menggunakan teknologi dan platform yang tersedia untuk mereka.
YouTube/ AllySheehan Tampilan channel YouTube Ally Sheehan, yang didedikasikan untuk fandom Swifties.Misalnya, kreator @AllySheehan yang merupakan seorang Swifties, fandom penggemar musisi Taylor Swift.
Sheehan yang memiliki 189.000 subscriber ini mendedikasikan saluran YouTube-nya untuk video lirik, video serba-serbi, video panjang soal tentang dampak budaya, hingga video tutorial gelang persahabatan Swifties.
Menurut laporan tersebut, konten buatan penggemar justru terkadang lebih populer dibandingkan konten asli bikinan artis atau brand. Hal ini terjadi seiring dengan budaya "fandom" yang terus menguat dan menjanjikan.
Misalnya, ketika Rockstar Games merilis trailer game Grand Theft Auto VI yang telah lama ditunggu-tunggu, para penggemar langsung menontonnya.
Trailer tersebut telah ditonton lebih dari 93 juta kali dalam 24 jam, memecahkan rekor debut video non-musik berdurasi 24 jam.
Lebih dari itu, penggemar juga mulai membuat video reaksi, rincian trailer, dan analisi soal Grand Theft Auto VI dari video trailer. Video reaksi tersebut mengumpulkan lebih dari 192 juta penayangan dalam periode 24 jam yang sama.
Menurut YouTube, konten penggemar itu memperluas momen budaya, memungkinkan penggemar online untuk menyelami kembali dan menafsirkannya kembali tentang suatu hal melalui lensa yang berbeda, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laporan YouTube, Sabtu (6/7/2024).
YouTube juga menggarisbawahi bahwa budaya penggemar (fandom) ini merupakan "pendorong utama munculnya budaya populer".
Dengan fenomena fandom ini, YouTube menyarankan artis, musisi, brand, dan lainnya untuk merespons/berinteraksi dengan video buatan penggemar. Tujuannya untuk semakin memperkuat hubungan dengan audiens/penggemar.
#video #gen-z #kreator #youtube #fandom #konten-video #fancam