Vietnam Wajibkan Biometrik untuk Pembayaran Digital

Vietnam Wajibkan Biometrik untuk Pembayaran Digital

Pihak berwenang Vietnam telah mewajibkan penggunaan teknologi pengenalan wajah biometrik pembayaran digital melebihi jumlah tertentu. - Halaman all

(InvestorID) 06/07/24 15:00 9862994

HANOI, investor.id – Pihak berwenang Vietnam telah mewajibkan penggunaan teknologi pengenalan wajah dengan biometrik untuk pembayaran digital melebihi US$ 390 (Rp 6,34 juta).

Persyaratan baru ini berlaku untuk transfer uang yang dilakukan melalui bank dan dompet elektronik, sehingga memerlukan pemindaian wajah melalui aplikasi perbankan ponsel pintar, menurut laman Biometric Update, dikutip pada Sabtu (6/7/2024).

Bank Negara Vietnam telah menyatakan tindakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan transaksi secara daring dan berbasis kartu. Meskipun demikian, peraturan tersebut telah memicu kekhawatiran privasi dan keamanan di kalangan pengguna internet, yang mengkhawatirkan pengumpulan data biometrik yang ekstensif dan potensi paparan terhadap ancaman dunia maya.

Kekhawatiran ini ditegaskan oleh tantangan keamanan siber yang dihadapi Vietnam. Pada 2023, domain web Vietnam .vn menduduki peringkat kelima paling rentan secara global terhadap serangan siber dan pencurian data, menurut laporan perusahaan keamanan siber Kaspersky.

Tren Global Menuju Biometrik

Pergerakan Vietnam menuju pengenalan wajah untuk pembayaran digital adalah bagian dari tren global di mana negara-negara semakin banyak memasukkan teknologi biometrik ke dalam sistem keuangan.

Langkah-langkah serupa telah diterapkan di negara-negara seperti China dan India, di mana data biometrik digunakan untuk verifikasi identitas dan mengamankan transaksi digital. Namun, inisiatif ini sering kali mendapat kritik karena potensi pelanggaran privasi dan risiko yang terkait dengan pelanggaran data.

Seiring kemajuan Vietnam dalam perjalanan transformasi digitalnya, keseimbangan antara peningkatan keamanan dan perlindungan privasi individu masih menjadi perdebatan utama. Lembaga keuangan kini ditugaskan untuk beradaptasi dengan peraturan baru, yang mungkin memerlukan peningkatan teknologi secara signifikan dan peningkatan biaya kepatuhan.

Perdebatan seputar perlunya dan implikasi dari langkah-langkah keamanan tersebut terus berkembang. Sementara itu, para pemangku kepentingan terus mengamati dampaknya terhadap sektor keuangan dan kebebasan individu.

Evolusi Teknologi

Kemajuan teknologi diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap kemanjuran dan keamanan sistem pengenalan wajah. Teknologi baru seperti AI dan pembelajaran mesin (ML) siap untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan sistem pengenalan wajah, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Algoritme kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) menjadi lebih canggih dalam membedakan upaya nyata dan penipuan dalam menggunakan pengenalan wajah, sehingga meningkatkan ketahanan sistem terhadap serangan spoofing.

Sebagai informasi, spoofing adalah bentuk kejahatan siber dengan praktik penyamaran informasi yang dalam praktiknya pelaku seakan-akan berperan sebagai pihak berwenang, seperti dari bank atau institusi lainnya, untuk memperoleh akses secara tidak sah ke suatu komputer, telepon seluler atau handphone, surel, maupun sistem informasi.

Namun, seiring kemajuan teknologi, metode yang digunakan penjahat dunia maya untuk mengeksploitasi kerentanan juga ikut meningkat. Kebutuhan akan kewaspadaan terus-menerus dan adaptasi langkah-langkah keamanan tetap penting.

Pemerintah dan lembaga keuangan harus mengantisipasi potensi ancaman dengan terus memperbarui dan meningkatkan sistem pengenalan wajah mereka untuk mengatasi tantangan baru.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #vietnam #biometrik #ai #artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #pembayaran-digital #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366279/vietnam-wajibkan-biometrik-untuk-pembayaran-digital