#30 tag 24jam
Jasindo Dukung Erick dan KPK dalam Bersih-bersih BUMN
Proses hukum yang sedang berjalan tidak akan mengganggu operasional. [474] url asal
#jasindo #bumn #bersih-bersih-bumn #asuransi-bumn #erick-thohir #menteri-bumn
(Republika - Ekonomi) 28/08/24 18:39
v/14791736/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mendukung penuh proses hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema mengatakan perusahaan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi termasuk oleh pihak-pihak eksternal yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Ini merupakan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip kepatuhan atas peraturan yang berlaku," ujar Brellian di Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Brellian menyampaikan upaya Jasindo dalam mendukung proses hukum di KPK juga merupakan bentuk gerakan bersih-bersih BUMN yang dicanangkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Brellian menyampaikan Jasindo juga memastikan sangat kooperatif dan juga terus berkoordinasi dengan KPK terkait proses hukum tersebut.
"Kita dukung KPK usut sampai benar-benar tuntas karena memang merugikan perusahaan, ini enggak bisa dibiarkan. Kita juga mendukung Pak Menteri BUMN untuk bersih-bersih BUMN," ucap Brellian.
Brellian menyampaikan dua kasus hukum yang tengah diproses di KPK terjadi sebelum 2019. Jasindo, lanjut Brellian, membantu langkah penyidikan KPK dengan dengan memberikan sejumlah dokumen dan data.
"Jadi itu memang kasus lama, praktik-praktik lama yang tidak sesuai governance dan itu memang sudah diproses di KPK," sambung Brellian.
Brellian menyampaikan proses hukum yang sedang berjalan tidak akan mengganggu operasional dan kegiatan perusahaan. Hal ini tergambar dari pertumbuhan kinerja positif perusahaan per Juli 2024 dengan rincian Premi Bruto sebesar Rp 1,9 triliun atau naik 24 persen tahun ke tahun atau yoy, laba bersih sebesar Rp 71,54 miliar atau naik 21 persen yoy, hasil underwriting sebesar Rp 211,28 miliar atau naik 26,85 persen yoy, dan RBC di angka 157,95 persen.
"Line of business yang tumbuh yoy per Juli antara lain, kargo, properti, engineering, marine hull, kendaraan bermotor, satelit, dan liability," ucap Brellian.
Brellian menyampaikan kinerja positif tersebut tak lepas dari langkah transformasi Jasindo sejak 2021 yang telah melakukan transformasi di segala lini, baik bisnis maupun tata kelola.
Brellian mengatakan Jasindo juga sudah menerapkan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti-Suap sebagai bukti perusahaan tegas menolak praktik-praktik tidak terpuji, khususnya tipikor.
"Melalui transformasi ini juga perusahaan akan semakin meningkatkan kinerja ke depan, dan asuransi Jasindo akan menjadi perusahaan asuransi umum yang memiliki kredibilitas dan integritas," lanjut Brellian.
Brellian menyampaikan manajemen menyiapkan sejumlah langkah antisipasi mencegah terjadinya kembali praktik koruptif ke depan. Salah satunya mewajibkan agen yang menjadi rekanan Jasindo untuk terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kalau enggak terdaftar, bukan mitra kita. Yang kedua, kita enggak ada agen perorangan, semuanya agennya PT dan resmi," sambung dia.
Brellian menyampaikan anggota holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi (IFG) juga bersifat sebagai risk management partnership dan karyawan akan membantu menjelaskan risiko dari setiap produk. Brellian memastikan Jasindo memiliki pengawasan dokumen secara berkala yang harus dilaporkan setiap karyawan kepada unit yang menangani anti penyuapan.
"Kita juga membuka layanan whistleblowing. Jadi, kalau ada yang mengadu, di unit internal audit kita memproses, kalau valid kita naikkan ke investigasi, kemudian ditindaklanjuti," kata Brellian.
Laba 8 Reasuransi per Juni 2024: Grup Salim, Pertamina, dan Sinarmas Bersaing
Dari 8 reasuransi konvensional di Tanah Air, seluruhnya mencatatkan laba pada semester I/2024. [964] url asal
#reasuransi-sinarmas #reasuransi-bumn #reasuransi-salim #reasuransi-pertamina
(Bisnis.Com - Finansial) 31/07/24 13:21
v/12739708/
Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada delapan perusahaan reasuransi konvensional yang telah mendapatkan izin di Indonesia.
Delapan perusahaan reasuransi tersebut antara lain PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) atau Marein, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) alias Indonesia Re, PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re), PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re), PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re), dan PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (InaRe).
Sementara itu, perusahaan reasuransi kesembilan adalah PT Reasuransi Syariah Indonesia (Reindo Syariah), yang memfokuskan diri di bidang syariah. Dari daftar tersebut, beberapa perusahaan reasuransi konvensional mencatatkan kinerja laba setelah pajak yang positif.
Para penyerap risiko dari perusahaan asuransi (seeding) Tanah Air itu mencatatkan kinerja yang beragam. Misalnya saja Indonesia Re yang mampu membalikkan rugi menjadi laba pada Juni 2024 mencapai Rp99,8 miliar. Sebelumnya perseroan mencatatkan kerugian hingga Rp6,25 miliar pada Juni 2023.
Kemudian, TuguRe mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp104,5 miliar sampai dengan Juni 2024. Angka tersebut meningkat pesat sampai 1.488% yoy dari sebelumnya Rp6,5 miliar pada Juni 2023.
Ada juga yang mencatatkan penurunan laba, seperti halnya Nasional Re yang labanya longsor 88,58% yoy menjadi Rp64,52 miliar pada Juni 2024 dari sebelumnya Rp565 miliar pada akhir Juni 2023.
Laba 8 reasuransi Tanah Air per Juni 2024
- PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)
BUMN di bidang reasuransi, Indonesia Re, mampu membalikkan rugi menjadi laba mencapai Rp99,8 miliar per 30 Juni 2024. Sebelumnya perseroan mencatatkan kerugian hingga Rp6,25 miliar per Juni 2023.
Kenaikan laba tersebut turut didorong oleh pendapatan premi perusahaan yang mencapai Rp2,83 triliun. Perolehan premi perusahaan meningkat 11,95% secara tahunan (year on year/yoy) dari sebelumnya Rp2,53 triliun.
Sementara itu hasil underwriting menurun 62,55% yoy menjadi Rp33,2 miliar dari sebelumnya Rp88,77 miliar. Sementara itu hasil investasinya meningkat tajam menjadi Rp229 miliar, yang mana naik 163,7% yoy dari sebelumnya Rp87,04 miliar.
- PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI)
Marein mampu mencatatkan laba sebanyak Rp75,22 miliar sampai dengan akhir Juni 2024. Angka tersebut meningkat 77,54% yoy dibandingkan Rp42,36 miliar pada Juni 2023.
Dilihat dari laporan keuangan Marein pada Juni 2024, kenaikan laba tersebut didorong oleh premi bruto yang mencatatkan peningkatan mencapai Rp1,38 triliun atau naik 12,67% yoy dari sebelumnya Rp1,23 triliun pada Juni 2023. Pada Juni 2024, hasil underwriting perseroan mengalami penurunan 29,52% yoy menjadi Rp14,8 miliar dari sebelumnya Rp21,1 miliar. Sementara itu hasil investasinya meningkat 71,81% yoy menjadi Rp96,5 miliar dibandingkan sebelumnya Rp56,16 miliar.
- PT Reasuransi Maipark Indonesia
Maipark mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp20,06 miliar pada Juni 2024. Angka tersebut turun 30,64% yoy dari sebelumnya Rp28,93 miliar.
Padahal jumlah premi bruto yang diperoleh perseroan meningkat 9,39 yoy menjadi Rp92,1 miliar dari sebelumnya Rp84,19 miliar. Hasil investasi juga menunjukan peningkatan menjadi Rp20,09 miliar atau naik 22,57% yoy dari sebelumnya Rp16,39 miliar.
Namun hasil underwriting perseroan menyusut menjadi Rp31,59 miliar, atau turun 33,39% yoy dari sebelumnya Rp47,43 miliar.
- PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasre)
Nasional Re, yang merupakan cucu usaha BUMN IFG melalui PT Askrindo, mencatatkan laba sebanyak Rp64,52 miliar sampai dengan Juni 2024. Angka tersebut turun 88,58% yoy apabila dibandingkan dengan Rp565 miliar pada akhir Juni 2023.
Dilihat dari laporan keuangan konvensional perusahaan pada Juni 2024, penurunan tersebut didorong oleh jumlah premi bruto perusahaan yang turun 13,73% yoy menjadi Rp1,84 triliun. Sampai dengan akhir Juni 2023, premi bruto yang diperoleh perusahaan mencapai Rp2,13 triliun.
Hasil underwriting juga mengalami penurunan menjadi Rp38,79 miliar. Angka tersebut turun 91,65% yoy dari sebelumnya Rp464 miliar. Di sisi lain, hasil investasi juga turun 11,72% yoy menjadi Rp170,8 miliar dari sebelumnya Rp193,5 miliar.
- PT Tugu Reasuransi Indonesia
Sayap bisnis reasuransi Pertamina melalui melalui Tugu Insurance, Tugure, mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp104,5 miliar sampai dengan Juni 2024. Angka tersebut meningkat pesat sampai 1.488% yoy dari sebelumnya Rp6,5 miliar.
Peningkatan laba tersebut didorong oleh jumlah premi bruto perseroan yang mencapai Rp1,55 triliun, yang mana naik 26,75% yoy dari sebelumnya Rp1,22 triliun. Hasil underwriting juga meningkat 136,25% yoy menjadi Rp56,65 miliar dari sebelumnya Rp23,97 miliar. Sementara hasil investasi meningkat 17,32% yoy menjadi Rp67,7 miliar dari sebelumnya Rp57,7 miliar.
- PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (InaRe)
PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (InaRe) yang terafiliasi grup Salim melaporkan membukukan laba Rp13,9 miliar per Juni 2024. Jumlah ini bertumbuh dari Rp12,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat dalam laporan perusahaan, InaRe membukukan premi penutupan tidak langsung sebesar Rp559,11 miliar. Tumbuh 166% dari Rp209,71 miliar pada tahun sebelumnya.
- PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re)
Bisnis reasuransi konglomerasi Sinarma melalui PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re) mencatatkan laba Rp70,49 miliar per Juni 2024. Tumbuh 93,65% dari posisi Rp36,4 miliar pada tahun sebelumnya. Reasuransi dalam konglomerasi Sinarmas ini memiliki pendapatan premi penutupan tidak langsung Rp4,85 triliun, tumbuh kuat berbanding Rp3,23 triliun pada tahun sebelumnya.
- PT Orion Reasuransi Indonesia
Orion Reasuransi menjadi wajah baru di industri reasuransi di Indonesia. Perusahaan resmi memulai operasionalnya setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Mei 2024.
Dikutip dari laporan keuangan per Juni 2024, perusahaan mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp1,73 miliar hingga 2024. Dari sisi pendapatan premi bruto yang diperoleh mencapai Rp3,24 miliar. Hasil underwriting minus Rp5 juta dan hasil investasi yang dimiliki mencapai Rp8 miliar.
Perusahaan Reasuransi | Laba Bersih Juni 2024 | Laba Bersih Juni 2023 | Perubahan (%) |
Indonesia Re | Rp99,8 miliar | -6,25 miliar | 1.696,8% |
Marein | Rp75,22 miliar | Rp42,36 miliar | 77,54% |
Maipark | Rp20,06 miliar | Rp28,93 miliar | -30,65% |
Nasional Re | Rp64,52 miliar | Rp565 miliar | -88,58% |
InaRe | Rp13,9 miliar | Rp12,4 miliar | 12,09% |
NusantaraRe | Rp70,49 miliar | Rp36,4 miliar | 93,65% |
Tugure | Rp104,5 miliar | Rp6,5 miliar | 1.488% |
Orion Reasuransi | Rp1,73 miliar | — | — |
Membanding Laba 8 Reasuransi per Juni 2024, Grup Salim, Pertamina, Hingga Sinarmas Berkejaran
Dari 8 reasuransi konvensional di Tanah Air, seluruhnya mencatatkan laba pada semester I/2024. [975] url asal
#reasuransi-sinarmas #reasuransi-bumn #reasuransi-salim #reasuransi-pertamina
(Bisnis.Com - Finansial) 31/07/24 13:21
v/12737377/
Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada delapan perusahaan reasuransi konvensional yang telah mendapatkan izin di Indonesia.
Delapan perusahaan reasuransi tersebut antara lain PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) atau Marein, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) alias Indonesia Re, PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re), PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re), PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re), dan PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (InaRe).
Sementara itu, perusahaan reasuransi kesembilan adalah PT Reasuransi Syariah Indonesia (Reindo Syariah), yang memfokuskan diri di bidang syariah. Dari daftar tersebut, beberapa perusahaan reasuransi konvensional mencatatkan kinerja laba setelah pajak yang positif.
Para penyerap risiko dari perusahaan asuransi (seeding) Tanah Air itu mencatatkan kinerja yang beragam. Misalnya saja Indonesia Re yang mampu membalikkan rugi menjadi laba pada Juni 2024 mencapai Rp99,8 miliar. Sebelumnya perseroan mencatatkan kerugian hingga Rp6,25 miliar pada Juni 2023.
Kemudian, TuguRe mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp104,5 miliar sampai dengan Juni 2024. Angka tersebut meningkat pesat sampai 1.488% yoy dari sebelumnya Rp6,5 miliar pada Juni 2023.
Ada juga yang mencatatkan penurunan laba, seperti halnya Nasional Re yang labanya longsor 88,58% yoy menjadi Rp64,52 miliar pada Juni 2024 dari sebelumnya Rp565 miliar pada akhir Juni 2023.
Berikut ini Bisnis rangka kinerja laba enam perusahaan reasuransi konvensional pada Juni 2024 dari website masing-masing perusahaan:
- PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)
BUMN di bidang reasuransi, Indonesia Re, mampu membalikkan rugi menjadi laba mencapai Rp99,8 miliar per 30 Juni 2024. Sebelumnya perseroan mencatatkan kerugian hingga Rp6,25 miliar per Juni 2023.
Kenaikan laba tersebut turut didorong oleh pendapatan premi perusahaan yang mencapai Rp2,83 triliun. Perolehan premi perusahaan meningkat 11,95% secara tahunan (year on year/yoy) dari sebelumnya Rp2,53 triliun.
Sementara itu hasil underwriting menurun 62,55% yoy menjadi Rp33,2 miliar dari sebelumnya Rp88,77 miliar. Sementara itu hasil investasinya meningkat tajam menjadi Rp229 miliar, yang mana naik 163,7% yoy dari sebelumnya Rp87,04 miliar.
- PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI)
Marein mampu mencatatkan laba sebanyak Rp75,22 miliar sampai dengan akhir Juni 2024. Angka tersebut meningkat 77,54% yoy dibandingkan Rp42,36 miliar pada Juni 2023.
Dilihat dari laporan keuangan Marein pada Juni 2024, kenaikan laba tersebut didorong oleh premi bruto yang mencatatkan peningkatan mencapai Rp1,38 triliun atau naik 12,67% yoy dari sebelumnya Rp1,23 triliun pada Juni 2023. Pada Juni 2024, hasil underwriting perseroan mengalami penurunan 29,52% yoy menjadi Rp14,8 miliar dari sebelumnya Rp21,1 miliar. Sementara itu hasil investasinya meningkat 71,81% yoy menjadi Rp96,5 miliar dibandingkan sebelumnya Rp56,16 miliar.
- PT Reasuransi Maipark Indonesia
Maipark mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp20,06 miliar pada Juni 2024. Angka tersebut turun 30,64% yoy dari sebelumnya Rp28,93 miliar.
Padahal jumlah premi bruto yang diperoleh perseroan meningkat 9,39 yoy menjadi Rp92,1 miliar dari sebelumnya Rp84,19 miliar. Hasil investasi juga menunjukan peningkatan menjadi Rp20,09 miliar atau naik 22,57% yoy dari sebelumnya Rp16,39 miliar.
Namun hasil underwriting perseroan menyusut menjadi Rp31,59 miliar, atau turun 33,39% yoy dari sebelumnya Rp47,43 miliar.
- PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasre)
Nasional Re, yang merupakan cucu usaha BUMN IFG melalui PT Askrindo, mencatatkan laba sebanyak Rp64,52 miliar sampai dengan Juni 2024. Angka tersebut turun 88,58% yoy apabila dibandingkan dengan Rp565 miliar pada akhir Juni 2023.
Dilihat dari laporan keuangan konvensional perusahaan pada Juni 2024, penurunan tersebut didorong oleh jumlah premi bruto perusahaan yang turun 13,73% yoy menjadi Rp1,84 triliun. Sampai dengan akhir Juni 2023, premi bruto yang diperoleh perusahaan mencapai Rp2,13 triliun.
Hasil underwriting juga mengalami penurunan menjadi Rp38,79 miliar. Angka tersebut turun 91,65% yoy dari sebelumnya Rp464 miliar. Di sisi lain, hasil investasi juga turun 11,72% yoy menjadi Rp170,8 miliar dari sebelumnya Rp193,5 miliar.
- PT Tugu Reasuransi Indonesia
Sayap bisnis reasuransi Pertamina melalui melalui Tugu Insurance, Tugure, mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp104,5 miliar sampai dengan Juni 2024. Angka tersebut meningkat pesat sampai 1.488% yoy dari sebelumnya Rp6,5 miliar.
Peningkatan laba tersebut didorong oleh jumlah premi bruto perseroan yang mencapai Rp1,55 triliun, yang mana naik 26,75% yoy dari sebelumnya Rp1,22 triliun. Hasil underwriting juga meningkat 136,25% yoy menjadi Rp56,65 miliar dari sebelumnya Rp23,97 miliar. Sementara hasil investasi meningkat 17,32% yoy menjadi Rp67,7 miliar dari sebelumnya Rp57,7 miliar.
- PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (InaRe)
PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (InaRe) yang terafiliasi grup Salim melaporkan membukukan laba Rp13,9 miliar per Juni 2024. Jumlah ini bertumbuh dari Rp12,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat dalam laporan perusahaan, InaRe membukukan premi penutupan tidak langsung sebesar Rp559,11 miliar. Tumbuh 166% dari Rp209,71 miliar pada tahun sebelumnya.
- PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re)
Bisnis reasuransi konglomerasi Sinarma melalui PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re) mencatatkan laba Rp70,49 miliar per Juni 2024. Tumbuh 93,65% dari posisi Rp36,4 miliar pada tahun sebelumnya. Reasuransi dalam konglomerasi Sinarmas ini memiliki pendapatan premi penutupan tidak langsung Rp4,85 triliun, tumbuh kuat berbanding Rp3,23 triliun pada tahun sebelumnya.
- PT Orion Reasuransi Indonesia
Orion Reasuransi menjadi wajah baru di industri reasuransi di Indonesia. Perusahaan resmi memulai operasionalnya setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Mei 2024.
Dikutip dari laporan keuangan per Juni 2024, perusahaan mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp1,73 miliar hingga 2024. Dari sisi pendapatan premi bruto yang diperoleh mencapai Rp3,24 miliar. Hasil underwriting minus Rp5 juta dan hasil investasi yang dimiliki mencapai Rp8 miliar.
Perusahaan Reasuransi | Laba Bersih Juni 2024 | Laba Bersih Juni 2023 | Perubahan (%) |
Indonesia Re | Rp99,8 miliar | -6,25 miliar | 1.696,8% |
Marein | Rp75,22 miliar | Rp42,36 miliar | 77,54% |
Maipark | Rp20,06 miliar | Rp28,93 miliar | -30,65% |
Nasional Re | Rp64,52 miliar | Rp565 miliar | -88,58% |
InaRe | Rp13,9 miliar | Rp12,4 miliar | 12,09% |
NusantaraRe | Rp70,49 miliar | Rp36,4 miliar | 93,65% |
Tugure | Rp104,5 miliar | Rp6,5 miliar | 1.488% |
Orion Reasuransi | Rp1,73 miliar | — | — |
Indonesia Re Targetkan Laba Konsolidasi Rp67,54 triliun pada Semester II/2024
Target pertumbuhan laba konsolidasi Indonesia Re pada semester II/2024 mencapai 20,51%. [310] url asal
#indonesia-re #kinerja-indonesia-re #target-indonesia-re #reasuransi-indonesia-utama #bumn-reasuransi #reasuransi-bumn #bumn
(Bisnis.Com - Finansial) 20/07/24 03:07
v/11375120/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menargetkan laba tahun berjalan untuk konsolidasi sampai semester II/2024 nanti sebesar Rp67,54 miliar. Laba konsolidasi tersebut ditargetkan tumbuh 20,51% dari realisasi 2023 sebesar Rp56,04 miliar.
Sementara untuk laba tahun berjalan bukan konsolidasi sampai semester II/2024 nanti ditarget sebesar Rp34,19 miliar, atau tumbuh 22,44% dari realisasi 2023 sebesar Rp27,92 miliar.
Meski laba ditargetkan meningkat, Indonesia Re memproyeksi penurunan pendapatan premi pada semester II/2024 dibandingkan realisasi pada 2023.
"Target premi bruto konsolidasi sampai semester II/2024 sebesar Rp6,15 triliun, turun 4,72% dari realisasi 2023 sebesar Rp6,45 Triliun," kata Direktur Keuangan dan Aktuaria Indonesia Re, Maria Elvida Rita Dewi kepada Bisnis, Jumat (19/07/2024).
Sementara target premi bruto bukan konsolidasi sampai semester II/2024 sebesar Rp5,67 triliun. Angka itu turun 7,98% dari realisasi 2023 sebesar Rp6,16 triliun.
Adapun, capaian pendapatan premi bruto bukan konsolidasi Indonesia Re pada semester I/2024 ini mencapai Rp2,83 triliun, lebih tinggi dari capaian semester I/2023 senilai Rp2,53 triliun.
Sementara laba bukan konsolidasi Indonesia Re pada semester I/2024 mencapai Rp99,87 miliar, berbanding terbalik dari catatan kerugian Rp6,25 miliar pada semester I/2023.
Sementara itu, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat membeberkan pihaknya memiliki 12 strategi unggulan untuk mengejar target peningkatan laba 20,51% pada semester II/2024. Satu di antaranya adalah strategi dalam pengelolaan investasi.
Investasi Indonesia Re bukan konsolidasi per semester I/2024 mencapai Rp7,10 triliun, naik dibanding capaian pada semester I/2023 sebesar Rp6,18 triliun. Penempatan investasi tersebut mayoritas berada di deposito berjangka dan surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah.
"Pengelolaan investasi yang yang aktif dengan risiko yang terukur dengan mengacu pada prinsip-prinsip seperti prudent, compliance, risk based investment, portfolio optimization, dan sustainable investing dan ketentuan yang berlaku," kata Delil.