JAKARTA, investor.id – Sean 'P Diddy' Combs telah menghadapi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan perdagangan seks federal yang mengejutkan. Namun berita tentang dugaan pesta seksnya, rekaman pemerasan rahasia terhadap korban, dan kekerasan bejat terhadap wanita telah mengguncang Hollywood.
Hanya satu hari setelah pengumuman tersebut, lebih dari 120 orang berencana mengajukan tuntutan hukum yang menuduh pelecehan dan eksploitasi seksual terhadap maestro musik yang kini dipermalukan. Mengutip Knewz, berikut ini rincian yang lebih mengkhawatirkan tentang dugaan penggunaan rekaman oleh pria yang menamai dirinya ‘P Diddy’ untuk mengintimidasi korbannya.
Sementara para selebritas berbondong-bondong ke pesta legendaris Diddy, seperti "white party" yang terkenal, seorang sumber mengklaim pesta anehnya itu sesuatu yang lain daripada yang lain (Freak Offs). Para selebritas Hollywood diduga diterbangkan dengan jet pribadi dan diangkut ke lokasi rahasia untuk berkumpul di pusat urusan Diddy yang sangat rahasia.
Seorang mantan agen FBI memberi tahu Star, Diddy (54) terlibat dalam operasi senilai US$ 400 juta yang direncanakan sebelumnya. Operasi ini dilengkapi keamanan yang sangat ketat, transportasi yang terkoordinasi, serta menyuap para saksi dan korban yang tetap bungkam karena adanya penyuapan dan informasi miring.
Mantan agen itu juga mengklaim para bintang sudah mengetahui rahasianya yang paling mengerikan.
"Sebenarnya itu lebih buruk daripada yang diketahui siapa pun. Jika Anda berada di suatu tempat yang begitu intens, Diddy menggunakan kesuksesan dan pengaruhnya di industri musik untuk mengintimidasi orang lain agar bungkam. Selama bertahun-tahun, dia menghadapi paksaan, termasuk ancaman kekerasan jika dipaksa untuk mengakhiri atau membungkam para korban," sebutnya, seperti dikutip pada Jumat (4/10/2024).
Seorang agen Departemen Keamanan Dalam Negeri mendatangi rumah mewah Diddy senilai US$ 35 juta (sekitar Rp 540,5 miliar) di Miami. Rumahnya di California senilai US$ 65 juta (sekitar Rp 1 triliun) juga digeledah.
Agen itu memberi tahu sebuah media berita, pendiri Bad Boy Records itu memiliki kamar-kamar yang dipenuhi mainan seks, peralatan perbudakan, pakaian dalam, dan kamera tersembunyi.
"Anda direkam dari setiap sudut yang memungkinkan, termasuk sudut-sudut yang tidak Anda ketahui," katanya, menambahkan pihaknya menemukan ratusan kamera rahasia di rumah pria bernama asli Sean Combs itu.
Ia menambahkan, para wanita yang terlibat bahkan belum di usia legal.
Agen itu berkata P Diddy seburuk Jeffrey Epstein, investor skandal pedofil terpidana di AS. Ia ditemukan meninggal di penjara New York di usia 66 tahun pada 2019, saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.
Pengacara P Diddy yang bernama Benjamin Brafman membantah kesamaan kliennya dengan Epstein. "Mereka adalah orang dewasa yang saling setuju (melakukan pesta ilegal)," ucapnya di di pengadilan pada 17 September 2024.
Jaksa menduga P Diddy memastikan partisipasi dari para wanita dengan mengendalikan karier mereka, melacak mereka, serta menggunakan intimidasi dan kekerasan.
Sean Combs diduga menyerang para wanita dengan memukul, meninju, menyeret, melempar benda, dan menendang mereka. Tindak kekerasan ini menyebabkan luka yang membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk sembuh.
Sean Combs berhasil lolos dengan taktiknya selama lebih dari satu dekade, menurut jaksa, dengan mengandalkan karyawannya yang juga sering dikendalikan dengan kekerasan untuk membungkam mulut para saksi.
Pemerintah federal juga mengonfirmasi Sean Combs menggunakan rekaman yang sensitif, memalukan, dan memberatkan yang dibuatnya selama kegilaan. Rekaman-rekaman ini sebagai materi pemerasan untuk memastikan kepatuhan dan kebungkaman para korban.
Hanya sedikit orang di Hollywood yang berbicara sejak penangkapan Sean Combs.
Rapper 50 Cent, yang telah terbuka tentang P Diddy yang telah melakukan tindakan kotor selama bertahun-tahun, berbicara kepada The Hollywood Reporter.
"Beberapa dari mereka terlibat, di pesta-pesta dan bersenang-senang, jadi mereka tidak tahu apa yang terekam atau yang tidak terekam, jadi mereka tidak akan mengatakan apa pun karena mereka mungkin terlalu bersenang-senang. Dan kemudian ada orang lain yang melihat dan berkata, 'Yah, itu bukan urusan saya dan saya tidak ingin terlibat," ungkapnya.
Pembawa acara radio hip-hop Charlamagne Tha God percaya akan ada orang lain yang terlibat, katanya kepada pendengar di acara The Breakfast Club pada 17 September 2024.
"Jika Anda pernah tak berbusana di pesta siapa pun bersama Diddy dan ada beberapa wanita atau pria di sekitar yang ia katakan bahwa Anda adalah bagian dari pesta itu, Anda mungkin akan masuk penjara," bebernya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News