Menu Saham Paling Recommended, Prioritas Beli untuk Semester II
Berikut adalah menu saham pilihan teratas yang bisa menjadi prioritas beli pada semester II-2024. Plus, target harganya... - Halaman all
(InvestorID) 07/07/24 08:50 9953538
JAKARTA, investor.id – BRI Danareksa Sekuritas tetap memperkirakan pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) tahun 2024 dan 2025 sebesar 3% dan 8%, setelah melihat laba bersih emiten pada kuartal I-2024. Meski demikian, pertumbuhan dan valuasi saham di Indonesia dibandingkan negara-negara berkembang lainnya telah membaik ketimbang awal kuartal II-2024.
Saat ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) berada pada rasio PE (price toearnings) sebesar 12,4 kali dan pertumbuhan EPS 12 bulan mencapai 5,8%. Dibandingkan negara berkembang lainnya dengan rata-rata rasio PE sebesar 13,4 kali dan pertumbuhan 8,8%, pasar saham Indonesia memang masih kurang menarik.
“Itu mencerminkan prospek pertumbuhan yang utuh bagi Indonesia pada 2025 dibandingkan negara berkembang lainnya,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dalam risetnya.
Menurut dia, likuiditas dalam negeri terus mengetat pada kuartal II-2024 di tengah berlanjutnya kebijakan moneter BI dalam menjaga nilai tukar rupiah. Sementara itu, risiko perlambatan pertumbuhan domestik lebih lanjut pada semester II-2024 bakal terus diminimalkan oleh belanja perlindungan sosial oleh pemerintah.
“Tim makro kami mencatat bahwa bantuan sosial (bansos) pemerintah tetap stabil pada kisaran Rp 7-8 triliun per bulan selama Januari-April 2024. Kemudian, sedikit naik menjadi Rp 10 triliun pada Mei 2024, sehingga memberikan visibilitas bahwa pengeluaran semacam itu dapat dipertahankan,” jelas Erindra.
Di tengah ekspektasi peningkatan likuiditas, BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang bagi investor untuk meningkatkan eksposur pada sektor/saham dengan beta lebih tinggi dan visibilitas laba yang lebih baik pada kuartal II-2024.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan beberapa saham pilihan utama dari sektor bank, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Rekomendasi untuk saham tiga bank tersebut adalah buy. Target harga saham BBCA sebesar Rp 11.300, BMRI Rp 7.400, dan BRIS Rp 2.700.
Selain itu, investor bisa menambah koleksi saham dengan beta yang lebih tinggi di sektor lain, yaitu properti dengan pilihan teratas PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Rekomendasi untuk saham CTRA adalah buy dengan target harga Rp 1.700.
Begitu juga dengan saham bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO). Rekomendasinya buy dengan target harga Rp 4.500.
BRI Danareksa Sekuritas juga menyukai saham PT Indosat Tbk (ISAT) mengingat potensi peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (average revenue per user/ARPU) pada kuartal II-2024. Rekomendasi untuk saham ISAT adalah buy dengan target harga Rp 13.300.
“Kami juga mengharapkan peningkatan laba bersih produsen logam Indonesia, terutama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA),” pungkas Erindra.
Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham NCKL dengan target harga Rp 1.300. Sama halnya dengan saham MBMA, rekomendasi buy dan target harga Rp 700.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rekomendasi-saham #bbca #bmri #bris #nckl #mbma #isat #ctra #ihsg #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366232/menu-saham-paling-recommended-prioritas-beli-untuk-semester-ii