#30 tag 24jam
Hukum Bekam dalam Islam, Bolehkah?
Secara istilah bekam adalah suatu teknik pengobatan. [826] url asal
#bekam #bekam-dalam-islam #hukum-bekam #pengobatan-dalam-islam #pengobatan-tradisional
(Republika - Khazanah) 22/08/24 10:28
v/14525490/
REPUBLIKA.CO.ID,
Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Perkenalkan saya Norman asal Brebes dan domisili sekarang di Jogja. Baru-baru ini saya mendapati banyak kader Ortom Muhammadiyah (mungkin lebih tepatnya Pemuda Muhammadiyah/KOKAM) yang membuka praktik bekam, dan banyak juga ternyata yang sudah rutinan melaksanakan bekam, kabarnya mereka yang melakukan bekam merasa badan jadi tidak gampang sakit-sakitan, dan di beberapa peneliti pun ternyata sudah ada manfaat berbekam itu sendiri.
Nah yang menjadi pertanyaan saya kepada ustadz/ustadzah sekalian, bagaimana sih pandangan Muhammadiyah lebih khusus Majelis Tarjih tentang bekam itu sendiri?
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.
Norman Akhda (Disidangkan pada Jumat, 27 Zulhijah 1442 H / 6 Agustus 2021 M)
Jawaban:
Wa ‘alaikumussalam wr.wb.
Saudara Norman di Brebes yang insya Allah dirahmati oleh Allah, terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami Tim Fatwa. Berikut jawabannya, semoga dapat dipahami.
Bekam dalam Bahasa Arab disebut ḥijāmah. Secara etimologi kata ḥijāmah dalam kamus Lisan al-‘Arab berasal dari kata ḥajama merupakan kata kerja yang berarti menyedot. Misalnya kalimat ḥajamash-shabiyyu sadya ummihi berarti anak menghisap susu ibunya. Dengan demikian yang dimaksud dengan ḥijāmah adalah menyedot sejumlah darah dari tempat tertentu (dengan tujuan mengobati satu organ tubuh atau penyakit tertentu).
Disebutkan bahwa berbekam berasal dari kata: حجم - يحجم – حجما yang berarti membekam orang sakit. Sedangkan bentuk noun-nya adalah الحجمة yang mempunyai arti pekerjaan membekam, sedangkan isim fail-nya adalah حاجم yang berarti tukang bekam. Sedangkan dalam bentuk isim alat ( المحجمة /al-miḥjamah) berarti alat untuk membekam, berupa gelas untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit atau gelas untuk mengumpulkan darah ḥijāmah. Bekam memiliki beberapa sebutan antara lain: candhuk, canthuk, kop, atau membakan.
Adapun secara istilah bekam adalah suatu teknik pengobatan, berdasarkan tradisi (sunah) Rasulullah saw yang telah lama dipraktikkan oleh manusia sejak zaman dahulu kala. Kini pengobatan ini dimodernisasi dan telah disesuaikan serta mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif. Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang darah kotor (toksin/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh, melalui permukaan kulit.
Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh manusia, karena itu banyak toksin/racun yang berkumpul di sana. Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia, sehingga bekam dapat dipahami sebagai metode detoksifikasi (proses pengeluaran racun) yang sangat bermanfaat serta tidak ada efek sampingnya. Berbekam sangat bermanfaat untuk melegakan atau menghapus kesakitan, memulihkan fungsi tubuh serta memberi banyak harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan. (Indah Sy A. Su’udi, Menjadi Dokter Muslim, Metode Ilahiah, Alamiah dan Ilmiah (Surabaya: PT. Java Pustaka, 2006), h. 20-21).
Pengobatan alternatif ini termasuk mudah ditemukan di mana-mana. Namun, jika Anda tergoda untuk melakukannya, pastikan Anda tidak melakukannya di sembarang tempat, agar tidak membahayakan tubuh Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan pengobatan ini, di antaranya:
1. Pastikan tempat yang Anda datangi sudah terpercaya dan terjamin keamanannya.
2. Pastikan terapis yang akan menangani Anda seorang profesional terlatih dan bersertifikat yang sudah berpengalaman dalam melakukan prosedur ini.
3. Pastikan alat-alat yang digunakan untuk terapi memiliki kualitas yang baik dan steril. Anda tentu tidak mau kan tertular penyakit dari pasien sebelumnya? Guna mencegah hal tersebut, Anda bisa bertanya langsung kepada terapis terkait kemanan alat-alat yang akan Anda gunakan.
Dari uraian terapi bekam di atas, berbekam tidak tergolong perkara ibadah. Pesan yang terdapat dalam hadis, adalah pesan irsyadi. Yang dimaksud pesan irsyadi adalah manfaat yang terkandung adalah manfaat duniawi, bukan manfaat berupa ibadah. Oleh sebab itu berbekam secara asalnya adalah perkara non ibadah, karena maslahat yang terkandung di dalamnya adalah maslahat duniawi, berupa kesembuhan. Mengingat berbekam adalah perkara mubah, maka padanya berlaku aturan hukum mubah. Di antaranya, amalan mubah bisa berubah menjadi amalan ibadah yang berpahala, karena niat. Sebagai perkara mubah, dan tidak ada indikasi yang membahayakan dari sisi bekamnya, maka Majelis Tarjih mengakui adanya praktik bekam ini, termasuk kedokteran modern mengakui adanya manfaat bekam. pengakuan ini diperkuat oleh jawaban Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah , ketika ditanya tentang hukum bekam pada saat puasa Ramadan, bahwa bekam tidak membatalkan puasa.
Sebagai penutup, Munas Tarjih XXVI di Padang Sumatera Barat tahun 2003 telah mengambil keputusan tentang hukum pengobatan alternatif. Keputusan ini sudah dimuat di buku Himpunan Putusan Tarjih Jilid 3. Pada keputusan ini disebutkan bahwa pengobatan alternatif dapat diterima apabila tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pengobatan dalam ajaran Islam dan praktik yang diamalkan Nabi saw, yang intinya tertuang dalam syarat-syarat berikut:
1. Syarat pengobat / pelaku pengobatan:
a. memiliki pengetahuan dan keahlian;
b. berakhlak mulia dan tidak merusak atau membahayakan akidah;
2. Obat/alat pengobatan:
a. bukan barang haram atau bertentangan dengan syariah;
b. tidak mengandung unsur membahayakan;
3. Cara/tehnik pengobatan:
a. Tidak mengandung syirik, bid’ah dan khurafat,
b. Tidak berbahaya ataupun membahayakan,
c. Tidak menggunakan unsur jin atau makhluk halus lainnya.
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan memberi pencerahan.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Rubrik Tanya Jawab Agama Diasuh Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sumber: Majalah SM No 24 Tahun 2021
Ikuti Pengobatan Rasulullah, Banyak Juara Olimpiade Berbekam, Apa Rahasianya?
Keberhasilan metode ini terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah yang rusak. [680] url asal
#atlet-berbekam #atlet-olimpiade-berbekam #bekam-atlet-olimpiade #juara-olimpiade-berbekam #juara-renang-olimpiade-bekam #bekam-di-olimpiade
(Republika - Khazanah) 02/08/24 05:12
v/12963186/
REPUBLIKA.CO.ID, Olimpiade 2024 sedang digelar di Paris, Prancis. Salah satu olahraga favorit yang paling banyak ditonton adalah renang. Pada tahun ini, ada 854 atlet dari 187 negara yang berkompetisi.
Adam Peaty meraih medali perak di nomor 100 meter gaya dada, dengan hanya kalah 0,02 detik dari perenang Italia, Nicolo Martinenghi, pada akhir pekan lalu. Pada Ahad (28/7/2024), Martinenghi dari Italia meraih kemenangan dengan membawa lingkaran merah tua di punggungnya.
Pada Olimpiade Rio tahun 2016, para perenang dan pesenam, terutama Tim Amerika Serikat, termasuk Michael Phelps, juga terlihat memiliki titik-titik misterius yang terlihat seperti memar. Tanda-tanda aneh tersebut juga tidak luput dari perhatian para penggemar Olimpiade di tahun 2024. Satu orang bertanya di Reddit: "Mengapa begitu banyak atlet Olimpiade yang ditutupi lingkaran merah besar?"
Satu orang menggunakan X untuk menjelaskan masalah ini: "Pernahkah Anda melihat perenang dan atlet lain di Olimpiade dengan tanda bulat besar di tubuh mereka? Itu adalah bekam kering dan saya jamin tidak sakit," sementara yang lain menambahkan: "Saat Anda menonton Olimpiade dan berpikir 'Tanda lahir yang aneh...' oh, benar ini Olimpiade, mereka melakukan bekam."
Pesenam Alexander Naddour mengatakan kepada USA Today pada tahun 2016 bahwa bekam adalah 'rahasia' kesehatannya. Dia menambahkan: "Ini lebih baik daripada uang yang pernah saya habiskan untuk hal lain."
Di luar Olimpiade, pemain bola basket Kyle Singler juga memuji terapi bekam. "Memar-memarnya memang terlihat lebih parah dari yang sebenarnya, tapi manfaatnya sangat besar," katanya.
Berbekam adalah teknik pengobatan yang diwariskan Rasulullah SAW. Rasulullah berbekam dan memberi imbalan kepada jasa tukang bekam. Beliau SAW melakukan bekam di kedua sisi badan di samping leher dan di bahu depan. Beliau melakukan bekam dalam kurun waktu tujuh belas, sembilan belas dan dua puluh satu hari.
Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata, "Rasulullah SAW berbicara tentang malam Isra saat beliau menunaikan perjalanan di malam hari bahwa tidaklah beliau melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka menyuruh beliau dengan mengatakan, 'Perintahlah umatmu untuk melakukan bekam'." (HR at-Tirmidzi, Ahmad).
Ali bin Abi Thalib berkata, ''Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dengan perintah berbekam pada titik al-akhdain (urat leher) dan al-kahil (pundak).'' (Al Dailami). Riwayat lain dari Shuhaib, Rasulullah bersabda, ''Berbekamlah di tengah tengkuk karena hal itu dapat menyembuhkan 72 macam penyakit.''
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Muhammad Amin Syaikhu, ilmuwan asal Suriah, tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari metode bekam, keberhasilan metode ini terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna.
Dalam teori pengobatan modern, dikenal adanya titik-titik bekam yang tidak berbeda dengan titik pijat. Dalam teori tersebut, terungkap bahwa tubuh manusia terdiri atas 12 saluran utama dan empat saluran tambahan yang semuanya mengandung unsur magnet.
Selama unsur itu bekerja dengan baik, tanpa ada halangan sedikit pun, orang tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Namun, jika terjadi penyumbatan pada saluran ini, muncul masalah-masalah di beberapa bagian tubuh.
Sebagai contoh, penyakit liver mempunyai titik-titik tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu pula. Demikian pula dengan penyakit jantung dan penyakit-penyakit yang lainnya. Jika terjadi sesuatu pada titik-titik tertentu, harus dilakukan tindakan yang sesuai. Oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk melakukan pembekaman pada titik-titik tersebut untuk menjaga kesehatan.
Aiman bin Abdul Fattah dalam Keajaiban Thibbun Nabawi: Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam Metode Pengobatan Nabawi menjelaskan, berdasarkan hasil tim laboratorium yang mengadakan penelitian darah yang keluar dari titik-titik bekam, ada beberapa hasil yang didapatkan. Pertama, terapi bekam melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
Kedua, proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi. Ketiga, kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1100). Satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan sehingga dapat membentuk sel-sel muda yang baru.
Keempat, kandungan sel darah merah atau sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.