Apa Bahan Kimia Paling Berbahaya di Dunia?

Apa Bahan Kimia Paling Berbahaya di Dunia?

Ada banyak bahan kimia yang membahayakan. Tetapi, manakah bahan kimia yang paling berbahaya? Halaman all

(Kompas.com) 06/07/24 19:37 9881543

KOMPAS.com - Toksin botulinum, racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum, adalah zat alami paling beracun di Bumi, yang menghalangi sinyal saraf ke otot hingga menyebabkan kematian karena kelumpuhan.

Demikian pula, potent nerve agent VX, yang dikembangkan sebagai senjata kimia oleh militer Inggris, juga membuat korbannya mati lemas dengan melumpuhkan otot-otot pernapasan.

Kemudian, ada klorin trifluorida, gas tak berwarna yang sangat korosif, yang sangat reaktif sehingga dapat meledak secara spontan saat bersentuhan dengan bahan yang tampaknya tidak berbahaya seperti air, pasir, atau bahkan abu zat yang telah terbakar.

Tetapi, manakah bahan kimia yang paling berbahaya?

Bahan kimia paling berbahaya

Untuk menentukan hal tersebut, perlu memperhatikan kombinasi efek dan paparan.

Potent nerve agent secara luas dianggap sebagai senjata kimia paling beracun karena batas toksiknya yang sangat kecil dan dampaknya yang sangat cepat pada tubuh manusia.

Hanya 10 miligram (sepersepuluh ribu gram) VX sudah cukup untuk menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Namun, hanya satu orang yang terbunuh oleh bahan kimia saraf selama dekade terakhir.

Sementara itu, lebih dari 100.000 orang di AS secara tidak sengaja keracunan oleh bahan kimia rumah tangga seperti pemutih dan disinfektan, meskipun zat-zat ini bekerja lebih lambat dan jauh lebih tidak beracun daripada VX.

Selain itu, beberapa bahan kimia umum dapat berakibat fatal jika dicampur. Misalnya, mencampur pembersih saluran air dan pemutih akan melepaskan gas klorin yang beracun.

Kedua contoh tersebut menyoroti masalah utama dalam menentukan peringkat bahan kimia berdasarkan bahayanya, yakni untuk mengevaluasi bahaya, kita perlu mengetahui seberapa besar kemungkinan seseorang terpapar bahan kimia.

Ahli mendefinisikan bahaya menggunakan kombinasi dua faktor, yakni bahaya dan risiko.

Bahaya adalah sesuatu yang berpotensi menimbulkan kerugian, sedangkan risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian dan tingkat keparahan kerugian tersebut.

Oleh karena itu, bahaya adalah sifat tetap dari suatu alat atau bahan kimia, sementara risikonya bervariasi, bergantung pada bagaimana objek tersebut digunakan.

Kita secara otomatis mempertimbangkan keseimbangan dua faktor ini setiap hari. Contoh, kita tahu bahwa pisau adalah benda tajam dan akan bisa melukai kita. Namun, cara kita menggunakan dan menyimpan pisaulah yang menentukan apakah pisau itu membahayakan kita.

Logika yang sama berlaku untuk bahan kimia. Bahkan bahan kimia yang sangat berbahaya tidak menimbulkan risiko apa pun jika tidak ada paparan.

Oleh karena itu, toksin botulinum, VX, dan klorin trifluorida sangat berbahaya tetapi risikonya sangat rendah bagi kebanyakan orang.

Di samping itu, menentukan bahan kimia mana yang paling berbahaya pun memiliki kesulitan lain karena ada begitu banyak cara bahan kimia tersebut dapat menyebabkan kerusakan.

Namun, sekali lagi, ahli menekankan bahwa yang mana dari bahan-bahan ini yang paling berbahaya bergantung pada konteksnya.

Misalnya, meskipun klorin merupakan disinfektan umum di kolam renang saat ini, gas pekat tersebut digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I dan menyebabkan luka bakar kimia dan iritasi pernapasan.

Namun, perbedaan utamanya adalah bahwa kolam renang hanya mengandung sedikit klorin, dan jumlah kecil tersebut terlarut ke dalam air.

#bahan-kimia #bahan-kimia-paling-berbahaya #bahan-kimia-berbahaya

https://www.kompas.com/sains/read/2024/07/06/193744523/apa-bahan-kimia-paling-berbahaya-di-dunia