#30 tag 24jam
3 Surat Pendek Alquran Ini Benteng Ampuh untuk Muslim, Ini Deretan Rahasianya
Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas mempunyai sejumlah keutamaan [380] url asal
#al-ikhlas #keutamaan-al-ikhlas #manfaat-al-ikhlas #keistimewaan-al-ikhlas #al-falaq #keutamaan-al-falaq #keistimewaan-al-falaq #manfaat-al-falaq #an-nas #keutamaan-an-nas #keistimewaan-an-nas #surat-b
(Republika - Iqra) 11/10/24 20:38
v/16527195/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Alquran merupakan benteng bagi Muslim yang membacanya dari segala perkara yang membahayakan di kehidupan dunia.
Guru besar tafsir dan ilmu Alquran Universitas Al-Azhar Cabang Asyuth Mesir, Syekh Mukhtar Marzuq menyarankan cara yang sederhana dan efektif untuk membentengi diri sendiri dan mencegah kejahatan.
"Bentengilah diri kalian dengan surat-surat al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan an-Nas)," dikutip dari Masrawy, Jumat (11/10/2024).
Dia menyarankan untuk menjaga benteng pertahanan dengan membaca tiga surat al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Nas setiap hari, dan menekankan bahwa ini adalah salah satu benteng pertahanan yang paling kuat.
Dia menguraikan keutamaan benteng diri dengan surah-surah tersebut.
Membaca surah-surah ini di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali sudah cukup dari segalanya.
عن عبدالله بن حبيب قال : خرجنا فى ليلة مطيرة -ذات مطر- وظلمة شديدة نطلب رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي لنا قال: فأدركته فقال : قل فلم أقل شيئا ،ثم قال قل : فلم أقل شيئا ، قال :قل ،فقلت :ما أقول؟ قال قل ( قل هو الله أحد ) والمعوذتين حين تمسي وتصبح ثلاث مرات تكفيك من كل شيء )
Dari Abdullah bin Habib, ia berkata, "Kami keluar pada suatu malam yang basah dengan hujan dan gelap gulita, kami mencari Rasulullah SAW untuk sholat dengan kami. Abdullah bin Habib berkata, "Aku menemukan beliau lalu dia bersabda, "Katakanlah." Aku tidak mengatakan sesuatu. Kemudian beliau kembali mengatakan, “Ucapkanlah.”
Aku bertanya, “Apa yang harus aku ucapkan?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah, ‘qul huwallahu Ahad’ dan ‘Al-Mu'wwidzatain’ ketika engkau akan tidur dan ketika engkau bangun tidur sebanyak tiga kali, niscaya hal itu akan mencukupkanmu dari segala sesuatu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Syekh Mukhtar menjelaskan, pertama makna “Cukuplah bagimu dari segala sesuatu” adalah bahwa ketiga surah itu cukup bagimu dari segala sesuatu, yakni dari segala keburukan, dan makna “dari” pada “dari segala sesuatu” adalah awal, yakni dari keburukan yang pertama hingga yang terakhir, atau bisa juga sebagian dari setiap keburukan, dan bisa juga makna “dari” itu adalah meliputi kamu dari segala sesuatu yang lain.
BACA JUGA: Sadis, Jasad Puluhan Ribu Syuhada Menguap Jadi Pertikel tak Kasat Mata Akibat Bom Israel
Kedua, banyak orang yang mengeluh bahwa mereka memiliki kondisi mental yang buruk atau bahwa mereka telah disihir, dan lain-lain.
"Maka di sini kami jelaskan obatnya dari sunnah yang benar," kata dia sembari menjelaskan caranya itu seorang Muslim dapat membaca surat-surat ini di telapak tangannya dan mengusap tubuhnya setelah membaca surat-surat ini, obat yang efektif dan akan dibahas lebih lanjut, insyaAllah.
Ketiga, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk berpaling dari benteng yang agung ini karena setiap Muslim menghafal surat-surat ini, bahkan orang yang baru masuk Islam.
Terungkap Rahasia Mengapa Surat Favorit dalam Alquran Ini Diapit Al-Lahab dan Al-Falaq?
Surat Al-Ikhlas memiliki sejumlah keutamaan [630] url asal
#surat-al-ikhlas #keutamaan-surat-al-ikhlas #keistimewaan-surat-al-ikhlas #rahasia-surat-al-ikhlas #asbabun-nuzul-surat-al-ikhlas #kandungan-surat-al-ikhlas #isi-surat-al-ikhlas #makna-surat-al-ikhlas
(Republika - Iqra) 28/07/24 20:59
v/12448303/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Surat Al-Ikhlas berada di urutan ke-112 dalam Alquran. Berada setelah setelah Surat Al Lahab dan berada sebelum surat Al-Falaq. Apa rahasianya?
Surat Al-Ikhlas berada setelah surat al-Masad (al-Lahab), dalam surat ini Allah SWT menyebutkan tentang kisah Abu Lahab dan istrinya yang memerangi dakwah tauhid dengan segala cara dan muslihat yang mereka lakukan. Keduanya tetap syirik menyembah berhala dan patung. Keduanya penghuni neraka.
Datanglah surat Al-Ikhlas untuk memerintahkan manusia bertauhid dan menjauhi syirik kepada Allah SWT. Allah SWT tidak ada bandingan dan kembarannya. Tauhid inilah jalan keselamatan dari neraka.
Dalam al-Itqan fi Ulum al-Quran, Imam as-Suyuthi mengungkapkan, kedua surat ini mempunyai rima yang sama. Akhir surat al-Lahab adalah qalqalah, demikian pula awal surat Al-Ikhlas diakhir dengan qalqalah.
Lantas mengapa setelah surat al-Ikhlas, disusul dengan surat al-Falaq? Setelah Surat Al-Ikhlas menjelaskan tentang sifat-sifat Allah SWT yang tak ada tandingannya, maka datanglah surat al-Falaq untuk mengajarkan berlindung kepada Tuhan pemilik waktu Subuh, yaitu dari keburukan waktu subuh ketika cahaya sudah mulai terang dan dari keburukan malam dan gelap litanya, serta dari gelapnya makhluk seluruhnya, kerana hanya Dialah yang mampu mendatangkan manfaat dan mencegah kemudharatan, Tuhan satu-satunya, yang tiada bandingannya.
Surat favorit
Al-Ikhlas termasuk surat pendek favorit ketika sholat. Ternyata, hal ini pernah dilakukan pula sahabat Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam al-Bukhari, dalam kitab Shahih-nya, dari Anas bin Malik RA:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ ، وَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِي الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ افْتَتَحَ : بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ، ثُمَّ يَقْرَأُ سُورَةً أُخْرَى مَعَهَا ، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ، فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ ، فَقَالُوا : إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى ، فَإِمَّا تَقْرَأُ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا ، وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى فَقَالَ : مَا أَنَا بِتَارِكِهَا ، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ ، وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرُوهُ الخَبَرَ ، فَقَالَ : يَا فُلاَنُ ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ ، وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّهَا ، فَقَالَ : حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الجَنَّةَ
Pernah Seorang sahabat Anshar menjadi imam di Masjid Quba. Setiap kali hendak membaca surat untuk mereka ia mengawalinya dengan membaca surat "qul huwallaahu Ahad" hingga selesai, kemudian baru ia membaca surat yang lain. la melakukan hal ini pada setiap rakaat.
Sahabat-sahabatnya berkata kepadanya, "Sesungguhnya Engkau selalu mengawali dengan surat al-lkhlas, dan Engkau tidak merasa cukup dengannya tanpa membaca surat yang lain setelahnya. Sekarang silakan pilih, engkau membaca surat al-lkhlas saja, atau engkau meninggalkannya dan membaca surat yang lain saja".
Ia menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan surat itu. Jika kalian suka aku mengimami kalian seperti itu, maka aku akan melakukannya. Jika kalian tidak suka, aku akan meninggalkan kalian."
Sedang mereka menganggap ia adalah orang yang terbaik di antara mereka, dan mereka tidak suka orang lain yang mengimami mereka sholat.
Ketika Nabi ﷺ datang mengunjungi mereka, mereka menceritakannya kepada beliau.
Lalu beliau bersabda, "Wahai fulan! Mengapa kamu menolak apa yang diperintahkan teman-temanmu kepadamu? Apa yang membuatmu selalu membaca surat itu setiap rakaat?" la menjawab: "Saya menyukai surat itu".
Beliau bersabda: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ "Kecintaanmu pada surat itu akan memasukkanmu ke dalam surga."
Dan ternyata...
Kedua, Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran adalah surat Al-Ikhlas. Hal ini diketahui dari hadits riwayat Bukhari dalam kitab Shahih-nya, dari jalur Abu Said al-Khudri di mana dia meriwayatkan sebagai berikut:
عن أبي سعيد الخدريّ -رضي الله عنه قال أنَّ رجلاً سمع رجلاً يقرأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُردِّدُها، فلمّا أصبح جاء إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فذكر ذلك لهُ، وكأنَّ الرجلَ يتقالُّها، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: والذي نفسي بيدِهِ، إنّها لتعدلُ ثُلثَ القرآنِ
"Di suatu malam, ada seorang sahabat yang mendengar temannya membaca surat Al-Ikhlas dan diulang-ulang. Pagi harinya, sahabat ini melaporkan kepada Rasulullah SAW dengan nada sedikit meremehkan amalnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, 'demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Alquran." (HR Bukhari)
Dilansir dari laman Mawdoo, hadits tersebut menunjukkan betapa penting dan tingginya kedudukan Surat Al-Ikhlas meski memiliki sedikit ayat. Surat ini memiliki posisi yang besar di dalam Alquran.
Ini juga menunjukkan pentingnya membaca dan mengulanginya di mana pun dan kapan pun misalnya pagi atau sore, atau saat sakit, atau untuk meruqyah seseorang yang menderita suatu penyakit.
Selain itu juga dianjurkan membacanya surat Al-Ikhlas setelah sholat lima waktu, sebelum tidur, bangun tidur, dan sepanjang waktu siang dan malam.
Adapun nama dan makna surat Al-Ikhlas adalah surat ini berfokus pada tauhid dan sisi Ketuhanan di antaranya untuk membebaskannya dari politeisme. Surat tersebut juga menyelamatkan Muslim sehingga terbebas dari Api Neraka karena menyingkirkan berbagai hal yang sifatnya menyekutukan Allah SWT.
Baca Surat Al-Ikhlas 50 Kali Hari Jumat, Ini Cara dan Manfaatnya Menurut Imam Ghazali
Surat Al-Ikhlas memiliki sejumlah keutamaan [539] url asal
#surat-al-ikhlas #keutamaan-surat-al-ikhlas #manfaat-surat-al-ikhlas #keistimewaan-surat-al-ikhlas #kedudukan-surat-al-ikhlas #membaca-al-ikhlas-50-kali #membaca-al-ikhlas-50-kali-hari-jumat #amalan-ha
(Republika - Khazanah) 11/07/24 15:41
v/10429090/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Ketika telah datang ke masjid untuk menunaikan sholat Jumat, usahakan mencari dan duduk di shaf paling awal. Ini dapat dilakukan bila jamaah belum banyak yang datang. Oleh karena itu, bila ingin duduk di shaf awal untuk sholat Jumat hendaknya datang lebih awal ke masjid.
Sedangkan bila telah banyak orang yang datang ke masjid dan memenuhi shaf-shaf di dalam masjid, maka jangan memaksa diri untuk duduk di shaf depan sehingga melangkahi bahu-bahu jamaah lainnya, apalagi sampai melangkahi orang yang sedang sholat sebab hal itu dilarang.
Selain itu ketika telah datang ke masjid lebih baik memilih duduk dekat menghadap dinding atau tiang, tujuannya agar menghindari orang yang lewat di depan. Ini sebagaimana dijelaskan Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah:
ثم إذا دخلت الجامع ، فاطلب الصف الأول ، وإذا اجتمع الناس ، فلا تتخط رقابهم ، ولا تمر بين أيديهم وهم يصلون، واجلس يقرب حائط أو أسطوانة حتى لا يمر بين يديك .
Artinya: Kemudian bila engkau sudah masuk Masjid Jami' carilah shaf awal. Dan bila orang telah berkumpul maka jangan melangkahi pundak-pundak jamaah. Dan jangan lewat di depan ketika mereka sedang sholat, dan duduklah dekat dinding atau dekat tiang, agar orang-orang tidak melewati di depanmu. (Lihat Bidayatul Hidayah karya Imam Al Ghazali, penerbit Darul Minhaj Lebanon Beirut, halaman 159).
Lalu bila telah sampai masjid, jangan langsung duduk. Tapi hendaknya menunaikan dua rakaat sholat tahiyatul masjid dan sholat qobliyah Jumat.
Imam Al Ghazali menjelaskan lebih utama surat yang dibaca dalam setiap rakaat sholat sunah tahiyatul masjid dan qabliyah Jumat itu adalah surat Al Ikhlas sebanyak 50 kali.
Disebutkan keutamaannya adalah bahwa orang yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 50 kali dalam setiap rakaat sholat sunah tahiyatul masjid dan sholat sunah qabliyah akan diperlihatkan tempatnya di surga sebelum meninggal.
ولا تقعد حتى تصلي التحية ، وحسن أن تصلي أربع ركعات ، تقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة سورة الإخلاص خمسين مرة ، ففي الخبر : أن من فعل ذلك ، لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة ، أو يرى له ذلك .
Artinya: “Dan jangan kamu duduk sebelum kamu sholat tahiyatul masjid. Dan sebaiknya sholat sunah empat rakaat (dua rakaat tahiyatul masjid dan dua rakaat qobliyah Jumat). Dan di setiap rakaat setelah Fatihah membaca Al Ikhlas 50 kali. Dan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa barang siapa yang melakukan demikian maka dia tidak akan mati sehingga dia melihat tempatnya di surga atau tempatnya di surga itu diperlihatkan kepadanya.” (Bidayatul Hidayah, halaman 159).
Surat Al-Ikhlas mempunyai...
Kedua, Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran adalah surat Al-Ikhlas. Hal ini diketahui dari hadits riwayat Bukhari dalam kitab Shahih-nya, dari jalur Abu Said al-Khudri di mana dia meriwayatkan sebagai berikut:
عن أبي سعيد الخدريّ -رضي الله عنه قال أنَّ رجلاً سمع رجلاً يقرأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُردِّدُها، فلمّا أصبح جاء إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فذكر ذلك لهُ، وكأنَّ الرجلَ يتقالُّها، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: والذي نفسي بيدِهِ، إنّها لتعدلُ ثُلثَ القرآنِ
"Di suatu malam, ada seorang sahabat yang mendengar temannya membaca surat Al-Ikhlas dan diulang-ulang. Pagi harinya, sahabat ini melaporkan kepada Rasulullah SAW dengan nada sedikit meremehkan amalnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, 'demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Alquran." (HR Bukhari)
Dilansir dari laman Mawdoo, hadits tersebut menunjukkan betapa penting dan tingginya kedudukan Surat Al-Ikhlas meski memiliki sedikit ayat. Surat ini memiliki posisi yang besar di dalam Alquran.
Ini juga menunjukkan pentingnya membaca dan mengulanginya di mana pun dan kapan pun misalnya pagi atau sore, atau saat sakit, atau untuk meruqyah seseorang yang menderita suatu penyakit.
Selain itu juga dianjurkan membacanya surat Al-Ikhlas setelah sholat lima waktu, sebelum tidur, bangun tidur, dan sepanjang waktu siang dan malam.
Adapun nama dan makna surat Al-Ikhlas adalah surat ini berfokus pada tauhid dan sisi Ketuhanan di antaranya untuk membebaskannya dari politeisme. Surat tersebut juga menyelamatkan Muslim sehingga terbebas dari Api Neraka karena menyingkirkan berbagai hal yang sifatnya menyekutukan Allah SWT.
Sahabat Nabi SAW Suka Baca Al Ikhlas Setiap Sholat, Begini Tanggapan Rasulullah SAW
Surat Al-Ikhlas memiliki sejumlah keutamaan [454] url asal
#surat-al-ikhlas #keutamaan-surat-al-ikhlas #manfaat-surat-al-ikhlas #keistimewaan-surat-al-ikhlas #kedudukan-surat-al-ikhlas #membaca-surat-al-ikhlas
(Republika - Iqra) 11/07/24 13:42
v/10418896/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Kita sering mendapati Imam yang kerap membaca surat Al-Ikhlas dalam sholat jahr seperti sholat Maghrib, Isya, dan Subuh. Alasannya sederhana, karena surat ini memang pendek.
Tak heran jika Al-Ikhlas termasuk surat pendek favorit ketika sholat.
Ternyata, hal ini pernah dilakukan pula sahabat Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam al-Bukhari, dalam kitab Shahih-nya, dari Anas bin Malik RA:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ ، وَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِي الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ افْتَتَحَ : بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ، ثُمَّ يَقْرَأُ سُورَةً أُخْرَى مَعَهَا ، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ، فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ ، فَقَالُوا : إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى ، فَإِمَّا تَقْرَأُ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا ، وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى فَقَالَ : مَا أَنَا بِتَارِكِهَا ، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ ، وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرُوهُ الخَبَرَ ، فَقَالَ : يَا فُلاَنُ ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ ، وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّهَا ، فَقَالَ : حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الجَنَّةَ
Pernah Seorang sahabat Anshar menjadi imam di Masjid Quba. Setiap kali hendak membaca surat untuk mereka ia mengawalinya dengan membaca surat "qul huwallaahu Ahad" hingga selesai, kemudian baru ia membaca surat yang lain. la melakukan hal ini pada setiap rakaat.
Sahabat-sahabatnya berkata kepadanya, "Sesungguhnya Engkau selalu mengawali dengan surat al-lkhlas, dan Engkau tidak merasa cukup dengannya tanpa membaca surat yang lain setelahnya. Sekarang silakan pilih, engkau membaca surat al-lkhlas saja, atau engkau meninggalkannya dan membaca surat yang lain saja".
Ia menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan surat itu. Jika kalian suka aku mengimami kalian seperti itu, maka aku akan melakukannya. Jika kalian tidak suka, aku akan meninggalkan kalian."
Sedang mereka menganggap ia adalah orang yang terbaik di antara mereka, dan mereka tidak suka orang lain yang mengimami mereka sholat.
Ketika Nabi ﷺ datang mengunjungi mereka, mereka menceritakannya kepada beliau.
Lalu beliau bersabda, "Wahai fulan! Mengapa kamu menolak apa yang diperintahkan teman-temanmu kepadamu? Apa yang membuatmu selalu membaca surat itu setiap rakaat?" la menjawab: "Saya menyukai surat itu".
Beliau bersabda: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ "Kecintaanmu pada surat itu akan memasukkanmu ke dalam surga."
Dan ternyata...
Kedua, Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran adalah surat Al-Ikhlas. Hal ini diketahui dari hadits riwayat Bukhari dalam kitab Shahih-nya, dari jalur Abu Said al-Khudri di mana dia meriwayatkan sebagai berikut:
عن أبي سعيد الخدريّ -رضي الله عنه قال أنَّ رجلاً سمع رجلاً يقرأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُردِّدُها، فلمّا أصبح جاء إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فذكر ذلك لهُ، وكأنَّ الرجلَ يتقالُّها، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: والذي نفسي بيدِهِ، إنّها لتعدلُ ثُلثَ القرآنِ
"Di suatu malam, ada seorang sahabat yang mendengar temannya membaca surat Al-Ikhlas dan diulang-ulang. Pagi harinya, sahabat ini melaporkan kepada Rasulullah SAW dengan nada sedikit meremehkan amalnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, 'demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Alquran." (HR Bukhari)
Dilansir dari laman Mawdoo, hadits tersebut menunjukkan betapa penting dan tingginya kedudukan Surat Al-Ikhlas meski memiliki sedikit ayat. Surat ini memiliki posisi yang besar di dalam Alquran.
Ini juga menunjukkan pentingnya membaca dan mengulanginya di mana pun dan kapan pun misalnya pagi atau sore, atau saat sakit, atau untuk meruqyah seseorang yang menderita suatu penyakit.
Selain itu juga dianjurkan membacanya surat Al-Ikhlas setelah sholat lima waktu, sebelum tidur, bangun tidur, dan sepanjang waktu siang dan malam.
Adapun nama dan makna surat Al-Ikhlas adalah surat ini berfokus pada tauhid dan sisi Ketuhanan di antaranya untuk membebaskannya dari politeisme. Surat tersebut juga menyelamatkan Muslim sehingga terbebas dari Api Neraka karena menyingkirkan berbagai hal yang sifatnya menyekutukan Allah SWT.
Surat Favorit dalam Sholat 5 Waktu, Sering Dibaca Sahabat Nabi SAW dan Berbalas Surga
Surat Al-Ikhlas memiliki sejumlah keutamaan [513] url asal
#surat-al-ikhlas #keutamaan-surat-al-ikhlas #manfaat-surat-al-ikhlas #keistimewaan-surat-al-ikhlas #kedudukan-surat-al-ikhlas #membaca-surat-al-ikhlas
(Republika - Iqra) 11/07/24 05:59
v/10418898/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Surat Al-Ikhlas terdiri dari empat ayat. Surat ini tergolong dalam surat Makkiyyah. Surat ini diturunkan sesudah surat An Naas.
Dinamakan Al-Ikhlas karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah SWT. Pokok isi dalam surat Al-Ikhlas adalah penegasan tentang kemurnian keesaan Allah SWT dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.
Kita sering mendapati Imam yang kerap membaca surat Al-Ikhlas dalam sholat jahr seperti sholat Maghrib, Isya, dan Subuh. Alasannya sederhana, karena surat ini memang pendek.
Tak heran jika Al-Ikhlas termasuk surat pendek favorit ketika sholat.
Ternyata, hal ini pernah dilakukan pula sahabat Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam al-Bukhari, dalam kitab Shahih-nya, dari Anas bin Malik RA:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ ، وَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِي الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ افْتَتَحَ : بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ، ثُمَّ يَقْرَأُ سُورَةً أُخْرَى مَعَهَا ، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ، فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ ، فَقَالُوا : إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى ، فَإِمَّا تَقْرَأُ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا ، وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى فَقَالَ : مَا أَنَا بِتَارِكِهَا ، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ ، وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرُوهُ الخَبَرَ ، فَقَالَ : يَا فُلاَنُ ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ ، وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّهَا ، فَقَالَ : حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الجَنَّةَ
Pernah Seorang sahabat Anshar menjadi imam di Masjid Quba. Setiap kali hendak membaca surat untuk mereka ia mengawalinya dengan membaca surat "qul huwallaahu Ahad" hingga selesai, kemudian baru ia membaca surat yang lain. la melakukan hal ini pada setiap rakaat.
Sahabat-sahabatnya berkata kepadanya, "Sesungguhnya Engkau selalu mengawali dengan surat al-lkhlas, dan Engkau tidak merasa cukup dengannya tanpa membaca surat yang lain setelahnya. Sekarang silakan pilih, engkau membaca surat al-lkhlas saja, atau engkau meninggalkannya dan membaca surat yang lain saja".
Ia menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan surat itu. Jika kalian suka aku mengimami kalian seperti itu, maka aku akan melakukannya. Jika kalian tidak suka, aku akan meninggalkan kalian."
Sedang mereka menganggap ia adalah orang yang terbaik di antara mereka, dan mereka tidak suka orang lain yang mengimami mereka sholat.
Ketika Nabi ﷺ datang mengunjungi mereka, mereka menceritakannya kepada beliau.
Lalu beliau bersabda, "Wahai fulan! Mengapa kamu menolak apa yang diperintahkan teman-temanmu kepadamu? Apa yang membuatmu selalu membaca surat itu setiap rakaat?" la menjawab: "Saya menyukai surat itu".
Beliau bersabda: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ "Kecintaanmu pada surat itu akan memasukkanmu ke dalam surga."
Dan ternyata...
Kedua, Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran adalah surat Al-Ikhlas. Hal ini diketahui dari hadits riwayat Bukhari dalam kitab Shahih-nya, dari jalur Abu Said al-Khudri di mana dia meriwayatkan sebagai berikut:
عن أبي سعيد الخدريّ -رضي الله عنه قال أنَّ رجلاً سمع رجلاً يقرأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُردِّدُها، فلمّا أصبح جاء إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فذكر ذلك لهُ، وكأنَّ الرجلَ يتقالُّها، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: والذي نفسي بيدِهِ، إنّها لتعدلُ ثُلثَ القرآنِ
"Di suatu malam, ada seorang sahabat yang mendengar temannya membaca surat Al-Ikhlas dan diulang-ulang. Pagi harinya, sahabat ini melaporkan kepada Rasulullah SAW dengan nada sedikit meremehkan amalnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, 'demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Alquran." (HR Bukhari)
Dilansir dari laman Mawdoo, hadits tersebut menunjukkan betapa penting dan tingginya kedudukan Surat Al-Ikhlas meski memiliki sedikit ayat. Surat ini memiliki posisi yang besar di dalam Alquran.
Ini juga menunjukkan pentingnya membaca dan mengulanginya di mana pun dan kapan pun misalnya pagi atau sore, atau saat sakit, atau untuk meruqyah seseorang yang menderita suatu penyakit.
Selain itu juga dianjurkan membacanya surat Al-Ikhlas setelah sholat lima waktu, sebelum tidur, bangun tidur, dan sepanjang waktu siang dan malam.
Adapun nama dan makna surat Al-Ikhlas adalah surat ini berfokus pada tauhid dan sisi Ketuhanan di antaranya untuk membebaskannya dari politeisme. Surat tersebut juga menyelamatkan Muslim sehingga terbebas dari Api Neraka karena menyingkirkan berbagai hal yang sifatnya menyekutukan Allah SWT.