#30 tag 24jam
4 Bacaan Doa agar Mudah Melahirkan, Lengkap Arab, Latin Beserta Artinya
Doa agar mudah melahirkan bisa diamalkan calon ibu yang sedang menanti persalinan agar dilancarkan. - Bagian all [528] url asal
#doa-agar-mudah-melahirkan #al-quran #persalinan
(iNews - Terkini) 12/10/24 07:30
v/16348509/
JAKARTA, iNews.id - Doa agar mudah melahirkan bisa diamalkan calon ibu yang sedang menanti persalinan agar dilancarkan. Doa tersebut merupakan bentuk ikhtiar batin agar dimudahkan dan diberikan keselamatan oleh Allah.
Dalam Al Quran, Allah SWT memerintahkan kepada maanusia supaya berbuat baik kepada bapak dan ibunya yang telah melahirkannya dengan penuh susah payah.
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). (QS. Al Ahqaf: ayat 22).
KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya Ritual & Tradisi islam Jawa menuturkan, sebagai bentuk tawakal dan kepasrahan, sebaiknya saat-saat menjelang kelahiran diisi dengan memperbanyak bacaan Alquran, istighfar dan bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim alaihisalam (sholawat Ibrahimiyah).
1. Membaca Doa Maryam Hanna Waladat
ﺤﻨﺎ ﻭﻟﺪﺖ ﻤﺭﻴﻡ ﻭﻤﺭﻴﻡ ﻭﻟﺪﺖ ﻋﻴﺴﻰ ﺍﺨﺮﺝ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ ﺒﻗﺪﺮﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ
Latin: Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi
Artinya : Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allaah) yang disembah.
Dilansir dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB, doa itu dibaca saat proses persalinan diulang-ulang sebanyak-banyaknya oleh ibu yang akan melahirkan dan orang-orang yang hadir di saat persalinan tersebut.
2. Doa Dihilangkan Rasa Sakit saat Melahirkan
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ اَللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مِنْ بَطْنِيْ إِلَى خُرُوْجِهِ
عَلَى الدُّنْيَا وَاشْفِهِ مَعِيْ بِحُرْمَةِالنَّبِيِّالْمُصْطَفَى صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْتَ شَافِ ِلاَشْفَاءَ اِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَ يُغَادِرْ سَقَمًا،
Alhamdulillahi rabbil 'alamiin. Allahumma sholli 'alaa sayyidina muhammad. Allahummahfadh waladii min bathnii ilaa khurujihi 'alad dunyaa wasyhfiihi ma'iya bihurmatinabiyyal musthofaa shollaallahu 'alaihi wasallama anta syaafi liasyfaa a illa syifaauka syifaa an 'aajilan laa yughoodira saqoma.
Artinya: Segala puji bagi Allah tuhan sekalian alam. Semoga sholawat dilimpahkan atas junjungan Nabi Muhammad SAW. Ya Allah jagalah anak saya dari perut ibunya sampai dia keluar ke alam dunia. Engkaulah penyembuh di mana tidak penyembuha selain PenyembuhanMu dengan penyembuhan segera yang tidak meninggalkan kesakitan dan penyakit. Engkau adalah sebaik-baik tempat meminta.
3. Doa Dilancarkan Persalinan
اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةًوَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ اَللَّهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَسَلِيْمًا وَاجْعَلْهُ سَعِيْدًا فِي الدُّنْيَاوَاْلآخِرَةِ وَلاَ تَجْعَلْهُ غَيْبًا وَكَذِيْبًا وَخِيَانَةً وَتَقَبَّلْ دُعَائَنَا كَمَا تَقَبَّلْتَ دُعَاءَ نَبِيِّكَ ورَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ya Allah, bentuklah janin jitu dengan bentuk yang baik lagi indah teguhkanlah hatinya dalam beriman kepada-Mu dan rasul-Mu. Ya Allah keluarkanlah ia di waktu kelahirannya dengan mudah dan selamat serta tidak mengalami kesulitan, dan dengan anak ini jadikanlah aku sebagai orang yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Aamin. Kabulkanlah doa kami seperti Engkau mengabulkan doa Nabi dan rasul-Mu Sayyidina Muhammad SAW.
4. Membaca Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ
“Astaghfirullohal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih. Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu a’uudzu bika min syarri ma shana’tu abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa ant(a)
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat pada-Nya. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Itulah bacaan doa agar mudah melahirkan yang bisa diamalkan muslimah terutama yang sedang menanti persalinan agar dilancarkan dan bayi yang dilahirkan selamat.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
Surat Ar Rahman untuk Ibu Hamil dan Janin yang Dikandungnya, Ini Manfaatnya
Surat Ar Rahman untuk ibu hamil bisa diamalkan kaum Muslimah saat menghadapi persalinan. - Bagian all [1,847] url asal
#surat-ar-rahman #ibu-hamil #al-quran #manfaat
(iNews - Terkini) 21/09/24 06:30
v/15332952/
JAKARTA, iNews.id - Surat Ar Rahman untuk ibu hamil bisa diamalkan kaum Muslimah saat menghadapi persalinan. Ibu hamil memang kerap mengalami kecemasan karena faktor perubahan hormon dalam tubuh. Karena itu, sangat dianjurkan untuk sering membaca Alquran terutama Surat Ar Rahman agar hati menjadi lebih tenang.
Surat Ar Rahman merupakan surat ke-55 dalam Alquran. Ar Rahman artinya "Yang Maha Pemurah". Surat ini termasuk surah Makkiyyah. Surat Ar Rahman mengajarkan kepada manusia dan jin untuk pandai-pandai bersyukur atas nikmat Allah.
Surat Ar-Rahman adalah pengantinnya Al-Quran. Sebagaimana Surat Yasin yang disebut sebagai hati Al-Quran, maka Ar-Rahman adalah pengantinnya Al-Quran. Setiap sesuatu punya hati. Pun setiap sesuatu punya pengantin. Dan pengantin Al-Quran adalah Surat Ar-Rahman, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman
لكل شيء عروس وعروس القرآن الرحمن
Artinya: Segala sesuatu punya pengantin. Dan pengantin Al-Quran adalah Surat Ar-Rahman. (HR. Baihaqi).
Ustaz Abdul Somad mengatakan, dalam Surat Ar Rahman ini disebutkan ada 31 ayat yang menyatakan Fabiayyi Alaaa Irobbikumaa Tukadzibaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?"
Ayat tersebut mengandung arti agar manusia untuk mensyukuri atas semua nikmat yang telah Allah berikan.
Salah satu fungsi Alquran yakni, Asy-Syifa yang berarti penyembuh. Al Quran memang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW untuk mengobati penyakit hati manusia.
Untuk itu, saat manusia merasa mempunyai penyakit yang berkaitan dengan hati, misalnya saja iri, kecewa, sedih, dan sebagainya dianjurkan untuk membaca atau mendengarkan murattal Alquran.
Membaca ayat suci Alquran, Insya Allah dapat meringankan bahkan menghilangkan penyakit-penyakit tersebut.
Dalam Surat Al Isra ayat 82, Allah SWT berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isra : 82)
Tak terkecuali bagi ibu hamil. Sebab, ibu hamil terlebih yang sudah memasuki hamil tua pasti akan mengalami kecemasan. Karena itu, dianjurkan untuk membaca Al Quran, Surat Ar Rahman.
Ada banyak manfaat membaca Surat Ar Rahman bagi ibu hamil, salah satunya menghilangkan kecemasan. selain itu, menambah rasa syukur kepada Allah dan meningkatkan keimanan.
Dilansir dari laman poltekkespalembang.ac.id, hasil penelitian terhadap ibu hamil yang mendengarkan murattal Surat Ar Rahman didapati ada penurunan kecemasan yang signifkan dibandingkan sebelum mendengarkan Surat Ar Rahman.
Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi terapi murottal Alquran Surah Ar-Rahman terhadap kecemasan ibu hamil trimester III memberikan hasil yang positif.
KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya Ritual & Tradisi islam Jawa menuturkan, sebagai bentuk tawakal dan kepasrahan, sebaiknya saat-saat menjelang kelahiran diisi dengan memperbanyak bacaan Alquran, istighfar dan bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim alaihisalam (sholawat Ibrahimiyah).
Berikut bacaan Surat Ar Rahman lengkap ayat 1-78 untuk ibu hamil dan artinya.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. اَلرَّحْمٰنُۙ
Latin: Ar-raḥmaan
Artinya: (Allah) Yang Maha Pengasih,
2. عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ
'allamal-qur`aan
Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.
3. خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ
khalaqal-insaan
Dia menciptakan manusia,
4. عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
'allamahul bayaan
Mengajarnya pandai berbicara.
5. اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ
asy syamsu wal qamaru biḥusbaan
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
6. وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
wan najmu wasy syajaru yasjudaan
Dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ
was-samaa`a rafa'ahaa wa waḍha'al-miizaan
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
8. اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ
allaa taṭghau fil-miizaan
Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,
9. وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ
wa aqiimul wazna bil qisṭhi wa laa tukhsirul-miizaan
dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
10. وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ
wal arḍha waḍha'ahaa lil anaam
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
11. فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ
Fiihaa faakihatuw wan nakhlu dzaatul akmaam
di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
12. وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ
Wal ḥabbu Dzul'aṣfi warraiḥaan
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
13. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
14. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ
khalaqal insaana min ṣhalṣhaaling kal-fakhkhaar
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
15. وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ
wa khalaqal-jaanna mim maarijim minnaar
dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
16. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
17. رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ
rabbul masyriqaini wa rabbul maghribaiin
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.
18. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
19. مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ
marajal baḥraini yaltaqiyaan
Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
20. بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ
bainahumaa barzakhul la yabghiyaan
di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
21. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
22. يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ
yakhruju min humal-lu`lu`u wal marjaan
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
23. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
24. وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ
wa lahul jawaaril munsya`aatu fil baḥri kal a'laam
Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
25. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
26. كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ
kullu man 'alaihaa faan
Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
27. وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ
wa yabqaa waj hu rabbika dzul-jalaali wal ikraam
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
28. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
29. يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ
yas`aluhụ man fis samaawaati wal-arḍh, kulla yaumin huwa fii sya`n
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
30. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
31. سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ
Sanafrughu lakum ayyuhats tsaqalaan
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
32. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
33. يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ
yaa ma'syaral jinni wal ingsi inistaṭa'tum an tanfudzụu min aqṭhaaris-samaawaati wal arḍhi fangfudzụ, laa tangfudzụna illaa bisulṭhaan Wahai golongan jin dan manusia!
Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
34. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
35. يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ
yursalu 'alaikumaa syuwaaẓum min naariw wa nukḥaasun fa laa tantaṣiraan
Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).
36. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
37. فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ
fa idzansyaqqatis-samaa`u fa kaanat wardatang kaddihaan Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.
38. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
39. فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ
fa yauma`idzil laa yus`alu 'an dzambihii insuw wa laa jaann Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
40. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
41. يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ
yu'raful mujrimụna bisiimaahum fa yu`khadzu bin-nawaaṣaa wal-aqdaam
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
42. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
43. هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ
haadzihii jahannamullatii yukadzdzibu bihal-mujrimụn
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
44. يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ
yaṭụfụna bainahaa wa baina ḥamiimin aan
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.
45. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
46. وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ
wa liman khoofa maqooma rabbihii jannataan
Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
47. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
48. ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ
Dzawaataa afnaan
kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.
49. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
50. فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ
fiihimaa 'ainaani tajriyaan
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
51. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
52. فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ
Fiihimaa ming kulli faakihatin zaujaan
Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
53. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
54. مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ
Muttaki`iina 'alaa furusyim baṭhoo`inuhaa min istabraq, wa janal jannataini daan
Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
55. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
56. فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
Fiihinna qaaṣiraatuṭh-ṭharfi lam yaṭhmits-hunna insung qablahum wa laa jaann
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
57. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
58. كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ
ka`annahunnal-yaaqụtu wal-marjaan
Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
59. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
60. هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ
hal jazaa`ul-iḥsaani illal-iḥsaan
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
61. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
62. وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ
wa min dụunihimaa jannataan
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
63. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,
64. مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ
mud-haammataan
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
65. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
66. فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ
Fiihimaa 'ainaani naḍhḍhookhataan
Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.
67. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
68. فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ
Fīhimaa faakihatuw wa nakhluw wa rummaan
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
69. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
70. فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ
Fiihinna khairaatun ḥisaan
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
71. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
72. حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ
Kḥụurum maqṣụraatun fil-khiyaam
Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
73. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
74. لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
Lam yaṭhmits-hunna insung qablahum wa laa jaann
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.
75. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
76. مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ
Muttaki`iina 'alaa rafrafin khuḍriw wa 'abqariyyin ḥisaan Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
77. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
fa bi`ayyi aalaa`i rabbikumaa tukadzdzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
78. تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ
tabaarakasmu rabbika dzil-jalaali wal-ikraam
Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
Demikian Surat Ar Rahman ayat 1-78 lengkap terjemahan Indonesia yang bisa diamalkan bagi ibu hamil.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
Berdasarkan Hadist dan Al Quran, Ini Keutamaan Hari Jumat
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa khususnya dalam ajaran Islam. Kata jumat diambil dari bahasa Arab yaitu “jum'ah” yang memiliki arti "berkumpul". [729] url asal
#berdasarkan-hadist-dan-al-quran #keutamaan-hari-jumat #jumat #hari-jumat #hadist #al-quran
(Bisnis.Com) 02/09/24 19:56
v/14867294/
Bisnis.com, JAKARTA - Hari Jumat merupakan hari yang istimewa khususnya dalam ajaran Islam. Kata jumat diambil dari bahasa Arab yaitu “jum'ah” yang memiliki arti "berkumpul".
Hari Jumat juga diyakini sebagai hari yang sakral dan bersejarah karena dalam peradaban manusia dipercaya bahwa awal mula adanya manusia di Bumi ini terjadi pada hari Jumat.
Hari Jumat dianggap sebagai hari raya bagi umat Islam atau istilah lain juga disebut sayyidul ayyam (penghulunya hari), bahkan di Arab Saudi ditetapkan sebagai hari libur.
Banyak keutamaan yang ada di hari Jumat. Selain penuh berkah, hari Jumat juga dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.
Mengutip dari dalil yang diriwayatkan Abu Dawud, disebutkan jika di hari Jumat selama 12 jam ada satu waktu apabila seorang muslim berdoa, maka akan Allah berikan. Adapun waktunya disebut ada di penghujung hari setelah waktu Ashar.
Dalam ajaran Islam pun dipercaya bahwa hari akhir atau hari Kiamat nanti terjadi pada hari Jumat. Allah SWT menciptakan manusia pertama yaitu Nabi Adam AS pada hari Jumat.
Berdasarkan hadits riwayat sahabat Salman RA, bapak umat manusia yaitu Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat.
Pada hari Jumat juga, umat Muslim terutama laki-laki diwajibkan menjalankan ibadah Sholat Jumat. Ayat keutamaan hari Jumat yang telah difirmankan oleh Allah SWT tertulis dalam Surat Al Jumuah ayat 9: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9) فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10)}
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Di dalam ayat tersebut dijelaskan, bahwa umat Islam harus menunaikan ibadah salat Jumat dan meninggalkan aktivitas-nya sejenak untuk beribadah kepada Allah SWT. Perintah ini lebih ditujukan bagi para pria agar meluangkan waktu untuk shalat Jumat di tengah kesibukannya.
Tidak hanya melalui surat yang tertera di Al-Quran, kewajiban ibadah Sholat Jumat juga tertuang di dalam hadist yaitu, hadits riwayat Abul Ja’di ad-Dhamri. Rasulullah SAW bersabda:
من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه (رواه أحمد والحاكم. حسن)
Artinya: Siapa pun yang meninggalkan shalat Jumat tiga kali karena meremehkannya, maka Allah Taâlâ akan mengecap (menutup) hatinya (sehingga tak mampu menerima hidayah). (HR Ahmad dan Al-Hakim. Hadits hasan).
Ada pula hadits riwayat Jabir bin Abdillah RA, bahwa Nabi SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَعَلَيْهِ الْجُمُعَةُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ عَلَى مَرِيضٍ، أَوْ مُسَافِرٍ، أَوْ صَبِىٍّ، أَوْ مَمْلُوكٍ وَمَنِ اسْتَغْنَى عَنْهَا بِلَهْوٍ أَوْ تِجَارَةٍ اسْتَغْنَى اللهُ عَنْهُ، وَاللهُ غِنَىٌّ حُمَيْدٌ. (رواه البيهقي)
Artinya: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia wajib shalat Jumat pada hari Jumat, kecuali bagi orang sakit, musafir, anak kecil, atau budak. Barang siapa yang mengacuhkan shalat Jumat karena lalai atau sibuk urusan perniagaan, maka Allah tak akan memperhatikannya, Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (HR Al-Baihaqi)
Karena ketegasan syariat yang memerintahkan shalat Jumat, Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’în mengatakan: Wa shalâtuha afdhalu al-shalawât (shalat Jumat adalah shalat yang paling utama di antara shalat lain). (Lihat: Zainuddin bin Abdil Aziz al-Malibari, Fathul Mu’în pada Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, [Indonesia, Al-Haramain], juz II, halaman: 52).
Demikian halnya hari Jumat, ia termasuk hari paling mulia dibandingkan hari lainnya dalam sepekan. Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW sebagai berikut:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ. (رواه أحمد)
Artinya: Hari terbaik di mana matahari terbit di hari itu adalah hari Jumat, pada hari itulah Nabi Adam AS diciptakan, hari itu ia dimasukkan ke surga dan dikeluarkan dari sana, dan hari Jumat adalah hari tibanya kiamat. (HR Ahmad)
Dalam ajaran Islam, hari akhir atau Hari Kiamat juga dipastikan terjadi pada hari Jumat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassakam bersabda: “Pada hari itu (Jumat) Kiamat akan terjadi dan tak ada binatang melata satu pun kecuali mereka menunggu pada hari Jumat sejak shubuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat kecuali jin dan manusia”. (HR. Abu Daud).
Hari Jumat, dengan segala keutamaan dan sejarah yang mengiringinya, memang menjadi hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Sebagai hari yang sarat dengan makna spiritual, hari Jumat mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah yang dianjurkan, seperti shalat Jumat, memperbanyak doa, dan meningkatkan amal kebaikan.
Keistimewaan hari Jumat tidak hanya tercermin dalam ajaran yang tertulis di Al-Qur'an dan Hadits, tetapi juga dalam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada hari tersebut, seperti penciptaan Nabi Adam AS, penurunan beliau ke bumi hingga terjadinya hari Kiamat.
Dengan menjadikan hari Jumat sebagai momen untuk memperkuat iman dan ketakwaan, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan dan kemuliaan di dunia maupun di akhirat.
Hukum Tajwid Surat Al Adiyat Ayat 1-5 Beserta Alasannya dan Cara Bacanya
Hukum tajwid Surat Al Adiyat ayat 1-5 menarik dibahas karena ada kaidah-kaidah bacaan yang perlu dipahami. - Bagian all [582] url asal
#hukum-tajwid #surat-al-adiyat-ayat-1-5 #surat-al-adiyat #al-quran #ilmu-tajwid
(iNews - Terkini) 23/08/24 06:00
v/14538162/
JAKARTA, iNews.id - Hukum tajwidSurat Al Adiyat ayat 1-5 menarik dibahas karena ada kaidah-kaidah bacaan yang perlu dipahami.
Membaca Al Quran merupakan ibadah dan harus dibaca sesuai kaidah tajwid. Karena itu, harus mengerti hukum bacaannya, sehingga tidak salah arti dan maknanya.
Dalil kewajiban membaca Al Quran dengan tajwid disebutkan dalam Surat Al Muzzammil ayat 4
وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ
Artinya: Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (QS.Al Muzzammil: 4)
Dikutip dari Buku Qur'an & Hadis MTs Kelas VII Kemenag, hukum mempelajari Ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah, sedang membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid hukumnya Fardhu Ain.
Al Adiyat artinya Kuda Perang yang Berlari Kencang. Surat ini berjumlah 11 ayat turun setelah surat Al 'Asr dan masuk golongan Makkiyah.
Bacaan Surat Al Adiyat ayat 1-5
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1) فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا (2) فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا (3) فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا (4) فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)
Artinya: Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu di tengah-tengah kumpulan musuh. (QS. Al Adiyat: 1-5)
Dalam Surat al Adiyat ayat 1-5 terdapat beberapa hukum bacaan tajwid di antaranya, alif lam qomariah, mad thabi'i, mad iwad, qalqalah sughra, mad layyin, mad shilah qashirah, dan tafkhim.
1. وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا : Hukum tajwidnya ada 4. Pertama, alif lam qomariah, alasannya karena huruf alif lam bertemu 'ain. Cara bacanya jelas. Kedua, mad thabi'i karena huruf 'ain berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, qalqalah sughra, karena huruf qalqalah Ba sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Keempat, mad iwad karena huruf alif berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan diganti fathah dibaca panjang 2 harakat.
2. فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا : Hukum tajwidnya ada 4. Pertama, alif lam qomariah, alasannya karena huruf alif lam bertemu mim. Cara bacanya jelas. Kedua, mad thabi'i karena huruf mim berharakat dhomah bertemu wawu sukun. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, qalqalah sughra, karena huruf qalqalah dal sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Keempat, mad iwad karena huruf alif berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan diganti fathah dibaca panjang 2 harakat.
3. فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا : Hukum tajwidnya ada 4. Pertama, alif lam qomariah, alasannya karena huruf alif lam bertemu mim. Cara bacanya jelas. Kedua, mad layyin karena huruf ya sukun jatuh setelah ghain berharakat kasrah. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, qalqalah sughra, karena huruf qalqalah ba sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Keempat, mad iwad karena huruf alif berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan diganti fathah dibaca panjang 2 harakat.
4. فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا : Hukum tajwidnya ada 4. Pertama, tafkhim karena huruf ra berharakat sukun sebelumnya didahului huruf tsa berharakat fathah. Cara bacanya tebal. Kedua, mad shilah qashirah karena ha dhmair berharakat kasrah tegak. cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, qalqalah sughra, karena huruf qalqalah qaf sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Keempat, mad iwad karena huruf alif berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan diganti fathah dibaca panjang 2 harakat.
5. فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا : Hukum tajwidnya ada 4. Pertama, qalqalah sughra, karena huruf qalqalah tha sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Kedua, shilah qashirah karena ha dhmair berharakat kasrah tegak. cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, idzhar syafawi karena huruf mim bertemu 'ain. Cara bacanya jelas. Keempat, mad iwad karena huruf alif berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan diganti fathah dibaca panjang 2 harakat.
Demikian ulasan hukum tajwid Surat Al Adiyat ayat 1-5 lengkap dengan alasannya dan cara bacanya yang benar. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
Ternak Domba untuk Gizi Santri Penghafal Quran Yatim Dhuafa
Program ini dinilai merupakan legasi kebaikan yang diwariskan. [446] url asal
#sedekah-produktif #sedekah-untuk-santri-penghafal-quran #ternak-domba-untuk-gizi-santri-penghafal-quran #ternak-domba-santri #santri-yang-ternak-domba #masjid-jenderal-sudirman
(Republika - Khazanah) 14/08/24 12:42
v/14405973/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Masjid Jenderal Sudirman (MJS) Jakarta menginisiasi program Sedekah Produktif Gizi Penghafal Quran sejak Agustus 2023. Program ini diperuntukkan bagi pesantren-pesantren yatim dan dhuafa yang belum bisa memenuhi asupan gizi bagi para santri penghafal Qur’an.
Hal ini terjadi lantaran ekonomi pesantren belum stabil, padahal para santri adalah salah satu harapan umat kedepannya dalam menjaga agama dan akhlak bangsa sehingga perlu diperhatikan asupannya, lewat keterangan tertulis kepada Republika, Rabu (14/8/2024).
Sebagian besar pesantren terutama pesantren yatim dhuafa masih memiliki ketergantungan yang besar pada donasi atau hibah dari kaum muslimin baik berupa dana keagamaan seperti Ziswaf ataupun dana sosial lainnya. Sedangkan jumlahnya sering tidak pasti. Untuk itu, MSJ membuat alternatif kanal kemandirian ekonomi pesantren melalui usaha kewirausahaan sosial.
Masjid Jenderal Sudirman Jakarta memandang ini sebagai salah satu masalah penting yang harus diselesaikan, yakni kesadaran kemandirian berbasis kewirausahaan sosial. Hal tersebut dinilai selaras dengan misi MJS yaitu menjadi wadah pengembangan ekonomi syariah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi pesantren.
Dalam survey, MSJ menetapkan tiga kriteria bagi pondok pesantren yang akan diberdayakan, yaitu: komoditas yang memiliki nilai ekonomi, daya serapan pasar yang baik dan adanya aktor lokal yang bisa mendampingi bisnis tersebut.
Dengan dukungan para jama’ah MJS dan stakeholder lainnya, Lembaga Amil Zakat dan Sedekah (Lazis) MJS pada akhirnya bisa melakukan asistensi kepada pesantren tersebut sampai pada program ketiga ini di Pesantren Al Ghifari Qurani, Rancabungur, kabupaten Bogor ini.
Pada bulan Kemerdekaan ini MJS merayakan dengan cara unik. Yaitu dengan acara peresmianpeternakan domba dan penyerahan sekitar 36 domba untuk pesantren Ghifari Qurani, Rancabungur, kabupaten Bogor. Peresmian dan tasyakuran yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 ini sekaligus menandai satu tahun program Sedekah Produktif Masjid Jenderal Sudirman (MJS) Jakarta. Praktis sudah tiga pesantren penerima manfaat (PM) yang merasakan manfaat program ini.
Untuk membantu kemandirian PM, MJS telah berkomunikasi dan berjejaring dengan berbagai pihak untuk pendampingan, baik pendampingan on farm maupun off farm. Semoga manfaat ini terus menerus, berkelanjutan. Diharapkan aset tersebut nantinya bisa menghasilkan dampak keberlanjutan dan tambahan pendapatan secara terus menerus (revenue stream) bagi pesantren penerima manfaat.
Ustadz Ismeidas Makfiansyah sebagai pengasuh dari ponpes Al Ghifari Qur’ani menyambut baik program dari Lazis Masjid Jenderal Sudirman ini sebagai legasi kebaikan yang diwariskan.
Pada kesempatan yang sama Odie Mufrodi selaku perwakilan Pengurus DKM MJS sekaligus inisiator program Sedekah Produktif ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah turut mendukung proyek kebaikan ini dan kepada pesantren Al Ghifari Qur’ani yang bersedia bekerja sama untuk mensukseskan program ini.
"Terimakasih kepada semua donatur dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam program ini, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Dengan dukungan dan partisipasi kita, mari berdayakan mereka,"ujar dia.
Contoh Bacaan Mad Tamkin Dalam Al Quran, Pengertian dan Cara Bacanya
Contoh bacaan Mad Tamkin dalam Al Quran akan diulas dalam artikel berikut. Membaca Al Quran sesuai kaidah tajwid merupakan keharusan atau fardhu 'ain. - Bagian all [344] url asal
#contoh-bacaan #mad-tamkin #pengertian-mad-tamkin #al-quran #ilmu-tajwid
(iNews - Terkini) 13/08/24 05:30
v/14338916/
JAKARTA, iNews.id - Contoh bacaanMad Tamkin dalam Al Quran akan diulas dalam artikel berikut. Membaca Al Quran sesuai kaidah tajwid merupakan keharusan atau fardhu 'ain bagi setiap muslim. Sedangkan memelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah.
Salah satu hukum bacaan mad yang sering ditemukan dalam Al Quran yakni Mad Tamkin. Sebelum mengetahui contoh Mad Tamkin, berikut adalah pengertian hukum beserta cara membacanya Mad Tamkin.
Dalam Buku Quran-Hadis MAN 1 Probolinggo, secara bahasa mad artinya panjang dan Tamkin artinya penetapan, pemantapan, atau penguatan.
Secara istilah, Mad tamkin adalah bacaan mad yang terjadi karena adanya yak sukun (ي) didahului ya bertasydid dan berkasrah.
Cara membacanya dengan menetapkan, memantapkan bunyi ya yang bertasydid dengan ditekan dan titahan serta dipanjangkan satu alif atau 2 harakat.
Tidak seperti hukum Mad yang lain, Mad Tamkin sebenarnya cukup jarang atau tidak terlalu banyak ditemukan dalam Al Quran. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
1. Surah Ali ‘Imran ayat 20
وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ
Penjelasan: Hukum bacaan Mad Tamkin dalam ayat tersebut terdapat pada lafal وَالْاُمِّيّٖنَ yang dibaca Wal ummiyyiina dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
2. Surah Al Baqarah ayat 61
وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَقِّ
Penjelasan: Hukum mad tamkin terdapat pada lafal النَّبِيّٖنَ yang dibaca Nabiyyiina dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
3. Surah Al Baqarah ayat 177:
وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ
Penjelasan: Hukum mad tamkin terdapat pada lafal وَالنَّبِيّٖنَ yang dibaca Wannabiyyiina dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
4. Surah Al Muthaffifin ayat 18
لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ
Penjelasan: Hukum mad tamkin terdapat pada lafal عِلِّيِّيْنَ yang dibaca ‘Illiyyiina dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
5. Surah An Nisa’ ayat 86
وَاِذَا حُيِّيْتُمْ
Penjelasan: Hukum mad tamkin terdapat pada lafal حُيِّيْتُمْ yang dibaca Khuyyiitum dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
6. Surah Az-Zumar ayat 69
وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ
Penjelasan: Hukum Mad Tamkin terdapat pada lafal لنَّبِيِّينَ yang dibaca nabiyyina dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
7. Surah Yusuf Ayat 101
أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا
Penjelasan: Hukum Mad Tamkin terdapat pada lafal وَلِيِّي Waliyyi yang dibaca nabiyyina dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
Demikian adalah penjelasan mengenai contoh bacaan Mad Tamkin dalam Al Quran lengkap dengan penjelasan hukum dan cara bacanya. Hukum tersebut perlu dipahami agar bisa membaca Al Quran dengan tartil dan benar.
Editor: Kastolani Marzuki
Hukum Tajwid Surat An Naba Ayat 1-10, Lengkap Penjelasan dan Cara Bacanya
Hukum tajwid Surat An Naba ayat 1-10 akan diulas dalam artikel berikut. Mengetahui hukum bacaan tajwid merupakan keniscayaan bagi muslim ketika membaca Al Quran - Bagian all [1,031] url asal
#hukum-tajwid #surat-an-naba-ayat-1-10 #surat-an-naba #al-quran #ilmu-tajwid
(iNews - Terkini) 08/08/24 05:30
v/13738527/
JAKARTA, iNews.id - Hukum tajwidSurat An Naba ayat 1-10 akan diulas dalam artikel berikut. Mengetahui hukum bacaan tajwid merupakan keniscayaan bagi muslim ketika membaca Al Quran.
Selain akan mendapat pahala karena membaca Al Quran merupakan ibadah mulia, juga agar tidak menyalahi makna dan artinya. Karena itu, perlu mengetahui bacaannya sesuai kaidah tajwid.
Secara bahasa, Tajwid artinya memperindah. Adapun menurut istilah dan mustahaknya (orang yang membaca Al Quran) wajib menerapkan tajwid saat membaca ayat-ayat Al Quran.
Dikutip dari Buku Qur'an & Hadis MTs Kelas VII Kemenag, hukum mempelajari Ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah, sedang membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid hukumnya Fardhu Ain.
Surat An Naba merupakan surah ke-78 dalam Al Quran. An Naba masuk dalam golongan Surah Makkiah karena diturunkan di periode Mekkah. Surat ini berjumlah 40 ayat dan turun setelah Surat Al Ma'arij.
Sebelum membahas hukum tajwidnya, berikut bacaan lengkap Surat An Naba 10 ayat pertama.
عَمَّ يَتَساءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ (5) أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهاداً (6) وَالْجِبالَ أَوْتاداً (7) وَخَلَقْناكُمْ أَزْواجاً (8) وَجَعَلْنا نَوْمَكُمْ سُباتاً (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِباساً (10)
Artinya: Tentang apakah mereka saling bertanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. (QS. An Naba: 1-10).
Dalam Surat An Naba ayat 1-10 ini ada beberapa hukum tajwid di antaranya Ghunnah, Mad Wajib Muttashil, Mad Aridh Lissukun, Alif Lam Syamsiah, Alif Lam Qomariah, Mad Thabi'i, idzhar, mad layin, Qalqalah Sughra, dan Mad Iwadh.
1. عَمَّ يَتَساءَلُونَ: Hukum tajwidnya ada 3. Pertama, ghunnah. Alasannya karena mim bertasydid. Cara bacanya dengung dan ditahan 3 harakat. Kedua, Mad Wajib Muttashil. Alasannya karena huruf mad bertremu hamzah dalam satu kalimat. Cara bacanya panjang 4-5 harakat. Ketiga, Mad Aridh Lissukun. Alasannya, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara bacanya dipanjangkan 2-6 harakat.
2. عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ: Hukum tajdwidnya ada 4. Pertama, Alif Lam Syamsiah. Alasannya karena huruf lam bertemu nun. Cara bacanya masuk ke Nun. Kedua, ghunnah. Alasannya karena huruf nun berharakat fathah bertasydid. Cara bacanya dengung dan ditahan 3 harakat. Ketiga, Alif Lam Qomariah. Alasannya karena huruf Alif Lam bertemu huruf 'Ain. Cara bacanya jelas. Keempat, Mad Aridh Lissukun. Alasannya, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara bacanya dipanjangkan 2-6 harakat.
3. الَّذِي : Hukum tajwidnya ada 2. Pertama, Alif Lam Syamsiah. Alasannya karena huruf alif lam bertemu Lam. Cara bacanya masuk ke Lam. Kedua, Mad Thabi'i. Alasannya karena huruf Dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun. Cara bacanya panjang 2 harakat.
4. هُمْ فِيهِ: Hukum tajwidnya ada 2. Pertama, Idzhar Syafawi. Alasannya karena huruf mim sukun bertemu huruf Fa. Cara bacanya jelas. Kedua, mad thabi'i karena huruf Fa berharakat kasrah bertremu ya sukun. Cara bacanya panjang 2 harakat.
5. مُخْتَلِفُونَ : Hukum tajwidnya Mad Aridh Lissukun. Alasannya, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara bacanya dipanjangkan 2-6 harakat.
6. كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ : Hukum tajwidnya ada 2. Pertama, Mad Thabi'i karena huruf Lam berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Kedua, Mad Aridh Lissukun. Alasannya, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara bacanya dipanjangkan 2-6 harakat.
7. ثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ : Hukum tajwidnya ada 3. Pertama, ghunnah. Alasannya karena huruf mim berharakat fathah bertasydid. Cara bacanya dengung dan ditahan 3 harakat. Kedua, Mad Thabi'i karena huruf Lam berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, Mad Aridh Lissukun. Alasannya, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara bacanya dipanjangkan 2-6 harakat.
8. أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهاداً: Hukum tajwidnya ada 6. Pertama, idzhar syafawi. Alasannya, karena huruf mim sukun bertemu Nun. Cara bacanya jelas. Kedua, qalqalah sughra. Alasannya, karena huruf qalqalah Jim sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Ketiga, Tafkhim karena huruf Ra didahului huruf alif berharakat fathah. Cara bacanya tebal. Keempat, Mad Thabi'i alasannya karena huruf Ha berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Kelima, Mad Iwadh karena huruf Dal berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan dan diganti fathah serta dipanjangkan 2 harakat.
9. وَالْجِبالَ أَوْتاداً : Hukum tajwidnya ada 5. Pertama, Alif Lam Qomariah karena huruf alim lam bertemu Jim. Cara bacanya jelas. Kedua, Mad Thabi'i karena huruf B berharakar fathah berrtemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, Mad Layin karena huruf wawu sukun jatuh setelah alif berharakat fathah. cara bacanya panjang 2 harakat. Keempat, mad thabi'i karena huruf Ta berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Kelima, mad iwadh karena huruf Dal berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan dan diganti fathah serta dipanjangkan 2 harakat.
10. وَخَلَقْناكُمْ أَزْواجاً : Hukum tajwidnya ada 5. Pertama, qalqalah sughra karena huruf Qaf berharakat sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Kedua, mad thabi'i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu alif. Cara bacanya jelas. Keempat, mad thabi'i karena huruf wawu berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Kelima, mad iwadh karena huruf Jim berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan dan diganti fathah serta dipanjangkan 2 harakat.
11. وَجَعَلْنا نَوْمَكُمْ سُباتاً : Hukum tajwidnya ada 5. Pertama, mad thabi;i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Kedua mad layin karena huruf wawu sukun jatuh setelah huruf nun berharakat fathah. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu sin. Cara bacanya jelas. Keempat, mad thabi'i karena huruf Ba berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat. Kelima, mad iwadh karena huruf Ta berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan dan diganti fathah serta dipanjangkan 2 harakat.
12. وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِباساً : Hukum tajwidnya ada 4. Pertama, Alif Lam Syamsiah karena huruf alif lam bertemu lam. Cara bacanya diidghamkan atau masuk ke huruf lam. Kedua, mad layin karena huruf ya sukun didahului huruf lam berharakat fathah. Cara bacanya panjang 2 harakat. Ketiga, mad thabi'i karena huruf Ba berharakat fathah bertemu alif. cara bacanya panjang 2 harakat. Keempat, mad iwadh karena huruf Sin berharakat tanwin diwaqaf. Cara bacanya tanwin dihilangkan dan diganti fathah serta dipanjangkan 2 harakat.
Itulah ulasan hukum tajwid Surat An Naba ayat 1-10 lengkap cara baca dan penjelasannya. Semoga mencerahkan dan bermanfaat.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
Kata-Kata Terakhir Ismail Haniyeh Sebelum Tewas, Kutip Ayat Al-Quran
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengutip salah satu ayat Al-Quran kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Ali Khamenei beberapa jam sebelum tewas. [295] url asal
#ismail-haniyeh #hamas #pemimpin-hamas #ayat-al-quran #iran #ayatollah-khamenei #israel
(Bisnis.Com) 03/08/24 08:54
v/13101929/
Bisnis.com, JAKARTA - Kata-kata terakhir pemimpin HamasIsmail Haniyeh kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Ali Khamenei sebelum dibunuh adalah ayat Al Quran tentang kehidupan, kematian, keabadian, dan ketahanan.
Haniyeh dikabarkan dimakamkan di Qatar pada Jumat (2/8/2024). Kematiannya juga merupakan salah satu dari serangkaian pembunuhan tokoh senior Hamas saat perang di Gaza.
"Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan. Dan Allah Maha Mengetahui segala perbuatan... 'Jika seorang pemimpin pergi, maka pemimpin lain akan muncul'," ucap Haniyeh dalam bahasa Arab, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/8/2024).
Beberapa jam kemudian, ia kemudian meninggal dalam serangan yang diduga dilakukan Israel.
Komentar saat Haniyeh menyampaikan pidato di hadapan Khamenei disiarkan televisi tersebut diilhami oleh mendiang pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin.
Haniyeh menjadi ‘wajah tegas’ dalam diplomasi internasional kelompok Palestina saat perang berkecamuk di Gaza. Tiga putranya, yakni Hazem, Amir dan Mohammad, serta empat cucunya meninggal dunia dalam serangan udara Israel pada April 2024.
Adapun, setidaknya 60 anggota keluarga besarnya juga meninggal dalam perang Gaza.
"Darah anak-anakku tidak lebih berharga daripada darah anak-anak rakyat Palestina... Semua martir Palestina adalah anak-anakku," pungkasnya, setelah kematian mereka.
Hamas dan Iran sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut, dan berjanji akan membalas dendam terhadap musuh mereka. Israel tidak mengklaim bertanggung jawab atas kematian tersebut, namun juga tidak menyangkalnya.
Haniyeh dimakamkan di sebuah pemakaman di kota Lusail setelah upacara pemakaman di Masjid Iman Mohamed Ibn Abd Al-Wahhab di ibukota Qatar, Doha.
Peti jenazahnya diselimuti bendera Palestina, dibawa dalam prosesi melewati ratusan orang bersama dengan peti mati pengawalnya, yang tewas dalam serangan yang sama di Teheran.
Para pelayat juga hadir dalam upacara tersebut, meliputi Khaled Meshaal yang diperkirakan akan menjadi pemimpin baru Hamas. Pejabat senior Hamas lainnya dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani juga hadir.
Sebab Turunnya Surat Ali Imran Ayat 190-191, Begini Kisahnya hingga Nabi SAW Menangis
Asbabun nuzul atau sebab turunnya Surat Ali Imran ayat 190-191 menarik dikaji karena penuh hikmah dan menambah ketakwaan kepada Allah. - Bagian all [783] url asal
#surat-ali-imran #ayat-190-191 #sebab-turunnya #al-quran #nabi-muhammad-saw
(iNews - Terkini) 25/07/24 05:30
v/12013825/
JAKARTA, iNews.id - Asbabun nuzul atau sebab turunnyaSurat Ali Imranayat 190-191 menarik dikaji karena penuh hikmah dan menambah ketakwaan kepada Allah.
Kedua ayat tersebut berisi tentang tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang berakal patut. Kedua ayat ini bahkan membuat Nabi Muhammad SAW menangis ketika menerima ayat tersebut diturunkan.
Surat Ali Imran (Keluarga Imran) termasuk surat Madaniyyah yakni surat yang turunnya di Kota Madinah sewaktu Nabi Muhammad SAW hijrah di kota tersebut. Surat Ali Imran berjumlah 200 ayat dan turun sesudah surat Al-Anfal.
Lantas, bagaimana sebab turunnya kedua ayat tersebut? Sebelum mendapatkan jawabannya, berikut adalah bunyi Surat Ali Imran ayat 190-191 lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri la'āyātil li'ulil-albāb(i).Al-la؟īna ya؟kurūnallāha qiyāmaw wa qu‘ūdaw wa ‘alā junūbihim wa yatafakkarūna fi khalqis-samāwāti wal-arḍ(i), rabbanā mā khalaqta hā؟ā bāṭilā(n), subḥānaka fa qinā ‘a؟āban-nār(i).
Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.(QS. Ali Imran: 190-191.
Pada kitab Lubaabun Nuqul Fi Asbabin Nuzul karangan Jalaluddin as-Suyuti, Surat Ali ‘Imran ayat 190-191 diturunkan guna menjelaskan bukti kaum Yahudi mengklaim kefakiran Allah SWT.
Ibnu Abbas pada riwayat Ath-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim mengatakan bahwa “orang-orang Quraisy mendatangi orang-orang Yahudi dan bertanya kepada mereka, apa tanda-tanda yang dibawa Musa kepada kalian?”
“Tongkat dan tangan yang putih bagi orang-orang yang melihatnya.” kata orang-orang Yahudi.
Kemudian orang-orang Quraisy itu datang kepada orang-orang Nasrani dan bertanya “apa tanda-tanda yang diperlihatkan Isa?”
“Dia dulu menyembuhkan orang yang buta, orang yang sakit kusta dan menghidupkan orang mati," jawab orang-orang Nasrani.
Orang-orang Quraisy lalu mendatangi Nabi SAW dan berkata "Berdoalah kepada Tuhanmu untuk mengubah bukit shafa menjadi emas untuk kami."
Setelah itu, Rasulullah berdoa kepada Allah dan turunlah ayat 190-191. Ayat 190 menjelaskan penciptaan langit dan bumi yang hikmahnya hanya dirasakan oleh ulul albab, yaitu orang-orang yang mengingat Allah SWT.
Doa Nabi Muhammad SAW:
«اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ شِمَالِي نُورًا، وَمِنْ بَيْنِ يَدَيَّ نُورًا، وَمِنْ خَلْفِي نُورًا، وَمِنْ فَوْقِي نُورًا، وَمِنْ تَحْتِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِي نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Artinya: Ya Allah, jadikanlah di dalam kalbuku nur (cahaya), di dalam pendengaranku nur, di dalam pandanganku nur, di sebelah kananku nur, di sebelah kiriku nur, di hadapanku nur, di belakangku nur, di atasku nur, di bawahku nur, dan besarkanlah nur bagiku kelak di hari kiamat.
Berkaitan dengan sebab turunnya Surat Ali Imran ayat 190-191 sebagaimana dilansir dari Buku Quran Hadis Kelas VII MTs, turunnya ayat itu terjadi pada suatu malam ketika Rasulullah SAW bermunajat dan membaca Al Quran.
Saat itu, Bilal hendak adzan Shubuh, ia mendapati Nabi Muhammad SAW sedang menangis. Selesai sholat, air mata Rasulullah bercucuran ketika beliau duduk membaca dzikir hingga lantai tempatnya duduk juga ikut basah.
Memasuki waktu subuh, Bilal yang berada di masjid tengah menunggu Rasulullah yang tidak biasanya datang terlambat. Oleh karena itu, Bilal menghampiri Rasulullah di rumahnya dan mendapati nabi menangis.
"Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis? Bukankah seluruh dosamu telah diampuni Allah?" tanya Bilal.
"Wahai Bilal, bagaimana aku tidak menangis? Tadi malam, turun wahyu kepadaku (surat Ali Imran ayat 190-191).
Kedua ayat di atas adalah bantahan bagi kaum Yahudi yang mengklaim kefakiran Allah (Innallaha ta’ala faqirun wa nahnu aghniyaa).
Dalam Tafsir al-Mukhtashar mengenai ayat 190, dijelaskan bahwa: "Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dari tidak ada menjadi ada serta tanpa ada contoh sebelumnya, dan di dalam pergantian malam dan siang serta perbedaan panjang dan pendeknya waktu, benar-benar terdapat bukti-bukti nyata bagi orang-orang yang berakal sehat yang menunjukkan mereka kepada Sang Maha Pencipta alam semesta, hanya Dia Yang berhak disembah."
Sedangkan pada ayat 191, Tafsir al-Mukhtashar juga menerangkan dengan jelas mengenai ciri-ciri ulul albab. Disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam kondisi apa pun.
Baik dalam kondisi berdiri, duduk maupun berbaring. Dan mereka juga senantiasa menggunakan akal pikiran mereka untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi.
Mereka pun berkata, “Wahai Rabb, Engkau tidak menciptakan makhluk yang sangat besar ini untuk bersenda gurau. Mahasuci Engkau dari senda gurau. Maka jauhkanlah kami dari azab Neraka, dengan cara Engkau bimbing kami kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan Engkau lindungi kami dari perbuatan-perbuatan yang buruk."
Itulah ulasan sebab turunnya Surat Ali Imran ayat 190-191 yang penuh hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
Wallahualam bissawab
Editor: Kastolani Marzuki
Hukum Tajwid Surat Yunus Ayat 40-41 per Kata, Cara Baca, Contoh dan Kandungannya
Hukum tajwid Surat Yunus ayat 40-41 per kata menarik diulas. Memahami hukum bacaan tajwid memang mutlak bagi setiap Muslim agar bisa membaca Al Quran. - Bagian all [1,019] url asal
#hukum-tajwid #surat-yunus-ayat-40-41 #al-quran #kandungan-ayat
(iNews - Terkini) 18/07/24 05:45
v/11148006/
JAKARTA, iNews.id - Hukum tajwidSurat Yunus ayat 40-41 per kata menarik diulas. Memahami hukum bacaan tajwid memang mutlak bagi setiap Muslim agar bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar sesuai kaidahnya.
Dikutip dari Buku Qur'an & Hadis MTs Kelas VII Kemenag, hukum mempelajari Ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah, sedang membaca Al Qur'an dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid hukumnya Fardhu Ain.
Bagi orang yang belum mampu membaca Al Quran sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid wajib hukumnya untuk berusaha membaguskan bacaannya sehingga mencapai standar yang telah ditetapkan.
Tajwid menurut bahasa adalah tahsin, yang artinya memperindah. Adapun menurut istilah dan mustahaknya (orang yang membaca Al Quran) wajib menerapkan tajwid saat membaca ayat-ayat Al Quran. Salah satu hukum tajwid yang perlu dipahami yakni Surat Yunus ayat 40-41.
Surat Yunus ini merupakan surat Makkiyah yakni yang diturunkan pada periode Makkah dengan jumlah 109 ayat. Surat Yunus turun setelah Surat Al Isra.
وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِيْنَ
Latin: Wa minhum may yu'minu bihī wa minhum mal lā yu'minu bih(ī), wa rabbuka a‘lamu bil-mufsidīn(a).
Artinya: Di antara mereka ada orang yang beriman padanya (Al-Qur’an), dan di antara mereka ada (pula) orang yang tidak beriman padanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Yunus: 40)
وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
Latin: Wa in każżabūka faqul lī ‘amalī wa lakum ‘amalukum, antum barī'ūna mimmā a‘malu wa ana barī'um mimmā ta‘malūn(a).
Artinya: Jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), katakanlah, “Bagiku perbuatanku dan bagimu perbuatanmu. Kamu berlepas diri dari apa yang aku perbuat dan aku pun berlepas diri dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Yunus: 41)
Artinya: Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41).
Dalam Surat Yunus ayat 40-41 itu terdapat 15 hukum tajwid di antaranya idzhar halqi, idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, idgham mimi, dan mad aridh lissukun. Berikut ini ulasan lengkap hukum tajwidnya.
وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِيْنَ
1. Idzhar Halqi terdapat pada kalimat (وَمِنْهُمْ). Dihukumi idzhar halqi karena ada nun mati bertemu huruf ha. Adapun cara membacanya yakni terang atau jelas tanpa berdengung.
2. Idgham Mimi atau Idgham Mutamasilaen terdapat pada kalimat (مِنْهُمْ مَنْ) Dihukumi idgham mimi karena ada huruf mim mati bertemu dengan huruf mim. Cara membacanya didengungkan selama 3 harakat.
3. Idgham Bighunnah terdapat pada kalimat (مَنْ يُؤْ ). Dihukumi bacaan Idgham Bighunnah karena terdapat nun mati bertemu dengan huruf ya. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
4. Idzhar Halqi
Idzhar Halqi terdapat pada kalimat (وَمِنْهُمْ). Dihukumi idzhar halqi karena ada nun mati bertemu huruf ha. Adapun cara membacanya yakni terang atau jelas tanpa berdengung.
5. Idgham Mimi atau Idgham Mutamasilaen terdapat pada kalimat (مِنْهُمْ مَنْ) Dihukumi idgham mimi karena ada huruf mim mati bertemu dengan huruf mim. Cara membacanya didengungkan selama 3 harakat.
6. Idgham Bilaghunnah terdapat pada kalimat (مَنْ لَا ) karena ada nun mati bertemu huruf lam. Cara membacanya masuk dengan tidak mendengung.
7. Mad Aridh Lisukun terdapat pada kalimat (بِالْمُفْسِدِينَ). Sebabnya, ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.
وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
1. Ikhfa Haqiqi terdapat pada kalimat (وَإِنْ كَذَّ). Alasannya karena ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf kaf. Dibaca samar-samar.
2. Idzhar Syafawi terdapat pada kalimat (وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ). Alasannya karena ada huruf mim mati atau sukun bertemu dengan huruf ain. Dibaca terang di bibir dengan mulut tertutup.
3. Ikhfa haqiqi terdapat pada kalimat (أَنْتُمْ). Sebabnya, ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf kaf. Dibaca samar.
4. Ikhfa Syafawi terdapat pada kalimat (أَنْتُمْ بَرِيئُونَ) sebabnya ada mim mati bertemu huruf ba. Cara membacanya didengungkan dengan samar.
5. Ghunnah Musyaddah terdapat pada kalimat (مِمَّا) karena ada huruf mim yang bertasydid. Dibaca dengung.
6. Idgham Bighunnah terdapat pada kalimat (ءٌ مِمَّا) karena ada dhomahtain bertemu huruf mim. Dibaca dengung.
7. Ghunnah Musyaddah terdapat pada kalimat (مِمَّا) karena ada huruf mim yang bertasydid. Dibaca dengung.
8. Mad Aridh Lissukun terdapat pada kalimat (تَعْمَلُونَ) karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Boleh diibaca panjang 2 harakat, 4 atau 6 harakat.
Allah menjelaskan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya bahwa keadaan orang musyrikin yang mendustakan ayat-ayat Alquran akan terbagi menjadi dua golongan.
Segolongan yang benar-benar mempercayai Alquran dengan iktikad yang kuat dan segolongan lainnya tidak mempercayainya dan terus menerus berada dalam kekafiran.
Namun demikian, mereka tidak akan diazab secara langsung di dunia seperti nasib yang telah dialami oleh kaum sebelum Nabi Muhammad saw. Di akhir ayat dijelaskan bahwa Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang membuat kerusakan di bumi, karena mereka mempersekutukan Allah, menganiaya diri mereka sendiri dan menentang hukum Allah. Hal itu disebabkan karena fitrah mereka telah rusak. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan yang pedih.
Allah memberikan penjelasan, apabila orang musyrikin itu tetap mendustakan Muhammad saw, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk mengatakan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad saw berkewajiban meneruskan tugasnya yaitu meneruskan tugas-tugas kerasulannya.
Sebagai penyampai perintah Allah yang kebenarannya jelas, perintah yang mengandung peringatan dan janji-janji serta tuntunan ibadah berikut pokok-pokok kemaslahatan yang menjadi pedoman untuk kehidupan dunia.
Nabi Muhammad SAW tidak diperintahkan untuk menghakimi mereka, apabila mereka tetap mempertahankan sikap mereka yang mendustakan Al-Qur'an dan mempersekutukan Allah, Allah berfirman:
Katakanlah (Muhammad), "Setiap orang berbuat sesuai dengan pem-bawaannya masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (al-Isra/17: 84) Mereka berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan Nabi Muhammad pun tidak bertanggungjawab terhadap apa yang mereka lakukan.
Maksudnya Allah tidak akan menjatuhkan hukuman kepada seseorang karena kesalahan orang yang lain. Allah berfirman: Katakanlah, "Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan." (Saba/34: 25)
Katakanlah (Muhammad), "Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memi-kul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat." (Hud/11: 35) Dan firman-Nya lagi: Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan." (asy-Syuara/26: 216)
Demikian ulasan hukum tajwid Surat Yunus ayat 40-41 lengkap cara baca, contoh dan isi kandungannya.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki