Kritik Permendag 8/2024, Hippindo: Impor Resmi Sulit, Impor Ilegal Marak...
Hippindo mengatakan, alih-alih memperketat impor resmi, pemerintah seakan tak memberantas kegiatan impor ilegal. Halaman all
(Kompas.com) 06/07/24 12:00 9849499
JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (APREGINDO) mengatakan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 Tentang Kebijakan Impor tidak efektif menyelesaikan akar masalah.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, alih-alih memperketat impor resmi, pemerintah seakan tak memberantas kegiatan impor ilegal.
"Akar masalahnya adalah impor ilegal dan impor borongan yang harus ditindak tegas dan diberantas," kata Budi dalam Konferensi Pers bertajuk "Impor Ilegal Berjaya, Impor Resmi Dipersulit" di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Budi mengatakan, kalangan pengusaha khawatir Permendag 8/2024 lantaran impor resmi yang dipersulit. Hal ini, kata dia, akan membuat ritel modern dengan brand global kekosongan barang.
Selain itu, akan menimbulkan maraknya produk ilegal impor di pasar lokal.
"Yang mengakibatkan terpuruknya perdagangan dalam negeri dimana pabrik lokal, produk lokal dan UMKM terancam terpuruk," ujarnya.
Budi mengatakan, pemerintah perlu memberikan dukungan kepada brand global yang bukan saingan brand lokal dan UMKM, lantaran kehadiran brand tersebut dapat menarik traffic wisata belanja ke Indonesia dan mencegah masyarakat Indonesia berbelanja di luar negeri sehingga mengamankan devisa negara.
Ia mengatakan, sektor ritel sebagai lokomotif ekosistem ekonomi dari hulu ke hilir yang menghubungkan berbagai elemen seperti produsen, pabrik, distributor, supplier, UMKM, pusat perbelanjaan, dan marketplace, merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 52 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Budi mengatakan, apabila sektor ini terganggu, dampaknya akan sangat luas mengingat perannya yang krusial dalam konsumsi dan pembelian barang produksi dalam negeri.
"Oleh karena itu, dukungan dan regulasi yang tepat dari pemerintah sangat penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini," ucap dia.