Kemenkeu Minta Geo Dipa Mulai Pikirkan Bisnis Karbon Halaman all - Kompas.com

Kemenkeu Minta Geo Dipa Mulai Pikirkan Bisnis Karbon Halaman all - Kompas.com

Karbon bisa jadi peluang bisnis baru dan hal itulah yang harus dikembangkan di Geo Dipa sebagai perusahaan yang memproduksi energi dari panas bumi. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 07/07/24 12:16 9994083

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta PT Geo Dipa Energi (Persero) Tbk untuk mulai memikirkan bisnis karbon. Sebab, menurut Suahasil, karbon adalah masa depan.

Hal itu disampaikan pada acara ulang tahun ke 22 Geo Dipa di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah pada Minggu (7/7/2024). Sekaligus, acara peresmian program bersama Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Sinergi Penyelamatan DAS Serayu dari 7 perusahaan di bawah Kementerian Keuangan yang disebut Special Mission Vehicle (SMV).

"Karbon ini bisnis masa depan dunia. Untuk SMV, pikirkan mengenai posisi Anda semua di dalam carbon footprint dan bagaimana cara dan apa yang kita lakukan untuk jadi carbon offset (upaya mengurangi karbon) bagi dunia," kata Suahasil.

Poin yang harus jadi perhatikan oleh SMV dan juga Geo Dipa, lanjut Suahasil, yakni bahwa penggunaan fosil fuel akan meniggalkan carbon footprints atau jejak karbon karena mengeluarkan CO2 yang bikin bumi lebih panas, temperatur meningkat, hingga perubahan iklim ekstrem.

"50 tahun yang lalu kalau pemerintah terbitkan konsesi hutan tujuannya supaya boleh tebang kayu, sekarang kalau pemerintah terbitkan konsesi hutan tujuannya supaya kayunya dipelihara agar bisa diklaim karbonnya, yang bisa diklaim itu lalu dijual ke kegiatan ekonomi yang hasilkan karbon," papar Suahasil.

Oleh sebab itu, karbon bisa jadi peluang bisnis baru dan hal itulah yang harus dikembangkan di Geo Dipa sebagai perusahaan yang memproduksi energi dari panas bumi.

"Kita punya hutan, punya panas bumi. Sehingga punya carbon offset. Seharusnya kita yang musti ajarin internasional soal carbon offset. Harapannya di tahun2 ke depan Geo Dipa jadi champion di urusan karbon ini," lanjut Suahasil.



Ekspansi Geo Dipa

Dalam kesempatan ini, Suahasil juga mendorong Geo Dipa sebagai perusahaan dibawah wewenangnya untuk melakukan ekspansi daerah operasionalnya baik di Dieng dan Patuha, juga di daerah-daerah lain. Sehingga potensi panas bumi RI benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Dengan potensi panas bumi luar biasa besar belum banyak yang diupayakan dan diusahakan. Geo Dipa sebagai salah satu perusahaan di Kemenkeu diberi tugas supaya panas bumi bisa bermanfaat bagi rakyat indonesia," kata Suahasil.

Sebagai informasi, panas bumi RI penting posisinya lantaran potensi sumber dayanya saat ini disebut mencapai 23.765,5 MW atau sekitar 40 persen total potensi panas bumi global.

Dengan potensi itu, industri panas bumi Indonesia dapat menjadi tulang punggung untuk mewujudkan ketahanan energi dan ekonomi nasional. Serta, memiliki peran penting untuk dapat membantu merealisasikan target NZE 2060 dan pelaksanaan kebijakan ekonomi hijau.

PT Geo Dipa Energi (Persero)/PT GDE sendiri mencatat capaian produksi tahun 2023 sebesar 825 GWh yang berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan sebesar Rp1.049 miliar dan laba bersih sebesar Rp219 miliar.

Capaian produksi dan laba bersih PT GDE tahun 2023 merupakan all time high atau capaian tertinggi Perseroan semenjak berdiri pada tahun 2002.

#banjarnegara #geo-dipa-energi #suahasil-nazara

https://money.kompas.com/read/2024/07/07/121613126/kemenkeu-minta-geo-dipa-mulai-pikirkan-bisnis-karbon?page=all