#30 tag 24jam
Wall Street Merosot pada Senin (4/10) di Pekan Pemilu AS dan Rapat Suku Bunga The Fed
Wall Street ditutup turun setelah sesi yang bergejolak pada hari Senin (4/11) karena investor menunggu pilpres AS dan rapat The Fed. [609] url asal
#ihsg #wall-street #dow-jones-industrial-average #nasdaq-composite #s-amp-p-500 #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan-Investasi) 05/11/24 05:10
v/17486809/
Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street ditutup turun setelah sesi yang bergejolak pada hari Senin (4/11). Investor bersiap untuk minggu yang krusial di mana warga Amerika Serikat (AS) akan memilih presiden baru pada Selasa, 5 November 2024 dan Federal Reserve akan mengumumkan pernyataan kebijakannya pada Kamis, 7 November 2024.
Senin (4/11), Dow Jones Industrial Average turun 257,59 poin atau 0,61% menjadi 41.794,60. Indeks S&P 500 turun 16,11 poin atau 0,28% menjadi 5.712,69. Nasdaq Composite turun 59,93 poin atau 0,33% menjadi 18.179,98.
Calon presiden Donald Trump dan Kamala Harris sama-sama berjuang untuk mendapatkan keunggulan di hari terakhir perlombaan yang menurut jajak pendapat sangat ketat. Butuh waktu berhari-hari untuk menentukan pemenangnya.
Beberapa yang disebut Trump trade mereda setelah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan Harris, wakil presiden Demokrat, unggul di Iowa, yang memicu penurunan dolar AS, imbal hasil Treasury, dan bitcoin. Trump Media & Technology Group ditutup naik 12,37%, bangkit kembali dari kerugian awal hampir 6%.
Mengingat jajak pendapat Iowa, peluang Harris melawan mantan presiden dari partai Republik itu meningkat di beberapa situs taruhan, yang dipandang banyak pelaku pasar sebagai indikator pemilihan.
"Karena kita akan menunggu hingga Kamis atau lebih, setidaknya, untuk mengetahui siapa yang menang, sayangnya ini akan menjadi minggu yang cukup fluktuatif," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York seperti dikutip Reuters.
"Pendapatan berjalan dengan baik, The Fed kemungkinan masih akan memangkas suku bunga, satu-satunya ketidakpastian yang sebenarnya adalah pemilihan umum, dan mudah-mudahan itu akan segera diselesaikan sehingga investor dapat kembali berinvestasi," imbuh dia.
Obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terakhir turun 6,4 basis poin (bps) pada 4,299%, setelah awalnya turun sebanyak 10 bps. Perdagangan yang fluktuatif diperkirakan terjadi hingga pemilihan umum diputuskan dan investor lebih jelas tentang kebijakan pemerintah. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun telah turun selama lima bulan berturut-turut sebelum melonjak sekitar 48 bps pada bulan Oktober.
Russell 2000 naik 0,4% karena penurunan imbal hasil mendukung saham berkapitalisasi kecil, yang dianggap lebih mungkin mendapat manfaat dari suku bunga yang lebih rendah.
Indeks Volatilitas CBOE, yang juga dikenal sebagai pengukur rasa takut Wall Street, naik tipis menjadi 21,94. Indeks VIX ini tetap di atas rata-rata jangka panjangnya sebesar 19,46 karena mendekati level tertinggi hampir dua bulan yang dicapai minggu lalu sebesar 23,42.
Investor sebagian besar memperkirakan penurunan suku bunga Fed sebesar 25 bps pada pengumuman kebijakan pada hari Kamis. FedWatch Tool milik CME menunjukkan pasar memperkirakan peluang penurunan sebesar 98%, dengan peluang bank sentral mempertahankan suku bunga tetap stabil hanya sebesar 2%.
Peraih keuntungan terbesar di antara 11 sektor utama S&P adalah energi yang naik 1,87% karena harga minyak naik setelah OPEC+ memutuskan untuk menunda rencana peningkatan produksi.
Harga saham perusahaan chip Nvidia naik 0,48%. Pada hari Jumat, S&P Dow Jones Indices mengatakan perusahaan tersebut akan menggantikan Intel di Dow Jones Industrial Average. Saham Intel merosot 2,93% sehingga membebani Dow.
Harga saham operator hotel Marriott International turun 1,59% setelah memangkas perkiraan laba tahun 2024 karena permintaan perjalanan domestik yang lemah di AS dan China.
Constellation Energy menjadi saham yang berkinerja terburuk di S&P 500, jatuh 12,46%. Pada hari Jumat, Komisi Pengaturan Energi Federal menolak kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas daya pusat data Amazon yang terhubung langsung ke pembangkit listrik tenaga nuklir Talen Energy di Pennsylvania. Keputusan tersebut membebani sektor utilitas, yang turun 1,21%.
Volume di bursa AS adalah 11,31 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,71 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Wall St Berjuang Mencari Arah Seiring Meningkatnya Ketidakpastian Seputar Pilpres AS
Wall Street bersiap menghadapi pekan penting dengan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dan keputusan suku bunga The Fed [467] url asal
#donald-j-trump #wall-street #dow-jones-industrial-average #donald-trump #kamala-harris #suku-bunga-the-fed #pasar-global #pemilihan-presiden-as #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekon
(Kontan-Investasi) 04/11/24 22:48
v/17475206/
Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Wall Street diperdagangkan datar cenderung melemah pada hari Senin (4/11), seiring para investor bersiap menghadapi pekan penting bagi pasar global.
Dengan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dan keputusan suku bunga The Fed yang diharapkan memotong suku bunga acuan.
Melansir Reuters, pukul 10.01 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 108,63 poin atau 0,26% menjadi 41.943,56, S&P 500 naik 2,54 poin atau 0,04% menjadi 5.731,34. Sementara Nasdaq Composite kehilangan 20,00 poin atau 0,11% menjadi 18.219,92.
Kewaspadaan mencuat karena hasil dari pemilu yang ketat antara kandidat Demokrat Kamala Harris dan kandidat Partai Republik Donald Trump mungkin tidak akan segera diketahui setelah pemungutan suara berakhir pada hari Selasa.
Beberapa "Trump trades" kehilangan momentum, setelah hasil survei baru-baru ini menunjukkan Harris unggul di Iowa, yang menyebabkan pelemahan dalam dolar, imbal hasil obligasi, dan bitcoin.
“Ini adalah peristiwa terbesar untuk pasar tahun ini...tetapi kami berpikir yang paling bijak adalah tidak membuat taruhan besar,” kata Michael Reynolds, Vice President, Investment Strategy di Glenmede.
Volatilitas kemungkinan besar akan terjadi selama masa menunggu hasil pemilu, serta karena ketidakpastian tentang implikasi kebijakan.
Indeks Volatilitas CBOE yang mengukur ekspektasi volatilitas ekuitas, berada di angka 22,39, jauh di atas rata-rata pergerakan 30 hari sebesar 19,44.
Namun, ini masih lebih rendah dari kisaran 31,8 hingga 41 yang diperdagangkan pada minggu menjelang pemilu 2020.
Saham yang dianggap bertaruh pada kemenangan Trump menurun, seperti Trump Media & Technology Group yang turun 2%, dan pengembang perangkat lunak Phunware yang membuat aplikasi untuk kampanye Trump pada tahun 2020 yang jatuh 8,3%.
Investor tetap yakin akan adanya pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed dalam pertemuan bulan November, dengan keputusan diharapkan pada hari Kamis.
Indeks saham energi naik 1,6%, seiring kenaikan harga minyak lebih dari 2% setelah OPEC+ menunda rencana untuk meningkatkan produksi.
Asal tahu, ketiga indeks utama menurun pada akhir pekan lalu karena pendapatan yang beragam dari perusahaan teknologi besar menyebabkan kerugian di beberapa perusahaan terbesar di Wall Street.
Sebagian besar saham berkapitalisasi besar mengalami pelemahan pada hari Senin ini, dengan saham Tesla turun 2,4% akibat penurunan penjualan kendaraan buatan China di bulan Oktober.
Namun, saham Nvidia naik 1,1% setelah S&P Dow Jones Indices menyatakan pada hari Jumat bahwa perusahaan tersebut akan menggantikan Intel dalam Dow Jones Industrial Average. Saham Intel turun 3%.
Saham operator hotel Marriott International kehilangan 2% setelah memangkas proyeksi keuntungan tahun 2024 akibat lemahnya permintaan perjalanan domestik di AS dan China.
Di sektor utilitas, Constellation Energy menjadi pecundang terbesar di S&P 500 dengan penurunan 12,4% setelah laporan hasilnya, yang menyeret sektor utilitas ke bawah.
Di sisi data, pesanan pabrik AS turun 0,5% pada September secara bulanan, sesuai ekspektasi.
Mayoritas Kinerja Emiten Migas Naik pada Kuartal III-2024, Cek Rekomendasi Sahamnya
Mayoritas emiten yang bergerak di bisnis minyak dan gas (migas) telah merilis laporan keuangan kuartal III- 2024. [859] url asal
#produksi-migas #medco-energi-internasional #pt-wintermar-offshore-marine-tbk-wins #medc #rekomendasi-saham #saham-medc #laporan-keuangan-kuartal-iii-2024 #roberto-lorato #energi-mega-persada #berit
(Kontan-Investasi) 04/11/24 21:45
v/17471858/
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas emiten yang bergerak di bisnis minyak dan gas (migas) telah merilis laporan keuangan kuartal III- 2024. Sebagian besar emiten produsen dan jasa penunjang migas mencatat pertumbuhan kinerja top line maupun bottom line.
Salah satunya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang meraup pendapatan US$ 1,78 miliar hingga September 2024. Pendapatan MEDC tumbuh 6,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang sebesar US$ 1,67 miliar.
Laba bersih MEDC juga meningkat 12,74% (yoy) dari US$ 242,37 juta menjadi US$ 273,27 juta.
Chief Executive Officer Medco Energi Internasional, Roberto Lorato, mengungkapkan capaian kinerja MEDC didorong penyelesaian proyek-proyek utama di Suban, Meliwis, dan West Belut.
Produksi migas MEDC berada di level 153 million barrel oil equivalent per day (mboepd), lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena berkurangnya hak kelola Corridor dan divestasi Vietnam. Tapi sebagian bisa diimbangi oleh akuisisi di Oman. Produksi MEDC terdiri dari 27% minyak dan 73% gas.
Dari Grup Bakrie, penjualan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tumbuh 7,85% (yoy) dari US$ 296,39 juta menjadi US$ 319,66 juta. Sedangkan laba bersih ENRG meningkat 12,21% (yoy) dari US$ 45,69 juta ke level US$ 51,27 juta.
Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer ENRG Edoardus Ardianto membeberkan dua alasan utama lompatan kinerja hingga kuartal III-2024.
Pertama, produksi minyak meningkat sebesar 22% (yoy). Sementara produksi gas ENRG stabil di level sekitar 230 - 240 juta kaki kubik gas per hari.
Kedua, performa produksi ini diiringi rata-rata harga jual minyak dan gas ENRG sedikit mengalami kenaikan.
Direktur Utama and Chief Executive Officer (CEO) Energi Mega Persada, Syailendra S. Bakrie menambahkan, akuisisi terhadap aset minyak KKS Siak dan KKS Kampar memiliki andil besar terhadap kenaikan produksi minyak.
"Kami juga berharap akuisisi atas aset gas KKS Sengkang di Sulawesi Selatan yang baru saja kami selesaikan dapat meningkatkan kinerja produksi perusahaan pada kuartal IV-2024," kata Syailendra dalam rilis yang disiarkan Kamis (31/10).
Lonjakan kinerja juga dialami PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). Pendapatan WINS melonjak 20,11% (yoy) dari US$ 51,21 juta menjadi US$ 61,51 juta. Sedangkan laba bersih WINS meroket 605,37% (yoy) dari US$ 2,79 juta ke level US$ 19,68 juta.
Lompatan kinerja juga dialami emiten dari Grup Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN. Pendapatan sub-holding gas dari Grup Pertamina ini tumbuh 4,46% (yoy) dari US$ 2,69 miliar menjadi US$ 2,81 miliar.
Laba bersih PGAS ikut tancap gas, dengan lonjakan 32,69% (yoy) dari US$ 198,49 juta menjadi US$ 263,38 juta. Direktur Utama PGN Arief S. Handoko mengungkapkan PGAS mengusung strategi optimalisasi pengelolaan volume gas bumi di tengah tantangan penurunan alamiah (natural decline) pasokan gas pipa.
Performa PGAS juga disokong penurunan beban keuangan pasca pelunasan obligasi. Kinerja PGAS juga terdongkrak oleh pendapatan dari segmen perdagangan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) trading.
Lonjakan kinerja juga dialami oleh emiten Grup Pertama lainnya, PT Elnusa Tbk (ELSA). Pendapatan naik 7,46% (yoy) dari Rp 8,98 triliun menjadi Rp 9,65 triliun. Sementara laba bersih melejit 35,57% (yoy) dari Rp 406,60 miliar menjadi Rp 551,23 miliar hingga September 2024.
Rekomendasi Saham
Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki mengamati pertumbuhan kinerja mayoritas emiten migas menunjukkan perusahaan di sektor ini mampu memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas di tengah fluktuasi yang cukup kencang. Selain itu, sejumlah emiten juga menggelar aksi ekspansi, termasuk melalui akuisisi.
Sedangkan dari sisi pergerakan saham, laju emiten migas bervariasi digerakkan oleh sentimen fluktuasi harga minyak mentah dunia. "Saat ini, volatilitas yang tinggi dapat menyebabkan harga saham migas bergerak tidak menentu. Namun kenaikan jangka pendek masih mungkin terjadi bila harga minyak mentah global kembali naik," kata Emil kepada Kontan.co.id, Senin (4/11).
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas sepakat, performa emiten migas di sisa tahun ini tergantung dari pergerakan harga minyak. "Saat ini volatilitas harga minyak cukup meningkat karena ketidakpastian ekonomi dan tensi geopolitik naik turun," ujar Sukarno.
Dus, Sukarno menyarankan agar pelaku pasar mencermati pergerakan harga minyak dunia sebagai pertimbangkan trading plan pada saham-saham emiten migas. "Jika ada sinyal beli dan harga minyak rebound bisa trading buy jangka pendek," imbuh Sukarno.
Sukarno memandang saham PGAS, ELSA, MEDC, ENRG dan WINS menarik dikoleksi. Secara teknikal, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo menyarankan wait and see saham PGAS mencermati support Rp 1.430 dan resistance pada level Rp 1.600.
Kemudian, William menyarankan pelaku pasar memperhatikan peluang buy on weakness pada saham ELSA, MEDC dan WINS. Sedangkan Emil menyodorkan saham MEDC, PGAS dan ELSA dengan target harga masing-masing di level Rp 1.350, Rp 1.580, dan Rp 490 per saham.
Kinerja Emiten Menara Telekomunikasi Terus Tumbuh, Intip Rekomendasi Sahamnya
Analis memberikan rekomendasi saham untuk emiten menara telekomunikasi [612] url asal
#pt-sarana-menara-nusantara-tbk-towr #rekomendasi-saham #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan-Investasi) 04/11/24 21:16
v/17471164/
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para emiten menara telekomunikasi masih melanjutkan tren pertumbuhan kinerjanya hingga kuartal III-2024. Sejalan dengan itu, analis masih merekomendasikan beli untuk saham infrastruktur ini.
Misalnya, laba tahun berjalan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencapai Rp 1,53 triliun hingga kuartal III-2024. Raihan itu tumbuh 7,14% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 1,43 triliun.
Dari top line, pendapatan MTEL mencapai Rp 6,81 triliun sepanjang periode Januari–September 2024 atau meningkat 8,69% secara tahunan dari Rp 6,27 triliun dari raihan per September 2023.
Di sisi lain, kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) cukup positif. Di mana, laba bersih TOWR mencapai Rp 2,44 triliun per September 2024 atau naik 0,89%. Dari sisi top line, pendapatan TOWR masih mampu tumbuh 8,37% YoY menjadi Rp 9,44 triliun selama periode Januari–September 2024.
Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Aming Santoso menjelaskan kuartal III-2024 menjadi kuartal pertama di mana kinerja IBST sudah berkontribusi terhadap kinerja Grup Sarana Menara Nusantara alias sudah terkonsolidasi.
"Akuisisi IBST menyumbangkan laba bersih Rp 41 miliar kepada TOWR selama tiga bulan terakhir. Kami optimistis sinergi operasional akan terus membaik sehingga laba bersih IBST bisa meningkat," katanya belum lama ini.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menjadi emiten terakhir yang merilis kinerja keuangannya. Hasilnya, pendapatan TBIG tumbuh 3,51% YoY menjadi Rp 5,12 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun atau naik 4,38% YoY.
CEO Tower Bersama Infrastructure Hardi Wijaya Liong memaparkan sampai dengan 30 September 2024, TBIG tercatat memiliki 42.546 penyewaan dan 23.681 sites telekomunikasi.
Site telekomunikasi TBIG terdiri dari 23.565 menara telekomunikasi dan 116 jaringan Distributed Antenna System (DAS). Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 42.430, maka rasio kolokasi TBIG mencapai 1,80 kali.
"Di sembilan bulan pertama 2024, kami telah menambahkan 1.801 penyewaan ke dalam portofolio kami yang terdiri dari 1.281 sites telekomunikasi dan 520 kolokasi," jelas Hardi akhir pekan lalu.
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mencermati TBIG menjadi emiten yang kinerjanya paling kokoh berdasarkan capaian kinerja per kuartal III-2023 diantara pemain besar menara telekomunikasi.
Pada periode Juli–September 2024 laba bersih TBIG tumbuh 14,6% secara kuartalan. Secara akumulasi selama periode Januari–September 2024, laba bersih portofolio PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini naik 4,4% secara tahunan.
Sementara pada kuartal III-2024 saja, laba bersih TOWR hanya tumbuh 4,2% secara kuartalan. Pada sembilan bulan pertama di 2024, laba bersih emiten Grup Djarum ini tumbuh tipis 0,9% secara tahunan.
Sementara laba bersih MTEL mengalami koreksi 13,8% secara kuartalan di kuartal III-2024. Alhasil, laba bersih Mitratel selama sembilan bulan di 2024 hanya tumbuh 7,1% secara tahunan.
Analis Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi dan Ryan Dimitry dalam risetnya menjelaskan hasil kinerja MTEL hingga kuartal III-2023, sudah sesuai dengan ekspektasi mereka.
Begitu pula dengan kinerja TBIG yang sejalan dengan konsensus analis. Jovent dan Ryan menilai relokasi sites dari PT Indosat Tbk (ISAT) yang semakin cepat bakal menjadi katalis potensial bagi kinerja TBIG.
"Untuk TOWR secara umum kinerjanya sudah memenuhi ekspektasi mereka. Peningkatan tren pembangunan infrastruktur serta pertumbuhan pendapatan non-menara," tulisnya dalam riset.
Lebih lanjut, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan beli TOWR dengan target harga di Rp 1.100. Jovent dan Ryan juga merekomendasikan beli TBIG dan MTEL dengan masing-masing target harga di Rp 2.300 dan Rp 800.
Pasar Wait and See, Instrumen Investasi Apa yang Menarik?
Ada sejumlah instrumen investasi yang dapat dipilih saat pasar wait and see menanti hasil pilpres AS. [412] url asal
#amerika-serikat #pemilihan-presiden #instrumen-investasi #wait-and-see #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan-Investasi) 04/11/24 21:03
v/17471168/
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pasar masih wait and see, setidaknya menantikan pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) usai. Dalam kondisi ini, ada sejumlah instrumen investasi yang bisa dipilih.
Financial Planner & Crypto Enthusiast Aidil Akbar Madjid menilai, emas dan dolar AS bisa menjadi instrumen investasi pilihan di tengah ketidakpastian global. Terbukti, keduanya mampu bergerak stabil di tengah outflow di pasar saham maupun obligasi dalam negeri.
Berdasarkan RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,03% dalam sepekan dengan net sell asing sebesar Rp 2,65 triliun. Senada, data DJPPR untuk periode 24 Oktober hingga 31 Oktober mencatat kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) susut Rp 3,8 triliun menjadi Rp 885,57 triliun.
Sementara itu, pergerakan emas cenderung stabil dengan turun 0,04% dalam sepekan terakhir. Adapun indeks dolar (DXY) turun 0,49% dalam sepekan.
Menariknya, pasca pilpres AS, Aidil menilai instrumen investasi yang menarik adalah dolar AS dan kripto. Menurut dia, prospek kripto didorong dukungan kedua calon presiden AS terhadap aset kripto.
"Kedua calon presiden AS mendukung kripto, tapi peningkatan kripto akan lebih tinggi apabila Trump memenangkan pilpres AS," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (4/11).
Dia menyebutkan, adanya pergeseran dari emas ke kripto karena antisipasi kemenangan Trump. Sebab, Trump disebut lebih cinta damai sehingga diharapkan kondisi konflik di Timur Tengah dapat diredam.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan menyebutkan bahwa investor mengantisipasi kemenangan Trump yang berpotensi kembali memicu inflasi dan menurunkan prospek pemangkasan suku bunga the Fed. Terpantau imbal hasil obligasi AS terus naik hingga 4,386% beberapa hari menjelang pilpres AS.
"Emas berpotensi kembali terkoreksi apabila Trump menang, tetapi tren jangka panjang masih terus naik," ujarnya.
Lukman menambahkan, selain potensi inflasi, kemenangan Trump juga berpotensi meningkatkan tensi dagang dan politik AS-China dan tensi AS-Eropa. Hal ini akan menciptakan kekhawatiran dan ketidakpastian yang mendukung harga emas.
Sementara apabila Harris menang, koreksi mungkin bisa juga terjadi tetapi tidak akan sebesar Trump. "Emas akan kembali melanjutkan kenaikan seperti sebelumnya," sebutnya.
Dia melihat, apabila Kamala Harris menang, harga emas pada akhir tahun ini akan di level US$ 2.800 - US$ 2.900 per ons troi. Sementara jika Trump menang, harga emas akan berada di rentang US$ 2.600 - US$ 2.750 per ons troi.
Karenanya, untuk investor yang ingin memburu emas saat ini dinilai masih bisa masuk. Namun, Lukman mengingatkan ada potensi koreksi lantaran beberapa support emas berada di US$ 2680, US$ 2.600 dan US$ 2.530.
Investor Beralih ke Mata Uang Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Pemilu AS
Mata uang safe haven yang menjadi incaran utama meliputi dolar AS (USD), franc Swiss (CHF), dan yen Jepang (JPY) [547] url asal
#forex #safe-haven #dolar-as #pemilu-amerika-serikat #franc-swiss #lukman-leong #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #valuta
(Kontan-Investasi) 04/11/24 20:59
v/17471171/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat sentimen pemilu Amerika Serikat (AS), para investor cenderung mencari mata uang safe haven untuk mengamankan asetnya.
Mata uang safe haven yang menjadi incaran utama meliputi dolar AS (USD), franc Swiss (CHF), dan yen Jepang (JPY).
Lukman Leong, seorang pengamat mata uang dan komoditas, menjelaskan bahwa dolar AS dianggap sebagai mata uang lindung nilai karena ekonomi dan kekuatan militernya yang terbesar di dunia.
USD juga merupakan mata uang yang paling banyak diperdagangkan serta memiliki porsi terbesar dalam cadangan devisa (cadev) global.
Sementara itu, CHF dan JPY juga digemari investor karena stabilitas ekonomi serta sistem finansial yang kuat dan maju.
Mata uang ini memiliki tingkat inflasi yang rendah dan performa historis yang stabil, menjadikannya pilihan saat kondisi pasar penuh ketidakpastian.
Lukman menambahkan bahwa dalam situasi ketidakpastian, aset berisiko seperti saham biasanya mengalami penurunan nilai.
Investor pun cenderung menjual aset berisiko tersebut dan beralih ke bentuk tunai, terutama dolar AS.
Ketika hasil pemilu AS diumumkan, khususnya jika Trump menang, banyak negara mengekspresikan kekhawatiran atas sikap proteksionis Trump yang diperkirakan akan meningkat.
"Sikap Trump yang kurang sejalan dengan NATO serta tuduhan terhadap Taiwan dalam pencurian industri semikonduktor AS adalah beberapa contoh kekhawatiran yang mungkin timbul," ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Senin (4/11).
Skenario kemenangan Trump diperkirakan akan meningkatkan ketidakpastian geopolitik, sehingga mendorong investor mencari aset safe haven, termasuk mata uang seperti USD, CHF, dan JPY.
Menurut Lukman, USD akan menjadi mata uang yang paling banyak dicari jika Trump menang.
Kebijakan tarif dan pajak impor yang mungkin diterapkan Trump akan meningkatkan inflasi dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed, sehingga menguatkan nilai USD.
"Indeks dolar AS berpotensi naik hingga 106 atau lebih tinggi jika Trump menang, dengan ekspektasi bahwa tarif dan pajak impor akan meningkat," jelas Lukman.
Setelah USD, mata uang CHF diperkirakan akan menyusul sebagai safe haven, sedangkan yen Jepang (JPY) mungkin sedikit tertekan oleh aktivitas carry trade, di mana investor meminjam JPY dan berinvestasi di USD yang menawarkan bunga lebih tinggi.
Hal ini menambah permintaan untuk mengonversi JPY ke USD.
Selain itu, ketidakpastian politik di Jepang dan perbedaan pandangan kebijakan suku bunga antara Bank of Japan (BoJ) dan pemerintahan Jepang yang baru turut mempengaruhi nilai JPY.
Lukman memproyeksikan, nilai JPY berada di level 155, sementara CHF di level 0,90.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyatakan bahwa pasar cenderung tidak menyukai ketidakpastian, yang mendorong penguatan mata uang safe haven.
"Dalam sepekan terakhir, CHF menguat 0,48%, yen menguat 0,71%, dan dolar melemah 0,10%,” jelas Sutopo kepada Kontan.co.id.
Melemahnya dolar sedikit dipengaruhi oleh faktor likuidasi menjelang pemilu dan kebijakan moneter The Fed, serta menunggu hasil pemilu yang akan digelar esok hari.
Sutopo merekomendasikan yen Jepang di antara tiga mata uang tersebut, mengingat kemungkinan BoJ akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Meskipun Jepang menghadapi tantangan ekonomi yang besar, ekonomi negara tersebut masih tergolong stabil sehingga yen menjadi pilihan aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pasar cenderung tetap memilih yen terlepas dari hasil pemilu AS. Sutopo memprediksi nilai yen berada di kisaran 145 hingga 140 dalam waktu dekat.
"Yen adalah salah satu mata uang paling likuid di dunia, yang memungkinkan investor untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga secara signifikan," tutup Sutopo.
Kinerja Emiten Semen Masih Berat Hingga Kuartal III 2024, Simak Rekomendasi Sahamnya
Analis memberikan rekomendasi saham untuk emiten semen yang sudah laporkan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024 [889] url asal
#rekomendasi-saham #emiten-semen #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan-Investasi) 04/11/24 20:51
v/17470142/
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten produsen semen masih berat hingga kuartal III 2024. Sejumlah emiten mencatatkan penurunan pendapatan di tengah lesunya industri properti, tingginya suku bunga, dan kondisi oversupply di pasar semen domestik.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan pendapatan neto Rp 13,32 triliun per kuartal III 2024. Raihan ini naik 3,03% secara tahunan alias year on year (yoy) dari Rp 12,92 triliun per kuartal III 2023.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih pun menjadi sebesar Rp 1,05 triliun per 30 September 2024. Angka ini turun 16,67% yoy dari Rp 1,26 triliun pada periode sama tahun lalu.
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 26,29 triliun per kuartal III 2024, ini turun 4,93% yoy dari Rp 27,66 triliun per kuartal III 2023. Laba bersih SMGR pun tercatat menjadi Rp 719,72 miliar, turun 58% yoy dari Rp 1,71 triliun pada periode sama tahun lalu.
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) mencatatkan rugi Rp 176,7 miliar per kuartal III 2024. Ini berbanding terbalik dari pendapatan operasi lain sebesar Rp 3,20 miliar di periode sama tahun lalu.
Sementara, CMNT mengantongi pendapatan neto dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 6,49 triliun per kuartal III 2024. Meskipun naik 37% secara kuartalan, tetapi raihan ini turun 5,34% yoy.
Manajemen CMNT mengatakan, Cemindo mencatatkan peningkatan volume penjualan secara kuartalan, dengan penjualan semen kantong meningkat 42%. Ini terutama didorong oleh permintaan di pasar regional Sumatra.
Di Vietnam, di mana anak perusahaan beroperasi, pasar semen domestik mulai menunjukkan tanda pemulihan. Namun, badai topan yang melanda Vietnam pada bulan September lalu memperlambat aktivitas konstruksi dan properti.
“Sehingga, konsumsi pasar domestik cenderung stagnan hingga September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi di lama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kata manajemen CMNT, industri semen domestik tengah menunjukkan pemulihan, dengan volume penjualan semen nasional di Indonesia meningkat sebesar 31% pada kuartal III dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan semen kantong dan curah, khususnya di Pulau Sumatra dan Jawa.
“Secara keseluruhan, pasar domestik mencatat kenaikan moderat sebesar 0,82% hingga September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tutur manajemen.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer mengatakan, kinerja emiten semen secara umum memang cukup tertekan per kuartal III 2024, baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Salah satu faktor penurunan itu dikontribusikan oleh kondisi industri semen domestik yang belum mengalami perbaikan signifikan dalam sembilan bulan pertama tahun 2024.
“Hal tersebut pun berdampak pada penurunan volume penjualan, terutama pada segmen semen kantong,” ujarnya kepada Kontan, Senin (4/10).
Meskipun begitu, ada peluang perbaikan kinerja di periode mendatang yang cukup cerah ke depan, salah satunya dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto di segmen properti, yaitu program pembangunan 3 juta rumah.
Program tersebut bisa menjadi katalis positif bagi sektor semen, karena berpotensi untuk meningkatkan peningkatan produk di periode mendatang.
Selain itu, katalis keberlanjutan pembangunan IKN di masa pemerintah yang baru juga menjadi harapan untuk meningkatkan permintaan dan sekaligus mengurangi kondisi oversupply di industri ini.
“Secara tidak langsung pun pelonggaran level suku bunga bank sentral bisa berdampak positif pada sektor semen nasional melalui sektor properti,” tuturnya.
Melansir RTI, saham para emiten semen tengah mengalami penurunan sejak awal tahun ini alias year to date (YTD). Kinerja saham INTP turun 26,86% YTD, SMGR turun 43,59% YTD, dan CMNT turun 13,39% YTD.
Menurut Khaer, penurunan saham para emiten tersebut mencerminkan kinerja operasional mereka. Selain itu, pada awal tahun sentimen untuk industri semen domestik juga masih kurang begitu kuat untuk mendorong pergerakan harga sahamnya.
“Secara valuasi pun saham saham SMGR dan INTP masih kurang menawarkan value yang begitu menarik dan tergolong fair,” ungkapnya.
Alhasil, Khaer masih menyematkan rekomendasi wait and see untuk INTP dan SMGR.
Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, selain karena oversupply pasar semen domestik, penurunan kinerja para emiten dibebani oleh masih tingginya harga batubara.
“Tertekannya kinerja emiten disebabkan oleh industri semen yang masih oversupply, sehingga penjualan tidak maksimal,” ujarnya kepada Kontan, Senin (4/11).
Kinerja para emiten semen diproyeksikan masih tak terlalu bergairah ke depan. Bahkan, program pembangunan tiga juta rumah dari pemerintahan baru tidak akan begitu berpengaruh ke kinerja para emiten.
“Memang, permintaan bisa meningkat. Tetapi, jika pesanan semen itu disertai dengan permintaan potongan harga, peningkatan penjualannya tidak akan begitu tinggi ke depan,” tuturnya.
Di sisi lain, pemotongan suku bunga bank sentral bisa menjadi sedikit angin segar bagi para emiten semen. Pemotongan suku bunga The Fed memang belum pasti dilanjutkan. Tetapi jika calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memenangkan Pilpres 2024, suku bunga The Fed diproyeksikan akan turun hingga tahun 2025.
“Namun, dampak pemotongan suku bunga itu baru akan dirasakan ke kinerja emiten semen di akhir tahun depan,” ungkapnya.
Kiswoyo pun merekomendasikan buy on weakness untuk INTP dan SMGR dengan target harga di awal tahun 2025 yang lebih rendah dari harga sekarang.
Untuk INTP, investor bisa masuk di level Rp 6.800 - Rp 6.500 per saham. Sementara, untuk SMGR, investor bisa masuk di level Rp 3.500 - Rp 3.000 per saham.
Investor Institusi Boleh Investasi di Aset Kripto, Ini Kata Pelaku Usaha
Pelaku usaha industri kripto menyambut positif langkah Bappebti yang mengizinkan Badan Usaha dan Hukum berinvestasi di aset kripto. [744] url asal
#bappebti #kripto #perdagangan-kripto #peraturan-bappebti-no-9-tahun-2024 #know-your-transaction-kyt #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #aset-kripto
(Kontan-Investasi) 04/11/24 20:43
v/17470143/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pelaku usaha industri kripto menyambut positif langkah Bappebti yang mengizinkan Badan Usaha dan Hukum berinvestasi di aset kripto.
Peraturan tersebut dapat menciptakan peluang baru bagi pelaku industri untuk memanfaatkan kripto sebagai instrumen investasi.
Peluang investasi kripto untuk badan usaha dan badan hukum tercantum dalam Peraturan Bappebti No. 9 Tahun 2024. Langkah ini dipandang merupakan pijakan besar dalam industri aset digital di Indonesia, di mana peraturan yang ada memfasilitasi dan memperluas akses investasi dari yang sebelumnya individu kini mencapai korporasi.
CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan, kebijakan tersebut akan berdampak positif terhadap industri aset digital di tanah air. Dengan diizinkannya badan usaha dan badan hukum untuk berinvestasi dalam aset kripto, peluang pertumbuhan dan inovasi bagi perusahaan akan semakin terbuka lebar.
"Kebijakan baru Bappebti ini adalah langkah progresif yang akan semakin mendorong perkembangan industri aset kripto di Indonesia," ujar Oscar dalam siaran pers, Senin (4/11).
Oscar menambahkan, peraturan tersebut juga menunjukkan bagaimana Bappebti terus berkomitmen pada prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen dalam industri yang berpotensi berkembang pesat. Bappebti telah menetapkan beberapa ketentuan ketat, termasuk penerapan prinsip Know Your Transaction (KYT) dan travel rules yang terintegrasi untuk aturan tersebut.
"Kami di INDODAX menyambut baik langkah-langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem yang aman dan terpercaya bagi semua pelaku industri, termasuk korporasi yang kini bisa ikut serta sebagai investor," imbuh Oscar.
CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, turut mengungkapkan antusiasmenya terhadap kebijakan terbaru Bappebti. Tokocrypto mendukung penuh langkah Bappebti dalam membuka akses bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto.
"Kami percaya bahwa aturan ini akan membawa dampak positif dalam pengembangan ekosistem kripto di Indonesia, terutama dalam meningkatkan volume transaksi dan menciptakan kepercayaan yang lebih besar dari institusi," kata Iqbal dalam keterangannya, Kamis (31/10).
Tokocrypto memandang, pembukaan akses bagi investor institusi diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. Dengan masuknya investor institusi yang memiliki modal yang lebih besar, diperkirakan volume transaksi kripto akan meningkat secara signifikan.
"Kami optimis bahwa kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan transaksi kripto di Indonesia hingga 2-3 kali lipat di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan data Bappebti yang menunjukkan pertumbuhan transaksi kripto yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Iqbal.
Chief Compliance Officer (CCO) Reku, Robby juga mendukung langkah Bappebti membuka jalan bagi investor institusi untuk masuk ke industri kripto. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri kripto di Indonesia.
"Kebijakan ini semakin mendekatkan langkah Indonesia menjadi pusat kripto di Asia. Terlebih, Indonesia juga sudah mencetak sejarah sebagai negara pertama di dunia yang mengoperasikan bursa kripto. Selain itu, produk derivatif aset kripto juga sudah disahkan," tutur Robby dalam keterangannya, Jumat (1/11).
Robby yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aspakrindo-ABI melihat, regulasi ini semakin mendewasakan industri kripto di Indonesia yang merangkul lebih banyak stakeholders, bukan hanya investor individual namun juga institusi. Selain itu, regulasi baru Bappebti ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin bersaing dengan instrumen investasi lain yang hadir jauh sebelum aset kripto seperti saham dan obligasi.
Robby optimistis dengan kebijakan Bappebti yang juga telah mengatur jelas terkait Know Your Transaction (KYT) dan Anti-Money Laundering (AML) akan menarik minat institusi di Indonesia untuk mengadopsi kripto. Ke depan, pertumbuhan jumlah dan transaksi kripto di global dan Indonesia dapat menjadi indikator atas keberhasilan regulasi ini.
“Mudah-mudahan langkah ini merupakan gerbang menuju berbagai inovasi-inovasi lain di industri kripto di Indonesia. Reku siap mendukung regulator dalam mengembangkan produk dan layanan lain yang bisa semakin mendorong ketertarikan serta kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto, sebab di skala institusi pun sudah dapat memiliki akses ke aset kripto,” tuturnya.
Oscar menambahkan, kebijakan terbaru ini mencerminkan pula komitmen Bappebti dalam menjaga transparansi dan integritas di pasar aset kripto, terutama dalam memastikan bahwa investasi berasal dari sumber dana yang sah dan sesuai aturan. Hal itu seiring regulasi ini mengatur bahwa dana atau aset kripto yang digunakan untuk investasi harus bersumber dari kekayaan internal badan usaha atau badan hukum tersebut.
Dalam rangka mendukung peraturan ini, INDODAX siap menyediakan layanan yang sesuai dengan regulasi Bappebti dan terus berinovasi dalam memberikan pengalaman yang aman dan mudah bagi pelaku bisnis yang ingin berinvestasi di aset kripto.
Oscar berharap bahwa dengan dibukanya akses investasi bagi korporasi, semakin banyak perusahaan yang dapat melihat aset kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan inovasi keuangan mereka.
"Kami percaya bahwa dengan adopsi yang lebih luas dari kalangan korporasi, industri aset kripto di Indonesia akan semakin berkembang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam ekonomi digital global,” sebut Oscar.
Penyaluran Kredit Diprediksi Moncer di Akhir Tahun, Cek Rekomendasi Saham BCA (BBCA)
Analis memberikan rekomendasi saham untuk Bank Central Asia atawa BCA (BBCA) & [1,102] url asal
#bank-bca #bank-central-asia-bca #bca #bbca #saham-bbca #rekomendasi-saham #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 04/11/24 20:14
v/17469218/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melanjutkan tren kinerja positif hingga akhir kuartal III-2024. BBCA berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersih double digit berkat solidnya penyaluran kredit di semua segmen.
Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengatakan, hasil BBCA di kuartal ketiga sejalan dengan proyeksi yang meraih laba bersih sebesar Rp 14,2 triliun, meningkat 1% qoq dan 16% yoy. Dengan begitu, laba bersih setelah pajak (PATMI) BBCA bertumbuh 13% yoy menjadi Rp 41 triliun selama Januari – September 2024.
Pertumbuhan pinjaman BBCA tetap kuat hingga kuartal ketiga 2024. Dimana pinjaman atau kredit Bank BCA meningkat 3,2% qoq menjadi Rp 877 triliun per September 2024. Hasil tersebut membawa kredit BBCA melonjak sekitar 14,5% yoy selama Januari – September 2024.
“Semua segmen mencatat pertumbuhan pinjaman dua digit, dengan tingkat pemanfaatan fasilitas pinjaman yang lebih tinggi di segmen korporat dan pertumbuhan pinjaman UKM yang lebih tinggi di wilayah di luar Jawa,” ujar Andrey kepada Kontan.co.id, Senin (4/11).
Andrey menuturkan, atas dasar pertumbuhan pinjaman yang kuat, manajemen BBCA menaikkan panduan pertumbuhan pinjaman tahun 2024 menjadi 10-12% dari sebelumnya 8-10%. Emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini mengharapkan lebih banyak pemesanan untuk pinjaman konsumen di kuartal IV, setelah putaran kedua Expoversary yang dimulai pada bulan September.
Untuk diketahui, BCA Expoversary 2024 dan BCA Expo 2024 sebelumnya mampu mengumpulkan total aplikasi KPR dan KKB lebih dari Rp 78 triliun. Pada event lain, BCA UMKM Fest 2024 diikuti lebih dari 1.700 tenant pengusaha produk lokal sebagai bagian BCA Bangga Lokal dan UMKM binaan Bakti BCA, yang menawarkan beraneka produk seperti makanan, minuman, fesyen, serta berbagai kebutuhan made in Indonesia.
Sementara itu, di tingkat bank, Return on Equity (ROE) BBCA berada di level 24,7% per kuartal ketiga 2024. Sementara rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) masih solid pada level 29,3%.
Analis Binaartha Sekuritas Achmadi Hangradhika mengamati, pertumbuhan laba bersih BBCA tumbuh pesat terutama didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 9,62% menjadi Rp 60,93 triilun. Selain itu, laba bersih dari transaksi nilai wajar mencatat pertumbuhan tertinggi, melonjak 89,82% YoY, yang semakin meningkatkan profitabilitas.
Achmadi memandang, solidnya pertumbuhan kredit yang dicetak BBCA sejalan dengan komitmen emiten bank tersebut terhadap prinsip Environmental, Social, Governance (ESG). Seperti diketahi, pinjaman utamanya didorong oleh sehmen korporasi sebesar 15,25% yang menggarisbawahi peran BBCA dalam mendukung ekonomi nasional.
Pembiayaan berkelanjutan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 10,7% YoY, dengan pembiayaan hijau sebesar 40,65% dan pembiayaan sosial sebesar 59,35%. Dari situ, sektor sumber daya alam dan penggunaan lahan berkelanjutan mendominasi pembiayaan hijau yang mencakup 71% dari total.
‘’Pertumbuhan kredit yang kuat sejalan dengan komitmen ESG. Kami memproyeksikan portofolio pinjaman konsolidasi BBCA mencapai Rp 899,99 triliun pada akhir tahun 2024, sehingga menandai peningkatan 11,06% yoy,’’ ungkap Achmadi dalam riset 30 Oktober 2024.
Di sisi pendanaan, Rasio Dana Murah (CASA) BBCA tumbuh konsisten dengan volume transaksi yang solid. Hingga September 2024, saldo CASA konsolidasi BBCA mencapai Rp915,33 triliun, naik 5,24% YoY, dengan rasio CASA meningkat 144 basis poin menjadi 81,32%.
Achmadi menilai, pertumbuhan CASA ini didukung oleh peningkatan volume transaksi sebesar 21% YoY, mencapai 26 miliar transaksi. Sebagian besar transaksi didorong oleh mobile banking dan internet banking BCA, yang mengalami pertumbuhan 24% YoY menjadi 23 miliar transaksi.
Adapun total nilai transaksi tumbuh 13% secara tahunan menjadi Rp20.560 triliun, didorong oleh peningkatan pengguna mobile banking dan internet banking Bank BCA menjadi 31,1 juta. Binaartha Sekuritas memproyeksikan posisi CASA Bank BCA akan tumbuh sebesar 5,18% YoY pada akhir tahun 2024, yang mencakup 81,37% dari total simpanan pihak ketiga.
Dari sisi kualitas aset, Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah tetap stabil dengan rasio NPL di angka 2,1%, sama dengan posisi September 2023 lalu. Rasio BBCA bank-only juga stabil, meskipun ada sedikit peningkatan 10 bps secara tahunan.
Menurut Achmadi, rasio stabil tersebut sebagian besar disebabkan oleh peningkatan NPL tahunan di segmen Komersial & UKM dan Konsumen, yang naik menjadi 2,85% dan 1,85% dari masing-masing 2,37% dan 1,52%. Sebaliknya, pinjaman korporasi mengalami peningkatan paling besar, dengan NPL turun sebesar 41 bps menjadi 1,66%.
Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi menambahkan, dari sisi Loan At Risk (LAR) BBCA juga turun yang menunjukkan kualitas kesehatan aset. LAR BBCA berada di angka 5,9% per kuartal ketiga yang terus menunjukkan tren turun, serta didukung dengan LAR Coverage yang mulai naik.
‘’Capaian angka LAR tersebut sudah sesuai dengan panduan dari manajemen BBCA, dimana ekspektasi berada di angka 6.0% untuk 2024,’’ tulis Leonardo dalam riset 25 Oktober 2024.
Leonardo menyebutkan, kombinasi antara kualitas kredit sehat dan pertumbuhan solid penyaluran kredit akan mengarah pada Margin Bunga Bersih atau Net Interest Margin (NIM) yang lebih ekspansif. Faktor ini bakal terus mendukung kinerja BBCA ke depannya.
Adapun tren Loan to Deposit Ratio (LDR) dari BBCA terus konsisten naik karena didukung dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang terakselerasi stabil. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) flat secara kuartalan yang ditambah dengan Cost of Fund (CoF) BBCA tetap stabil, serta komposisi earning asset yield yang lebih baik.
Total DPK Bank BCA secara tahunan masih bertumbuh 3.4%, namun secara kuartalan berada dalam posisi flat. Sementara itu, high cost fund Deposito flat secara kuartalan, namun turun –4% YoY, sehingga hal tersebut turut membantu CoF yang lebih stabil dan murah.
Alhasil, Margin Bunga Bersih (NIM) BBCA (Bank Only) per kuartal ketiga bertumbuh 10 Bps menjadi 5.9%, dan secara tahunan tumbuh 30 Bps menjadi di level 5.8% Berkaca dari performa tersebut, manajemen BBCA juga merevisi panduan untuk NIM yang berada di angka 5.7-5.8%, meningkat daripada sebelumnya 5.5% - 5.6% untuk tahun 2024.
‘’Katalis yang bisa menjustifikasi harga BBCA tersebut adalah performa operasional yang optimal dan efisien didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit, performa kualitas aset portofolio yang semakin sehat yang mengarah pada NIM yang lebih ekspansif,’’ imbuh Leonardo.
Untuk rekomendasi, Leonardo menyarankan overweight untuk BBCA dengan target harga baru direvisi naik menjadi Rp 11,750 per saham. Namun tetap waspadai situasi makro yang cenderung tidak kondusif dan stabil, serta ekspektasi pertumbuhan kredit dan kinerja BBCA yang tidak bertumbuh sesuai dengan harapan.
Sementara, Achmadi menyarankan Buy untuk BBCA dengan target harga di level Rp 11.975 per saham. Andrey turut menyarankan Buy untuk BBCA, tetapi target harga dipatok lebih tinggi di level Rp 12.060 per saham.
Dolar AS Melemah, Harga Tembaga Naik ke Puncak 2 Minggu pada Senin (4/11)
Melansir Reuters, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) naik 0,6% menjadi US$9.626 per ton pada pukul 11:36 GMT [325] url asal
#the-fed #harga-tembaga #dolar-as #kamala-harris #pemilu-as #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #komoditas
(Kontan-Investasi) 04/11/24 19:35
v/17469231/
Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga tembaga naik ke level tertinggi dalam dua minggu pada Senin (4/11), setelah dolar turun akibat ekspektasi pemotongan suku bunga di Amerika Serikat (AS).
Sementara pasar menanti hasil pemilihan presiden AS minggu ini.
Melansir Reuters, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) naik 0,6% menjadi US$9.626 per ton pada pukul 11:36 GMT, setelah sebelumnya mencapai puncak sesi di US$9.723,50 per ton.
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 6-7 November, menurut para analis yang memperkirakan adanya pemotongan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Hal ini menekan nilai mata uang AS. Saat dolar melemah, harga logam yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan mendukung permintaan.
Para pedagang mengatakan sebagian besar kenaikan harga tembaga pada Senin disebabkan oleh aksi beli oleh dana-dana yang memperdagangkan tembaga berdasarkan sinyal model numerik.
Para pedagang fisik juga mengatakan bahwa sentimen pasar positif dan fokus tertuju pada pemilu AS.
Jajak pendapat menunjukkan Kamala Harris dan Donald Trump bersaing ketat secara nasional dan di negara-negara bagian penentu yang diprediksi akan menentukan hasil pemilu AS. Namun, ketatnya persaingan berarti pemenang bisa baru diketahui beberapa hari setelah pemungutan suara.
Aktivitas manufaktur di China, konsumen utama tembaga, kembali tumbuh pada bulan Oktober karena peningkatan pesanan baru yang menyebabkan kenaikan produksi, menandakan perbaikan sektor tersebut.
Pasar logam dasar juga berharap agar pertemuan para pemimpin Tiongkok pada 4-8 November akan menghasilkan kebijakan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, sentimen pasar terbebani oleh penurunan premi Yangshan — indikator permintaan impor tembaga Tiongkok yang diawasi ketat — yang turun 30% menjadi $48 per ton setelah sebelumnya mendekati US$70 pada awal Oktober.
Di logam lainnya, aluminium turun 0,1% menjadi US$2.597 per ton, seng turun 0,8% menjadi US$3.046, timah naik 1% menjadi US$32.030, sedangkan nikel sedikit berubah pada US$15.940.
Kinerja & Rekomendasi Saham Emiten Mind Id: PTBA, ANTM, TINS & INCO
para analis memberikan rekomendasi saham untuk emiten yag tergabung dalam MIND ID   [1,099] url asal
#mind-id #rekomendasi-saham #mind-id #mind-id #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan-Investasi) 04/11/24 19:34
v/17469232/
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten anggota holding industri pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mind Id, telah merilis laporan keuangan sembilan bulan 2024. Tekanan dari sisi harga komoditas masih membayangi mayoritas emiten tambang plat merah.
Tengok saja PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang meraup pendapatan senilai Rp 30,65 triliun hingga September 2024. Tumbuh 10,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang kala itu sebesar Rp 27,73 triliun.
Namun, laju bottom line tidak sejalan dengan top line. Laba bersih PTBA merosot 14,32% (yoy) dari Rp 3,77 triliun menjadi Rp 3,23 triliun. Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Niko Chandra mengatakan PTBA menghadapi tantangan dari sisi koreksi harga batubara dan fluktuasi pasar.
Niko menerangkan, rata-rata indeks harga batubara ICI-3 merosot sekitar 14% (yoy) dari US$ 86,32 per ton menjadi US$ 74,59 per ton hingga kuartal III-2024. Sedangkan rata-rata indeks harga batubara Newcastle terkoreksi sekitar 28% dari US$ 185,45 menjadi US$ 133,89 per ton.
Kondisi ini memengaruhi performa keuangan meski PTBA mampu mendongkrak volume penjualan batubara sekitar 16% (yoy) menjadi 31,28 juta ton. "PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja. Juga mengedepankan cost leadership di setiap lini," kata Niko.
Nasib serupa dialami oleh PT Aneka Tambang Tbk alias Antam. Emiten bersandi saham ANTM di Bursa Efek Indonesia ini mengalami kenaikan penjualan setinggi 39,85% (yoy) dari Rp 30,89 triliun ke level Rp 43,20 triliun.
Namun laba bersih ANTM menukik 22,53% (yoy) dari Rp 2,84 triliun menjadi Rp 2,20 triliun. Direktur Utama Antam Nico Kanter membeberkan kinerja sembilan bulan 2024 ANTM masih dihadapkan pada tantangan operasional yang disebabkan oleh kendala perizinan.
Di sisi lain, peningkatan permintaan dalam negeri telah mendorong kinerja penjualan komoditas emas yang signifikan. "Strategi kami untuk memperkuat basis pelanggan domestik telah memberikan dampak signifikan. Juga membangun ketahanan bisnis dari tantangan geopolitik dan ekonomi global," ujar Nico dalam keterbukaan informasi Rabu (30/10).
Berlanjut ke PT Vale Indonesia Tbk (INCO), kinerja emiten nikel ini lebih lemas lagi dengan penurunan top line maupun bottom line. Pendapatan INCO anjlok 24,45% (yoy) dari US$ 937,89 juta ke posisi US$ 708,56 juta.
Laba bersih INCO ambles lebih dalam, sebesar 78,55% (yoy) dari US$ 238,27 juta menjadi US$ 51,10 juta. Chief Financial Officer Vale Indonesia Rizky Putra mengungkapkan tantangan yang dihadapi INCO terutama dari sisi penurunan harga.
Harga realisasi rata-rata berada di level US$ 12.948 untuk kuartal III-2024 dan US$ 13.262 per ton untuk sembilan bulan 2024. Mencerminkan penurunan masing-masing sekitar 9% secara kuartalan dan 29% secara tahunan.
Berbeda dengan tiga saudara se-holding, PT Timah Tbk (TINS) membukukan kinerja menterang sepanjang sembilan bulan 2024. Pendapatan TINS meningkat 29,51% (yoy) dari Rp 6,37 triliun menjadi Rp 8,25 triliun.
TINS mampu membalikkan kerugian Rp 87,45 miliar menjadi laba bersih sebesar Rp 908,78. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah, Fina Eliani mengatakan perbaikan kinerja TINS seiring dengan upaya peningkatan kinerja operasi produksi serta perbaikan tata kelola pertambangan timah, sehingga berdampak positif terhadap fundamental keuangan.
Rekomendasi Saham
Sejalan dengan lonjakan kinerja, pergerakan harga saham TINS juga paling apik di antara emiten tambang BUMN yang lain. Sampai dengan perdagangan Senin (4/11), harga saham TINS telah mengakumulasi lonjakan setinggi 111,63% secara year to date.
PTBA menyusul dengan akumulasi kenaikan harga 17,62%. Sedangkan ANTM dan INCO masih tertinggal (laggard) dengan akumulasi penurunan 10,56% dan 11,04%. Saat ini, TINS diperdagangkan pada harga Rp 1.365, PTBA di Rp 2.870, ANTM di Rp 1.525, dan INCO pada level Rp 3.770 per saham.
Equity Research Analyst Panin Sekuritas Rizal Nur Rafly menilai kinerja PTBA, ANTM dan INCO di bawah ekspektasi. Dengan mempertimbangkan tren penurunan harga jual rata-rata alias Average Selling Price (ASP), Rizal memprediksi kinerja bottom line PTBA bakal menyusut 8,8% (yoy) sampai tutup tahun 2024.
Rizal melanjutkan, kinerja ANTM tertahan oleh segmen nikel yang tidak sesuai ekspektasi akibat terganjal perizinan pada periode awal tahun. Dia pun memproyeksikan kinerja bottom line ANTM akan tertekan hingga 28,9%.
"Namun kami perkirakan kinerja ANTM akan membaik pada tahun 2025 seiring dengan harga emas yang diperkirakan masih berada di level tinggi," ungkap Rizal kepada Kontan.co.id, Senin (4/11).
Sementara itu, kinerja INCO tertekan oleh penurunan ASP nikel dan pembengkakan pada biaya bahan bakar. Rizal melihat bottom line INCO berpeluang mengalami kontraksi hingga 56,9% hingga akhir tahun 2024.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan sepakat, kinerja PTBA dan INCO cenderung di bawah ekspektasi konsensus. Di samping harga komoditas, pemberatnya adalah faktor biaya produksi.
Sementara itu, Rizkia melihat kinerja ANTM cenderung lebih baik dari ekspektasi konsensus. Terutama ditopang oleh volume penjualan emas yang lebih baik serta harga jual emas yang meningkat.
"Khusus untuk ANTM, saya rasa kinerja di kuartal IV-2024 masih cenderung lebih baik. Didukung oleh perbaikan kinerja segmen nikal dan masih kuatnya segmen emas," terang Rizkia.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas melihat outlook kinerja emiten tambang anggota Mind Id berpotensi membaik di sisa tahun ini. Terutama bagi emiten yang telah mengalami penurunan kinerja hingga kuartal ketiga.
"Peluang kenaikan harga masing-masing komoditas berpotensi mendatangkan kinerja yang lebih baik," kata Sukarno.
Sukarno menyarankan wait and see terhadap ANTM dan INCO. Begitu juga untuk PTBA, tapi bisa mencermati peluang trading buy jika harga menunjukkan adanya teknikal rebound. Kemudian, trading buy TINS memperhatikan support di Rp 1.295 untuk target harga Rp 1.410.
Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki memprediksi kinerja emiten tambang Mind Id masih akan bervariasi hingga akhir tahun ini. PTBA dan TINS berpeluang mendapat momentum positif dengan adanya potensi permintaan yang kuat.
Sementara ANTM dan INCO masih berpeluang mengalami tekanan karena harga nikel belum pulih signifikan. Emil pun menyodorkan saham PTBA, TINS dan ANTM dengan target harga masing-masing di Rp 3.050, Rp 1.410, dan Rp 1.690.
Secara teknikal, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo menyarankan wait and see untuk saham ANTM dan INCO. Tunggu peluang buy on weakness pada TINS, serta speculative buy PTBA dengan support di Rp 2.710 dan resistance pada Rp 2.970.
Sedangkan Rizal menyarankan hold saham INCO, PTBA dan ANTM. Dengan target harga masing-masing di level Rp 4.000, Rp 2.900 dan Rp 1.700 per saham.
Harga Minyak Dunia Naik 3% Senin (4/11) Malam, Setelah OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi
Pada hari Minggu, OPEC+ memutuskan memperpanjang pemotongan produksi sebesar 2,2 juta barel per hari (bph) selama sebulan lagi hingga Desember [441] url asal
#opec #donald-trump #minyak-wti #minyak-brent #brent #harga-minyak #kamala-harris #wti #giovanni-staunovo #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #komoditas
(Kontan-Investasi) 04/11/24 19:26
v/17469234/
Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID. Harga minyak naik sekitar 3% pada Senin (4/11), setelah OPEC+ memutuskan menunda rencana peningkatan produksi selama satu bulan.
Pasar menghadapi minggu penting yang juga mencakup pemilu presiden Amerika Serikat (AS).
Kandidat dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dan kandidat Partai Republik, Donald Trump, bersaing ketat dalam jajak pendapat menjelang Pemilu pada Selasa (5/11).
Pemenang mungkin baru akan diketahui beberapa hari setelah pemungutan suara berakhir.
Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$2,13 per barel atau 2,9%, mencapai US$75,23 per barel pada pukul 11:23 GMT.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$2,15 per barel atau 3,1%, menjadi US$71,64.
Pada hari Minggu, OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, memutuskan memperpanjang pemotongan produksi sebesar 2,2 juta barel per hari (bph) selama sebulan lagi hingga Desember.
Kenaikan produksi yang semula direncanakan pada Oktober ditunda karena harga yang menurun dan permintaan yang lemah. Grup ini awalnya dijadwalkan menaikkan produksi sebanyak 180.000 bph mulai Desember.
"Mengingat kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung, kami percaya bahwa kelompok ini menginginkan kejelasan lebih lanjut terkait dampak pemotongan suku bunga di AS serta kebijakan fiskal dan moneter di Tiongkok," kata analis UBS Giovanni Staunovo.
"Grup ini juga perlu memperoleh kejelasan terkait siapa yang akan menjadi presiden AS berikutnya serta dampak dari pengurangan kompensasi negara-negara yang sebelumnya memproduksi di atas batas mereka."
Dalam acara industri di Abu Dhabi, CEO perusahaan energi Italia, Eni, menyatakan bahwa pemotongan pasokan minyak oleh OPEC+ dan upaya untuk menguranginya baru-baru ini telah meningkatkan volatilitas di pasar energi dan menghambat investasi dalam produksi baru.
Para analis memperkirakan volatilitas harga minyak akan tinggi minggu ini karena partisipan pasar menunggu tanggapan Iran terhadap serangan Israel baru-baru ini serta hasil pemilu AS.
Pada hari Kamis, situs berita AS Axios melaporkan bahwa intelijen Israel menyatakan Iran sedang bersiap untuk menyerang Israel dari Irak dalam beberapa hari, mengutip dua sumber Israel yang tidak disebutkan namanya.
"Penasihat senior Trump sangat mendukung serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan penerapan kembali sanksi tekanan maksimum," kata Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC Capital Markets.
Sementara itu, jika Harris terpilih, diperkirakan pemerintahannya tidak akan memperketat sanksi, melainkan akan fokus pada upaya menghentikan perang secepat mungkin, tambah Croft.
Fokus investor minggu ini akan tertuju pada The Fed, di mana para ekonom memperkirakan suku bunga akan dipotong sebesar 25 basis poin pada Kamis.
Di sisi lain, di China, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional dijadwalkan mengadakan pertemuan dari Senin hingga Jumat dan diharapkan menyetujui stimulus tambahan untuk mendukung perekonomian yang melambat.