JAKARTA, investor.id - Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) diparkir melompat 5,49% ke Rp 384 pada akhir sesi I perdagangan 11 Juli 2024.
Saham SMDR jadi sangat aktif dengan jumlah yang ditransaksikan sebanyak 146,9 juta saham, frekuensi mencapai 10.428 kali, dan nilai transaksi Rp 56,18 miliar. Dalam satu bulan terakhir saham ini melambung 29,73%.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani Maulana Mulia sendiri telah membeli 2,7 juta saham perseroan.
“Perseroan dengan ini melapor bahwa Bapak Bani Maulana Mulia telah memiliki saham perseroan,” ungkap Direktur Kepatuhan Samudera Indonesia, Farida Helianti Sastrosatomo dalam keterbukaan informasi baru-baru ini.
Transaksi pembelian oleh Bos Bani itu dilakukan pada 5 Juli 2024. Di mana 2.035.000 saham dibeli di harga Rp 368/saham, dan 670.000 saham ditebus di Rp 370. Sehingga nilai keseluruhan transaksinya Rp 996,78 juta.
“Harga pembelian per saham antara Rp 368 hingga Rp 370,” terang Farida.
Setelah transaksi, Bos Bani jadi memiliki 48.199.900 (0,294%) saham Samudera Indonesia (SMDR). Sebelum transaksi, ia memegang 45.494.900 (0,277%) saham SMDR. Sebelumnya, pada tahun lalu, Bos Bani juga sempat rajin memborong saham SMDR.
“Tujuan dari transaksi adalah investasi,” sebut Farida.
Samudera Indonesia (SMDR) sendiri bakal membagikan dividen final tahun buku 2023 senilai Rp 196,5 miliar atau Rp 12/saham. Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen final SMDR di tanggal 8 Juli 2024 pukul 16.00 WIB. Dan pembayaran dividen tanggal 26 Juli.
Selain itu, investor saham Benny Batara atau Bennix juga sempat menjadi sorotan kala hadir dalam public expose (PE) atau paparan publik tahunan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang digelar pada Rabu, 26 Juni 2024.
Asal tahu saja, Bennix adalah investor saham yang merupakan mantan vice president di Gojek. Akun Youtube Bennix @Bennix diikuti 433 ribu pengikut. Sedangkan, Instagram Bennix @benny.official diikuti 142 ribu followers.
Pada PE SMDR, Bennix mengajukan pertanyaan dan memperkenalkan diri sebagai investor. Pertanyaannya terkait dengan kesiapan Samudera Indonesia dalam menghadapi kebijakan terkait ekonomi hijau yang mungkin diterapkan ke depan. Selain itu, ia menyarankan agar Samudera Indonesia tak membagikan dividen dahulu.
Freight Rate
Sementara itu, Samudera Indonesia (SMDR) menatap optimistis kinerja tahun buku 2024 karena tingkat freight rate yang menjanjikan sampai imbas konflik laut merah.
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia menyampaikan, SMDR optimistis target tahun ini akan dapat dilampaui seiring dengan proyeksi freight rate yang positif. Walau demikian, dirinya belum bisa menyebutkan target angka pastinya.
“Yang jelas, permintaan pasar baik. Apalagi, kalau ada kemacetan tentu akan ada antrean kargo yang perlu kami layani, sehingga okupansi kapal tidak akan ada keluhan dan kapal akan terisi dengan baik. Bahkan, kemungkinan akan diperlukan kapal tambahan,” jelas Bani dalam paparan publik, Rabu (26/6/2024).
Berdasarkan ulasan Trading Economics diakses Kamis 11/7/2024) pagi dijelaskan bahwa Containerized Freight Index meningkat 1.974,23 poin atau 112.20% sejak awal tahun 2024, menurut perdagangan contract for difference (CFD) yang melacak pasar acuan komoditas ini.
Containerized Freight Index yang dilacak oleh Trading Economics memperhitungkan harga pengangkutan terkini untuk pengangkutan peti kemas dari pelabuhan terpenting di China.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News