#30 tag 24jam
Israel Bom Masjid Al-Tabi'in, Seratus Jamaah Sholat Subuh Jadi Syuhada
Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk kejahatan keji tersebut. [738] url asal
#genosida-israel-di-jalur-gaza #israel-bom-masjid-di-gaza #jamaah-sholat-subuh-dibom-israel #israel-bom-jamaah-sholat-subuh #100-jamaah-syahid #seratus-jamaah-sholat-subuh-jadi-syuhada #israel-mengebom
(Republika - Khazanah) 10/08/24 14:21
v/14064750/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebiadaban Israel di jalur Gaza belum juga berhenti. Militer zionis menargetkan Masjid Al-Tabi'een terletak di tengah Kota Gaza, di lingkungan Al-Daraj, di Jalan Al-Sahaba, Gaza, berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza kepada Republika, Sabtu (10/8/2024).
Menurut sumber Republika di Kementerian Kesehatan Palestina, masjid tersebut berada di dalam lingkungan sekolah Al-Tabi'een. Selain berfungsi sebagai masjid, warga Gaza juga kerap melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam bangunan tersebut. "Lokasi masjid itu dekat rumah saya. Kami beberapa kali sholat disana. Masjid itu tidak terafiliasi dengan kegiatan politik apapun. Agaknya mereka ingin menghancurkan kami semua,"ujar sumber tersebut yang merupakan pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina. "Hasbunallah wani'mal wakil,"ucap dia.
Penjajah teroris Israel menargetkan lokasi yang dijadikan masjid tersebut saat sholat Subuh. Mereka menewaskan lebih dari 100 jamaah dan melukai sejumlah besar lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk kejahatan keji terhadap warga sipil ini dan menyerukan kepada seluruh masyarakat internasional untuk menghentikan pembantaian terhadap warga sipil.
Kementerian Kesehatan juga mendesak agar Israel segera mengizinkan masuknya rumah sakit lapangan dengan obat-obatan dan peralatan medis ke Jalur Gaza utara yang terkena dampak secepat mungkin.
Mereka menuntut Komite Palang Merah Internasional untuk melakukan tugasnya, memecah kebisuannya, dan mengutuk pembantaian ini secara langsung di udara. "Kebisuan telah menjadi awal dari pembunuhan terhadap lebih banyak lagi warga sipil tak berdosa,"ujar Kementerian Kesehatan.
Ini bukan pertamakalinya Israel menyerang tempat ibadah dan sekolah. Pada 13 Juli lalu, pasukan penjajahan Israel menyasar puluhan jamaah shalat dzuhur di sebuah mushalla di Jalur Gaza. Belasan syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu siang tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, pada tengah hari pesawat-pesawat tempur penjajah menargetkan mushalla di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati di sebelah barat Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 17 warga sipil dan melukai banyak orang lainnya, termasuk anak-anak dan wanita.
Serangan Israel tersebut menyasar orang-orang yang sedang berkumpul untuk shalat dzuhur di mushalla tersebut. Rekaman video kamp pengungsi Shati setelah serangan Israel menunjukkan mayat di dalam gedung dan bekas darah.
“Warga di lingkungan tersebut memutuskan untuk melaksanakan shalat berjamaah di mushalla, kami menghindari shalat berjamaah pada Magrib dan Isya di masjid agar tidak menjadi sasaran. Kami terkejut hari ini bahwa sebuah rudal Israel menargetkan tempat itu. Semuanya keluar berkeping-keping, tidak kurang dari 20 korban.”
Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania mengatakan bahwa tentara Israel telah mengintensifkan serangannya dengan membom sekolah-sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan bagi pengungsi Palestina di Kota Gaza. Dalam 10 hari terakhir, sebanyak sembilan sekolah berisi pengungsi telah dibombardir Israel.
Pada Kamis, dua serangan terhadap tempat penampungan sekolah di Kota Gaza menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina dan melukai sekitar 30 lainnya. Dalam sebuah laporan, kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa serangan selama delapan hari terakhir telah menewaskan 79 warga Palestina dan melukai 143 lainnya, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Ini belum termasuk serangan di Masjid Al-Tabi'een hari ini.
Laporan tersebut mengatakan bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, karena “kehilangan orang lain di bawah reruntuhan yang tidak dapat diselamatkan karena kurangnya peralatan yang memadai untuk kru penyelamat”.
Juliette Touma, juru bicara Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina, mengatakan kepada surat kabar AS the Washington Post bahwa Israel telah menyerang 70 persen sekolah-sekolah badan tersebut sejak pecahnya perang Gaza, yang sebagian besar digunakan sebagai tempat penampungan. mengungsi warga Palestina pada saat mereka diserang.
Komentarnya kepada surat kabar tersebut muncul setelah Israel menyerang dua sekolah lagi di Jalur Gaza utara kemarin, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai sekitar 30 lainnya. Touma mengatakan bahwa tentara Israel segera mengeluarkan pernyataan setelah serangan tersebut, mengklaim bahwa bangunan tersebut digunakan oleh pejuang Hamas dan menyerang mereka adalah hal yang dibenarkan.
“Ini adalah klaim yang sangat serius,” katanya. “Kami tidak punya cara untuk mengkonfirmasi atau menyangkal klaim ini, kami juga tidak punya kemampuan untuk menyelidikinya. Apa yang kami tahu adalah bahwa setiap kali sekolah atau gedung ini diserang, ada warga sipil, perempuan dan anak-anak yang terkena serangan.”
Pusat Satelit PBB (UNOSAT) memperkirakan 63 persen dari seluruh bangunan di Gaza telah rusak atau hancur selama perang. Temuannya, berdasarkan analisis citra satelit, mengklasifikasikan 156.409 bangunan sebagai hancur, rusak berat, rusak sedang, atau mungkin rusak.
Daerah yang paling terkena dampaknya dalam beberapa bulan terakhir adalah Rafah dan Gaza utara, kata UNOSAT, dengan 2.300 bangunan baru dinilai rusak di Gaza utara dan sekitar 15.030 di Rafah.
Israel Bom Masjid Al-Tabi'een di Tengah Gaza, Seratus Jamaah Subuh Jadi Syuhada
Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk kejahatan keji tersebut. [738] url asal
#genosida-israel-di-jalur-gaza #israel-bom-masjid-di-gaza #jamaah-sholat-subuh-dibom-israel #israel-bom-jamaah-sholat-subuh #100-jamaah-syahid #seratus-jamaah-sholat-subuh-jadi-syuhada #israel-mengebom
(Republika - Khazanah) 10/08/24 14:21
v/14047907/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebiadaban Israel di jalur Gaza belum juga berhenti. Militer zionis menargetkan Masjid Al-Tabi'een terletak di tengah Kota Gaza, di lingkungan Al-Daraj, di Jalan Al-Sahaba, Gaza, berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza kepada Republika, Sabtu (10/8/2024).
Menurut sumber Republika di Kementerian Kesehatan Palestina, masjid tersebut berada di dalam lingkungan sekolah Al-Tabi'een. Selain berfungsi sebagai masjid, warga Gaza juga kerap melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam bangunan tersebut. "Lokasi masjid itu dekat rumah saya. Kami beberapa kali sholat disana. Masjid itu tidak terafiliasi dengan kegiatan politik apapun. Agaknya mereka ingin menghancurkan kami semua,"ujar sumber tersebut yang merupakan pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina. "Hasbunallah wani'mal wakil,"ucap dia.
Penjajah teroris Israel menargetkan lokasi yang dijadikan masjid tersebut saat sholat Subuh. Mereka menewaskan lebih dari 100 jamaah dan melukai sejumlah besar lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk kejahatan keji terhadap warga sipil ini dan menyerukan kepada seluruh masyarakat internasional untuk menghentikan pembantaian terhadap warga sipil.
Kementerian Kesehatan juga mendesak agar Israel segera mengizinkan masuknya rumah sakit lapangan dengan obat-obatan dan peralatan medis ke Jalur Gaza utara yang terkena dampak secepat mungkin.
Mereka menuntut Komite Palang Merah Internasional untuk melakukan tugasnya, memecah kebisuannya, dan mengutuk pembantaian ini secara langsung di udara. "Kebisuan telah menjadi awal dari pembunuhan terhadap lebih banyak lagi warga sipil tak berdosa,"ujar Kementerian Kesehatan.
Ini bukan pertamakalinya Israel menyerang tempat ibadah dan sekolah. Pada 13 Juli lalu, pasukan penjajahan Israel menyasar puluhan jamaah shalat dzuhur di sebuah mushalla di Jalur Gaza. Belasan syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu siang tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, pada tengah hari pesawat-pesawat tempur penjajah menargetkan mushalla di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati di sebelah barat Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 17 warga sipil dan melukai banyak orang lainnya, termasuk anak-anak dan wanita.
Serangan Israel tersebut menyasar orang-orang yang sedang berkumpul untuk shalat dzuhur di mushalla tersebut. Rekaman video kamp pengungsi Shati setelah serangan Israel menunjukkan mayat di dalam gedung dan bekas darah.
“Warga di lingkungan tersebut memutuskan untuk melaksanakan shalat berjamaah di mushalla, kami menghindari shalat berjamaah pada Magrib dan Isya di masjid agar tidak menjadi sasaran. Kami terkejut hari ini bahwa sebuah rudal Israel menargetkan tempat itu. Semuanya keluar berkeping-keping, tidak kurang dari 20 korban.”
Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania mengatakan bahwa tentara Israel telah mengintensifkan serangannya dengan membom sekolah-sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan bagi pengungsi Palestina di Kota Gaza. Dalam 10 hari terakhir, sebanyak sembilan sekolah berisi pengungsi telah dibombardir Israel.
Pada Kamis, dua serangan terhadap tempat penampungan sekolah di Kota Gaza menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina dan melukai sekitar 30 lainnya. Dalam sebuah laporan, kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa serangan selama delapan hari terakhir telah menewaskan 79 warga Palestina dan melukai 143 lainnya, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Ini belum termasuk serangan di Masjid Al-Tabi'een hari ini.
Laporan tersebut mengatakan bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, karena “kehilangan orang lain di bawah reruntuhan yang tidak dapat diselamatkan karena kurangnya peralatan yang memadai untuk kru penyelamat”.
Juliette Touma, juru bicara Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina, mengatakan kepada surat kabar AS the Washington Post bahwa Israel telah menyerang 70 persen sekolah-sekolah badan tersebut sejak pecahnya perang Gaza, yang sebagian besar digunakan sebagai tempat penampungan. mengungsi warga Palestina pada saat mereka diserang.
Komentarnya kepada surat kabar tersebut muncul setelah Israel menyerang dua sekolah lagi di Jalur Gaza utara kemarin, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai sekitar 30 lainnya. Touma mengatakan bahwa tentara Israel segera mengeluarkan pernyataan setelah serangan tersebut, mengklaim bahwa bangunan tersebut digunakan oleh pejuang Hamas dan menyerang mereka adalah hal yang dibenarkan.
“Ini adalah klaim yang sangat serius,” katanya. “Kami tidak punya cara untuk mengkonfirmasi atau menyangkal klaim ini, kami juga tidak punya kemampuan untuk menyelidikinya. Apa yang kami tahu adalah bahwa setiap kali sekolah atau gedung ini diserang, ada warga sipil, perempuan dan anak-anak yang terkena serangan.”
Pusat Satelit PBB (UNOSAT) memperkirakan 63 persen dari seluruh bangunan di Gaza telah rusak atau hancur selama perang. Temuannya, berdasarkan analisis citra satelit, mengklasifikasikan 156.409 bangunan sebagai hancur, rusak berat, rusak sedang, atau mungkin rusak.
Daerah yang paling terkena dampaknya dalam beberapa bulan terakhir adalah Rafah dan Gaza utara, kata UNOSAT, dengan 2.300 bangunan baru dinilai rusak di Gaza utara dan sekitar 15.030 di Rafah.
Bombardir Beirut, Israel Klaim Sasar Komandan Hizbullah
Komandan Hizbullah yang menjadi target Israel adalah Fuad Shukr. [745] url asal
#israel-bom-beirut #bom-beirut #beirut-dibom-israel #israel #perang-israel-lebanon #hizbullah
(Republika - News) 31/07/24 09:18
v/12719246/
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Ledakan besar dilaporkan terdengar pada Selasa (30/7/2024) malam di wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, setelah serangan Israel di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dengan Hizbullah, lapor media setempat. Serangan itu dilaporkan terjadi di sekitar markas Dewan Syura Hizbullah di Haret Hreik, lapor kantor berita pemerintah National News.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan yang dilakukan drone Israel itu menyebabkan seorang wanita dan dua anak tewas, 69 lainnya terluka, termasuk tiga warga dalam kondisi kritis. Militer Israel mengakui serangan tersebut dengan mengeklaim pihaknya menyasar komandan Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu (27/7/2024) yang menewaskan 12 orang di kota Druze, Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Target yang diincar Israel adalah Fuad Shukr, yang bertanggung jawab atas militer Hizbullah, sebut situs berita Axios, mengutip seorang pejabat Israel tanpa nama. Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa Shukr, juga dikenal sebagai Sayyid Muhsan, menjabat sebagai “tangan kanan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dan penasihat Nasrallah untuk merencanakan dan mengarahkan operasi masa perang.”
Tentara mengklaim bahwa komandan tersebut “telah mengarahkan serangan Hizbullah terhadap Negara Israel sejak 8 Oktober, dan dia adalah komandan yang bertanggung jawab atas pembunuhan 12 anak di Majdal Shams di Israel utara pada Sabtu malam.”
Otoritas Penyiaran Israel, KAN, dan Channel 13 Israel mengatakan masih belum ada konfirmasi bahwa eliminasi orang nomor dua Hizbullah itu berhasil dilaksanakan, dengan mengutip sumber resmi Israel yang tidak disebutkan namanya. Sekretaris Kabinet Israel Yossi Fuchs menginstruksikan para menteri untuk tidak mengomentari operasi di ibu kota Lebanon itu sampai pernyataan resmi dikeluarkan oleh militer.
Arahan tersebut datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menurut laporan media KAN. Setelah serangan di Beirut, Netanyahu tiba di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv dan dijadwalkan melakukan penilaian keamanan pada Selasa malam dengan para pejabat tinggi keamanan setelah serangan itu, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.
“Apakah perang akan terjadi dengan Lebanon tergantung pada Hizbullah. Kami tidak berniat memulai perang regional,” kata seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya.
Channel 13 juga melaporkan bahwa seorang pejabat tinggi Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa “jika Hizbullah tidak menanggapi serangan di Beirut selatan, kami tidak akan melancarkan perang.”
Radio Militer Israel juga melaporkan bahwa militer menginstruksikan penduduk di kota-kota dekat perbatasan Lebanon untuk tetap berada di tempat perlindungan untuk mengantisipasi potensi balasan dari Hizbullah. Menyusul pernyataan tentara mengenai serangan di Beirut selatan, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengunggah di X bahwa “Hizbullah melewati garis merah.”
Tentara Israel kemudian mengeklaim bahwa mereka membunuh Shukr dalam serangan tersebut. Meski Israel menuduh Hizbullah bertanggung jawab atas serangan Sabtu itu, kelompok Lebanon tersebut menyangkal tuduhan tersebut. Belum ada tanggapan dari Hizbullah mengenai serangan ke Israel tersebut.
Warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon telah diimbau untuk meninggalkan negara itu guna mengantisipasi dampak konflik terbaru konflik Israel dan kelompok Hizbullah. Imbauan tersebut disampaikan oleh KBRI Beirut dan Kementerian Luar Negeri RI setelah memonitor dari dekat situasi keamanan di Lebanon, termasuk kemungkinan terjadinya eskalasi konflik bersenjata. KBRI Beirut mengimbau seluruh WNI di Lebanon untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, serta bersiap dan mengantisipasi apabila terjadi eskalasi konflik.
“Untuk itu, kami mengimbau seluruh WNI di Lebanon untuk memastikan sudah memproses Lapor Diri kepada KBRI Beirut dan mempertimbangkan untuk dapat keluar dari Lebanon untuk sementara waktu secara mandiri, selama layanan penerbangan komersial masih tersedia,” kata KBRI Beirut dalam imbauan resmi yang dirilis Senin (29/7/2024).
KBRI juga mengimbau WNI yang berencana mengunjungi Lebanon untuk menunda perjalanan mereka hingga situasi keamanan membaik. Dengan pertimbangan buruknya kondisi keamanan di Lebanon Selatan yang mencakup wilayah Saida, Hasbaya, Nabatiyeh, Marjeyoun, Tyre dan Aitaroun, telah ditetapkan Status Siaga Idi wilayah tersebut sejak Oktober 2023.
“Dalam kaitan ini, kami mengimbau seluruh WNI di Lebanon Selatan untuk berlindung di safe house KBRI Beirut,” kata KBRI.
KBRI juga mengingatkan seluruh WNI di Lebanon agar menghindari kawasan yang rawan, menyimpan barang dan dokumen berharga di tempat yang aman, serta terus mencermati dan bersikap waspada atas perkembangan situasi keamanan setempat, antara lain dengan memantau media massa dan sumber informasi resmi otoritas setempat. Jika sedang bepergian, WNI diharap menjaga barang berharga seperti paspor, dompet, dan ponsel dengan baik.
Bagi WNI yang membutuhkan bantuan, agar dapat segera menghubungi hotline KBRI Beirut melalui telepon maupun Whatsapp pada nomor +961 70817310. Berdasarkan data lapor diri KBRI Beirut, terdapat 203 WNI yang menetap di Lebanon serta sekitar 1.232 personil TNI yang bertugas di UNIFIL. Terdapat 14 WNI yang menetap di wilayah Lebanon Selatan dan mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah masing masing karena merasa situasi masih relatif aman.
Berhasil Tembus Tel Aviv, Houthi: Ini Awal Serangan Lebih Besar ke Israel
Houthi menyatakan serangan ditingkatkan karena diamnya dunia Arab atas genosida.. [660] url asal
#houthi-serang-israel #houthi-bom-israel #drone-houthi-tembus-tel-aviv #kelompok-houthi #genosida-di-gaza
(Republika - News) 19/07/24 14:06
v/11306081/
REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan drone ke Tel Aviv akan jadi awal peningkatan operasi militer Houthi ke Israel. Mereka menekankan bahwa kota-kota lainnya akan jadi sasaran selanjutnya.
Seorang anggota biro politik Houthi, Hazam al-Assad mengatakan kepada outlet berita Lebanon Almayadeen bahwa Israel harus berhati-hati “di semua kota”. Ia menjanjikan bahwa “apa yang akan terjadi lebih besar bagi musuh selama agresi terhadap Gaza dilanjutkan”.
Al-Assad mengatakan Houthi telah memasuki fase strategis baru dalam operasi melawan musuh. Ia menambahkan bahwa ada “integrasi dengan kekuatan front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina yang diduduki”.
Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) yang dikendalikan kelompok Houthi pada Jumat mengumumkan keberhasilan serangan pesawat tak berawak yang menargetkan situs penting di Tel Aviv. Serangan itu sebagai kelanjutan dari operasi mereka untuk mendukung Gaza.
“Operasi tersebut dilakukan oleh drone Yafa yang baru dikembangkan,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree pada Jumat pagi. Nama drone ini diambil dari nama kota Palestina yang diduduki oleh "Israel" sebagai bagian dari Tel Aviv raya.
Menurutnya, UAV dirancang dengan tujuan khusus untuk menghindari radar musuh dan sistem intersepsi. Ia menekankan, drone mencapai targetnya dan mencapai tujuan operasionalnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman kini menganggap wilayah Tel Aviv sebagai zona serangan dan target utama operasi di masa depan.
Saree menyatakan niat YAF untuk terus fokus pada serangan strategis terhadap front internal pendudukan Israel, yang bertujuan untuk menjangkau jauh ke dalam wilayahnya. Selain itu, juru bicara tersebut mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman memiliki bank target di wilayah Israel, termasuk situs militer dan keamanan yang sensitif.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menegaskan komitmen YAF untuk mendukung Perlawanan Gaza yang heroik, yang membela dunia Arab dan Islam, dan menegaskan bahwa operasi YAF akan terus berlanjut sampai agresi terhadap Gaza berhenti dan pengepungan terhadap rakyat Palestina di sana dicabut.
Laman berita Israel Ynet melansir, tidak ada sirine atau peringatan yang diaktifkan sebelum pesawat tak berawak itu meledak di dekat kompleks Kedubes AS di Tel Aviv Jumat pagi. Serangan itu yang mengakibatkan kematian satu orang akibat luka pecahan peluru dan melukai setidaknya delapan lainnya yang dirawat di rumah sakit setempat. Saksi mata melaporkan adanya suara dengungan keras sebelum ledakan.
Pemimpin Ansar Allah nama resmi kelompok Houthi di Yaman, Sayyed Abdul Malik al-Houthi, menekankan bahwa peningkatan serangan Houthi dipicu sikap apatis dan ketidakpedulian dari entitas resmi secara global dan di kalangan Arab dan Muslim terhadap genosida yang sedang berlangsung di Gaza.
Dalam pidatonya pada Kamis, Sayyed al-Houthi mencatat tidak adanya tindakan serius Arab dan Islam dalam mengatasi penderitaan kemanusiaan di Gaza. Ia menyoroti bahwa organisasi-organisasi tersebut tetap tidak aktif dan gagal memberikan tekanan meskipun ada kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan, dengan perang di Gaza yang terus berlanjut selama hampir 10 bulan.
Pemimpin Yaman menekankan bahwa pendudukan Israel dan Amerika Serikat terkejut dengan semangat juang dan kemampuan Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, untuk memulihkan kemampuan mereka, menegaskan bahwa ketabahan rakyat Palestina melebihi semua harapan. dan tetap kokoh meski mengalami penderitaan yang luar biasa.
Terkait dukungan Yaman, Sayyed al-Houthi menyinggung tingginya efektivitas operasi Angkatan Bersenjata Yaman di Laut Merah dan Laut Arab, Teluk Aden, dan Selat Bab al-Mandab.
Dia mengatakan bahwa jumlah kapal yang menjadi sasaran yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, dan Inggris mencapai 170, menambahkan bahwa operasi YAF dilakukan dengan 25 rudal balistik dan jelajah, drone, dan kapal angkatan laut.
Mengingat operasi ini, pemimpin Ansar Allah menyoroti pengurangan signifikan dalam navigasi kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan Inggris. “Begitu mereka lewat, mereka menjadi sasaran.”
Sayyed al-Houthi mengumumkan niat Sanaa untuk meningkatkan operasi di Samudera Hindia dan Laut Mediterania, dengan menegaskan bahwa wilayah tersebut sekarang berada di bawah kendali YAF. Dia juga berjanji akan meningkatkan dan mengintensifkan tindakan YAF.
Dia menegaskan kembali bahwa agresi Amerika, yang menargetkan Yaman dengan 13 serangan udara minggu ini, tidak mempengaruhi operasi YAF, juga tidak membatasi mereka, menjelaskan bahwa Amerika Serikat berusaha untuk melibatkan proksinya karena tekanan yang dihadapi sebagai akibat dari serangan udara tersebut. operasi Yaman.
Drone Houthi Tembus Tel Aviv, di Mana Pertahanan Udara Israel?
Kelompok Houthi mengeklaim drone dirancang khusus untuk menghindari radar Israel. [570] url asal
#houthi-serang-israel #houthi-bom-israel #drone-houthi-tembus-tel-aviv #tel-aviv-diserang #pertahanan-udara-israel
(Republika - News) 19/07/24 13:42
v/11306086/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Kelompok Houthi melancarkan serangan pesawat tak berawak (UAV) alias drone ke jantung Israel, Tel Aviv. Bagaimana serangan itu melewati pertahanan udara Israel yang diklaim sebagai yang paling canggih di dunia?
Laman berita Israel Ynet melansir, tidak ada sirine atau peringatan yang diaktifkan sebelum pesawat tak berawak itu meledak di Tel Aviv Jumat pagi. Serangan itu yang mengakibatkan kematian satu orang akibat luka pecahan peluru dan melukai setidaknya empat orang lainnya yang dirawat di rumah sakit setempat. Saksi mata melaporkan adanya suara dengungan keras sebelum ledakan.
Insiden ini menyoroti kegagalan signifikan sistem pertahanan udara IDF. Dalam tanggapan resmi mereka, militer mengakui pelanggaran tersebut. "Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan di Tel Aviv disebabkan oleh jatuhnya sasaran udara, dan tidak ada sirine yang diaktifkan. Insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh. Pasukan keamanan Israel saat ini sedang melakukan peninjauan menyeluruh. beroperasi di tempat kejadian," bunyi pernyataan itu. “IAF meningkatkan patroli udaranya untuk melindungi wilayah udara Israel. Tidak ada perubahan dalam pedoman pertahanan Komando Front Dalam Negeri.”
Tampaknya tidak ada radar IDF—baik di darat, di udara, atau di laut—yang mendeteksi pesawat tak berawak tersebut ketika mendekat. Hal ini membuat penduduk tidak waspada terhadap bahaya yang akan terjadi di dekat salah satu lokasi strategis Israel, hanya beberapa meter dari Kedutaan Besar AS di Tel Aviv. Pengawasan ini mencerminkan kelemahan keamanan yang parah pada saat semua sistem pertahanan udara seharusnya dalam keadaan siaga tinggi.
Kelompok Houthi di Yaman telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan Israel menghadapi ancaman tersebut jika terjadi perang habis-habisan, termasuk potensi konfrontasi dengan Hizbullah di Lebanon.
Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) yang dikendalikan kelompok Houthi pada Jumat mengumumkan keberhasilan serangan pesawat tak berawak yang menargetkan situs penting di Tel Aviv. Serangan itu sebagai kelanjutan dari operasi mereka untuk mendukung Gaza.
“Operasi tersebut dilakukan oleh drone Yafa yang baru dikembangkan,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree pada Jumat pagi. Nama drone ini diambil dari nama kota Palestina yang diduduki oleh "Israel" sebagai bagian dari Tel Aviv raya.
Menurutnya, UAV dirancang dengan tujuan khusus untuk menghindari radar musuh dan sistem intersepsi. Ia menekankan, drone mencapai targetnya dan mencapai tujuan operasionalnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman kini menganggap wilayah Tel Aviv sebagai zona serangan dan target utama operasi di masa depan.
Saree menyatakan niat YAF untuk terus fokus pada serangan strategis terhadap front internal pendudukan Israel, yang bertujuan untuk menjangkau jauh ke dalam wilayahnya. Selain itu, juru bicara tersebut mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman memiliki bank target di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk situs militer dan keamanan yang sensitif.
Saree bersumpah bahwa YAF akan melanjutkan operasi mereka terhadap sasaran-sasaran ini sebagai pembalasan atas kejahatan harian pendudukan dan pembantaian terhadap warga Palestina di Gaza.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menegaskan komitmen YAF untuk mendukung Perlawanan Gaza yang heroik, yang membela dunia Arab dan Islam, dan menegaskan bahwa operasi YAF akan terus berlanjut sampai agresi terhadap Gaza berhenti dan pengepungan terhadap rakyat Palestina di sana dicabut.
Koresponden Almayadeen mengumumkan sebelumnya bahwa sebuah pesawat tak berawak melanggar wilayah udara Israel dari laut dan menabrak sebuah bangunan di Jalan Shalom Aleichem di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Layanan darurat Israel melaporkan delapan orang terluka akibat pecahan peluru akibat ledakan tersebut, sementara media Israel melaporkan satu orang tewas. Menurut polisi, yang menguatkan informasi media Israel, jenazah tersebut ditemukan di sebuah gedung dekat ledakan dan menunjukkan tanda-tanda luka pecahan peluru.
Tel Aviv Diserang Drone Houthi, Sistem Pertahanan Israel Kebobolan Gara-gara Human Error
Houthi meluncurkan rudal balistik dan empat drone ke arah Israel. [260] url asal
#tel-aviv-diserang-drone #tel-aviv #serangan-drone #houthi-serang-israel #houthi-bom-israel #drone-hotuhi
(Republika - News) 19/07/24 13:02
v/11301121/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Sistem pertahanan Israel kebobolan. Sebuah drone menghantam gedung di Tel Aviv dan menewaskan satu orang. Drone itu tidak dapat dicegat meskipun teridentifikasi.
"Ini karena kesalahan manusia," tulis pernyataan Angkatan Udara Israel seperti dilansir kantor berita Haaretz, Jumat.
Menuru laporan Al Arabiya, serangan ke Israel diluncurkan oleh Houthi. Kelompok Houthi Yaman meluncurkan rudal balistik dan empat drone ke arah Israel.
Menurut laporan itu, pasukan AS yang melindungi Israel mencegat rudal balistik dan tiga drone. Sementara drone keempat meledak di Tel Aviv di Israel tengah.
Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai mengatakan di media sosial bahwa kotanya dalam keadaan siaga tinggi menyusul serangan pesawat tak berawak pada Jumat pagi. Serangan menewaskan satu orang dan melukai sejumlah orang lainnya.
Penduduk kaget
Penduduk di lingkungan pusat Tel Aviv yang diguncang oleh serangan pesawat tak berawak pada Jumat dini hari menceritakan apa yang mereka alami.
“Seluruh bangunan berguncang,” kata Alon, warga setempat.
“Jendela tetangga saya pecah jadi saya yakin ada sesuatu yang menimpa bangunan itu. Baru ketika saya keluar, saya menyadari ada beberapa bangunan yang rusak.”
Roey Klein, seorang paramedis gawat darurat di Magen David Adom termasuk orang pertama yang tiba di lokasi kejadian. “Saya berada di dalam ambulans dan sudah terjadi keributan yang cukup besar di sana. Saya merawat dua orang yang terluka di jalan dan dua orang lainnya yang berada di rumah saat itu," tuturnya,
"Tak lama kemudian, kami menemukan korban jiwa di salah satu lantai paling atas rumah. sebuah gedung yang berdekatan. Dia berada di tempat tidur dan ada kerusakan akibat pecahan peluru di mana-mana di apartemennya."
Darurat! Generator Rumah Sakit Dibom Israel, Pasien-Pasien Gaza di Ambang Bencana
Ini berarti kematian yang pasti bagi pasien yang sakit dan terluka. [283] url asal
#generator-rumah-sakit-dibom-israel #rumah-sakit-tak-berfungsi #rumah-sakit-di-gaza #israel-serang-rumah-sakit #rumah-sakit-dibom-israel #israel-bom-rumah-sakit #rumah-sakit-gaza-butuh-rumah-sakit #pas
(Republika - Khazanah) 17/07/24 17:48
v/11088283/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengirimkan seruan darurat kepada masyarakat internasional mengenai kondisi generator rumah sakit yang rusak karena beberapa diantaranya dibom Israel.
Dalam keterangannya kepada Republika, Rabu (17/7/2024), Kementerian Kesehatan mengeluarkan seruan tersebut khususnya kepada semua negara Arab, Islam dan negara sahabat untuk menyelamatkan sistem kesehatan di Gaza.
"Dan memberikan dukungan serta membeli sejumlah generator yang diperlukan untuk memastikan berfungsinya rumah sakit,"ujar Kementerian Kesehatan dalam pernyataannya.
Selama sekitar sembilan bulan, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengandalkan generator diesel untuk memasok energi listrik yang diperlukan rumah sakit. Generator-generator ini beroperasi sepanjang waktu tanpa henti. Banyak dari generator tersebut mengalami kerusakan teknis yang sulit untuk diperbaiki. Beberapa dari generator itu telah dihancurkan dan dibom secara langsung oleh penjajah Zionis Israel.
"Kami memperkirakan sejumlah generator utama tidak akan beroperasi selama periode mendatang sebagai akibat dari pencegahan masuknya suku cadang yang diperlukan untuk pekerjaan pemeliharaan preventif dan berkala untuk memastikan kelangsungan operasi generator. Hal ini berarti kematian yang pasti bagi pasien yang sakit dan terluka serta penghentian layanan kesehatan,"ujar dia.
Tentara penjajah berusaha membuat sistem kesehatan tidak berfungsi dengan menghancurkan semua generator listrik di Kompleks Shifa, Kompleks Nasser, Rumah Sakit Indonesia, dan yang terbaru, menghancurkan generator Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
Baru-baru ini, salah satu generator utama yang paling penting di Rumah Sakit Al-Aqsa rusak, dan rumah sakit beroperasi dengan satu generator tanpa henti. Kementerian Kesehatan menyatakan, hal tersebut berarti bencana akan segera terjadi dan rumah sakit akan benar-benar tidak beroperasi.
Kementerian Kesehatan telah berusaha sejak awal perang dengan Palang Merah untuk bekerja sama dalam memasok dan membeli generator, tetapi tidak berhasil. Organisasi tersebut menegaskan bahwa larangan itu datang atas keputusan penjajah.