Gaji dan Fleksibilitas Jam Kerja Jadi Penentu Terbesar Gen Z Saat Memilih Pekerjaan

Gaji dan Fleksibilitas Jam Kerja Jadi Penentu Terbesar Gen Z Saat Memilih Pekerjaan

Berdasarkan hasil survei Jakpat dan Jangkara pada 2024 yang melibatkan 1.377 responden, gaji menjadi faktor utama Gen Z saat memilih pekerjaan. Halaman all

(Kompas.com) 06/07/24 13:30 9873406

JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi Z memiliki sejumlah preferensi saat menentukan pekerjaan. Generasi yang lahir tahun 1997-2012 ini lebih memilih pekerjaan yang fleksibel dan gaji yang sesuai.

Berdasarkan hasil survei Jakpat dan Jangkara pada 2024 yang melibatkan 1.377 responden, gaji menjadi faktor utama Gen Z saat memilih pekerjaan. Faktor ini dipilih oleh 65 persen responden.

Menurut sebagian besar Gen Z (40 persen), besaran gaji yang ideal itu di kisaran Rp 5-10 juta per bulan.

Namun ada juga 31 persen responden Gen Z berekspektasi mendapatkan gaji di angka Rp 1-5 juta, 15 persen berekspektasi gaji Rp 10-20 juta, dan 14 persen berekspektasi gaji di atas Rp 20 juta.

"33 persen responden menyebut gaji mereka saat ini ada di angka moderat, alias tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah dari ekspektasi gaji yang mereka harapkan," tulis laporan Jakpat dan Jangkara, dikutip Sabtu (6/7/2024).

Gen Z Pilih Pekerjaan dengan Fleksibilitas Tinggi

Selain gaji, faktor utama lainnya yang menjadi pertimbangan Gen Z saat memilih pekerjaan ialah fleksibilitas waktu kerja.

Dalam laporan yang sama, sebanyak 48 persen Gen Z tertarik dengan pekerjaan freelancer yang memiliki fleksibilitas jam kerja yang tinggi.

Hal ini diperkuat juga dengan hanya 8 persen Gen Z yang memilih pekerjaan dengan skema work from office (WFO) dan 13 persen memilih pekerjaan dengan skema WFO dan work from home (WFH).

"Pekerjaan yang menekankan pola tradisional seperti WFO tidak banyak dipilih oleh responden," kata laporan Jakpat dan Jangkara.


Sebab menurut Gen Z keseimbangan dalam bekerja dan kehidupan pribadi sangat penting. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dinilai akan berdampak positif secara mental dan fisik.

Hal ini terlihat dari hasil survei yang menyebut sebanyak 95 persen responden menjawab work life balance penting bagi kehidupan mereka.

Selain itu, sebanyak 69 persen responden menyebut pentingnya work life balance untuk meningkatkan kemampuan diri, 67 persen responden untuk menjaga kesehatan mental, dan 55 persen responden untuk menjaga Kesehatan fisik.

#jakarta #gen-z

https://money.kompas.com/read/2024/07/06/133000526/gaji-dan-fleksibilitas-jam-kerja-jadi-penentu-terbesar-gen-z-saat-memilih