Gerutu Penumpang: Naik Transjakarta Masih

Gerutu Penumpang: Naik Transjakarta Masih "Bisa Tua" di Jalan

Seorang pengguna bus transjakarta, Sarah (26), masih sering menemukan adanya motor atau mobil yang menerobos busway sehingga bikin macet. Halaman all

(Kompas.com) 06/07/24 11:38 9849501

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengguna transportasi umum transjakarta, Sarah (26), masih sering menemukan adanya motor atau mobil yang menerobos busway sehingga menyebabkan kemacetan di jalur yang semestinya steril.

Padahal, kata Sarah, dia memilih bus transjakarta untuk menunjang mobilitas bekerja demi menghindari kemacetan dan polusi di Jakarta.

"Terkadang kesal kalau pas naik transjakarta juga suka kena macet karena ada mobil atau motor yang lewat nekat di jalur busway," kata Sarah kepada Kompas.com, dikutip Sabtu (6/7/2024).

Sarah menuturkan, dia memilih bus transjakarta karena dia enggan bermacet ria di jalan saat berangkat ataupun pulang bekerja.

Ia pun setuju dengan istilah "tua di jalan". Sebab, menurut Sarah, banyak waktu terbuang sia-sia apabila naik kendaraan pribadi.

"Setuju (istilah tua di jalan), sebenarnya bukan tua di jalannya, tapi lebih ke banyak waktu yang terbuang sia-sia karena harus menunggu kemacetan yang berjam-jam," imbuhnya.

Sependapat dengan Sarah, Lia (30) juga mengatakan, jalur transjakarta belum sepenuhnya terhindar dari kemacetan.

"Kalau yang non-BRT kan jalurnya bareng kendaraan lain, sama saja, ikut kena macet-macetan. Masalah macet kecuali transJakarta (non-BRT) yang enggak punya jalur sendiri, sama saja," ucap dia.

Menurut Lia, jika suatu saar nanti semakin banyak pengguna moda transportasi umum, maka kemacetan di Jakarta dapat terurai.

"Perkara macet sih gara-gara volume kendaraan saja yang harus dipikirkan gimana ngaturnya. Saya menghindari macet sekaligus \'tua di jalan\' asalkan jam kedatangan (KRL dan TransJakarta) enggak ngaret," ucap dia.

Meski TransJakarta belum lepas dari kemacetan, Lia masih tetap memilih transportasi umum itu karena lebih ramah di kantong.

"Naik transum (transportasi umum) sekarang tuh karena bisa irit transJakarta ketimbang ojek online," ucap Sarah.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencatat pengguna transportasi publik di Jakarta hanya sekitar empat juta orang atau mencapai 18,86 persen pada 2023.

"Di 2023, sekitar 21.750.000 data perjalanan di Jakarta, yang sudah menggunakan transportasi publik sekitar empat juta. Jadi kalau dipresentasikan hanya dapat 18,86 persen," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syaripudin dalam diskusi Publik Institut Studi Transportasi (INSTRAN) yang diikuti Kompas.com melalui Zoom, Kamis (4/7/2024).

Syaripudin menuturkan, Pemprov Jakarta berencana meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum hingga mencapai 30 persen di 2030.

"Di 2030 nanti, kami berharap di posisi sampai dengan 30 persen. Jadi, sisa waktu enam tahun kami kejar bagaimana masyarakat menggunakan transportasi publik," ujar dia.

#transjakarta #bus-transjakarta #masuk-jalur-busway

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/06/11381231/gerutu-penumpang-naik-transjakarta-masih-bisa-tua-di-jalan