ASDP Indonesia mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah menjelang akhir tahun. [417] url asal
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah menjelang akhir tahun.
Mengutip Infopublik.id, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diperkirakan meningkat di banyak wilayah Indonesia dari November 2024 hingga April 2025.
BMKG memperkirakan curah hujan lebih dari 300 mm/bulan akan terjadi di berbagai wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Lampung, sebagian besar Jawa, NTT, Kalimantan, serta beberapa wilayah lainnya pada periode November-Desember 2024.
Menghadapi kondisi itu, Sekretaris Perusahaan ASDP, Shelvy Arifin mengatakan, ASDP telah mempersiapkan langkah antisipatif dengan berkoordinasi aktif bersama BMKG, aparat keamanan, dan otoritas pelabuhan di 36 pelabuhan penuyeberangan seluruh Indonesia untuk memastikan setiap perjalanan kapal berlangsung selamat dan aman.
Selain itu, ASDP memastikan kesiapan alat keselamatan di kapal, seperti sekoci, rakit penolong, APAR, hydrant, dan life jacket dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Shelvy mengatakan bahwa keselamatan seluruh pengguna jasa, petugas, dan stakeholder penyeberangan menjadi prioritas utama pihaknya.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap cuaca, terutama saat melakukan penyeberangan. Aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa selama menggunakan layanan penyeberangan menjadi fokus utama kami," tutur Shelvy pada Selasa (5/11/2024).
Shelvy menambahkan bahwa ASDP berkomitmen menyampaikan informasi terkini kepada pengguna jasa jika terjadi perubahan jadwal akibat cuaca ekstrem.
"Kami berupaya agar setiap pengguna jasa tetap nyaman dan merasa aman selama melakukan perjalanan dengan feri ASDP. Namun, kami juga minta kerja sama pengguna jasa agar berperan aktif, dan lebih aware terkait faktor keselamatan selama mengakses layanan kapal feri. Perhatikan waktu keberangkatan, dan pastikan telah bertiket sebelum berangkat dari rumah," ujarnya.
ASDP mengajak seluruh pengguna jasa untuk mendukung keselamatan dengan mempersiapkan perjalanan sebaik mungkin, termasuk membeli tiket lebih awal melalui kanal daring, seperti layanan website trip.ferizy.com, aplikasi Ferizy, atau mitra resmi lainnya. Pastikan semua data perjalanan sudah lengkap, dan ingat bahwa jadwal di e-tiket adalah jadwal masuk pelabuhan, bukan waktu keberangkatan kapal.
ASDP juga terus berkomitmen menciptakan kondisi pelayanan di pelabuhan yang aman dan nyaman bagi pengguna jasa melalui program "Say No to Calo" yang bertujuan melindungi pengguna jasa dari praktek percaloan, diantaranya ketidaknyamanan penumpang karena mendapatkan tiket dengan harga yang melambung sangat tinggi dari harga resmi.
Selain itu, banyak pengguna jasa yang melaporkan mengalami kerugian saat membeli tiket via calo dan boarding pass tidak dapat digunakan saat masuk ke pelabuhan.
Tol Probowangi yang Memacu Bisnis Penyeberangan ASDP
Ilustrasi. Kendaraan roda empat turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (2/3/2022). Arus penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana, Bali) menuju Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur) terpantau ramai menjelang ditutupnya jalur penyeberangan pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwaMinggu, 04 Agustus 2024 | 17:28 WIB
Reporter: Jane Aprilyani, Nur Qolbi
Editor: Jane Aprilyani
KONTAN.CO.ID - BANYUWANGI. Pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi yang menjadi sambungan terakhir Tol Trans Jawa diyakini akan memberikan efek positif bagi bisnis penyeberangan di Banyuwangi dan Bali. Hal ini seiring dengan adanya potensi kenaikan kunjungan wisata ke Banyuwangi dan sekitarnya serta ke Bali.
Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi melayani penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk di Bali Barat. Keberadaan tol akan mempermudah akses ke Banyuwangi dan Bali sehingga berpeluang meningkatkan wisatawan dari Jawa ke Bali maupun dari Bali ke Jawa.
General Manager PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Cabang Ketapang Syamsudin mengatakan, saat ini, ada 52 kapal yang tersedia di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Rata-rata kapal dapat menampung sekitar 300 penumpang sekali jalan, tetapi ada juga yang lebih dari 400 penumpang.
Dari 52 kapal, jumlah kapal yang beroperasi pada hari-hari normal mencapai sekitar 28-30 unit. Lama waktu tempuh dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk sekitar 45 menit.
Pelabuhan ini beroperasi 24 jam dan ditunjang oleh delapan dermaga yang dapat menjadi tempat sandar kapal secara bergantian dan terjadwal. Dermaga yang ada terdiri dari dermaga movable bridge (MB) serta dermaga landing craft machine (LCM) atau dermaga landasan beton.
Jumlah kendaraan, baik roda empat dan roda dua yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang berkisar antara 5.000 unit sampai dengan 6.000 unit per hari pada kondisi normal. Alhasil, jika dihitung dua sisi dengan kendaraan yang berasal dari Pelabuhan Gilimanuk, maka jumlahnya dapat mencapai 11.000-12.000 unit.
“Nah, di momen Lebaran, Idul Adha, dan tahun baru, jumlah kendaraan dari dua sisi bisa sampai 13.000 unit bahkan 15.000 unit,” kata Syamsudin saat ditemui tim Jelajah Kontan di kantor Pelabuhan ASDP Cabang Ketapang, Kamis (1/8).
Ketika tol Probolinggo-Banyuwangi beroperasi, Syamsudin memprediksi bakal ada kenaikan trafik penyeberangan hingga tiga kali lipat dari saat ini, terutama di hari-hari perayaan besar dan libur panjang. Pasalnya, tol ini akan memotong waktu tempuh dari Probolinggo yang saat ini sekitar lima jam menjadi hanya tiga jam.
Merespons hal itu, Syamsudin menyampaikan, ASDP Cabang Ketapang harus berbenah untuk menghadapi potensi kenaikan trafik tersebut. Ia sadar ASDP harus mempersiapkan perencanaan dalam menghadapi tingkat kepadatan penumpang, sirkulasi, kecepatan mengurai antrean, termasuk peningkatan infrastruktur dermaga dan sarana penunjang, serta penambahan kapasitas angkut kapal.
“Kami bakal menghitung karena nilai investasinya pasti cukup besar. Laju perkembangan jalan tol ini cepat sekali dan ASDP harus siap,” ungkap Syamsudin.
Salah satu hal yang telah dilakukan adalah penambahan dermaga dan buffer zone di area Bulusan sejak tahun 2023. Luasnya hampir mencapai 4 hektare dan bisa menampung hingga 1.000 kendaraan.
Dengan begitu, secara total area antrean di Pelabuhan Ketapang dapat menampung 3.000 kendaraan. Saat musim liburan, truk dipisahkan ke Bulusan sehingga di areal utama hanya ada kendaraan penumpang roda empat dan roda dua yang memang menjadi prioritas ASDP.
Seiring dengan adanya potensi kenaikan kunjungan wisata ke Bali berkat adanya tol Probolinggo-Banyuwangi, Syamsudin melihat, permintaan logistik juga akan bertambah. Pasalnya, Jawa masih mendukung logistik di Bali seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan, dan bahan material yang memang dikirimkan melalui Pelabuhan Ketapang.
Oleh sebab itu, Syamsudin bilang Pelabuhan Ketapang harus siap dan melakukan penataan besar-besaran. Menurutnya, pelabuhan tidak boleh menjadi titik kemacetan. “Justru dengan adanya tol, kami berharap lancar di jalan dan lancar juga di lautnya,” tutur Syamsudin.