#30 tag 24jam
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Agar Bebas Hutang, Apa Saja?
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Simak penjelasan selengkapnya di sini. Halaman all [763] url asal
#pendidikan-anak #kemenkeu #dana-pendidikan-anak #biaya-pendidikan-anak #tips-menyiapkan-dana-pendidikan-anak #tips-mengumpulkan-dana-pendidikan-anak #cara-menabung-pendidikan-anak
(Kompas.com - Money) 08/08/24 20:10
v/13820514/
KOMPAS.com - Memberikan pendidikan terbaik setinggi-tingginya kepada buah hati menjadi keinginan setiap orang tua. Agar keinginan tersebut bisa terealisasikan, sebagai orang tua bisa mempersiapkan dana pendidikan sejak anak masih kecil.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, biaya pendidikan tak akan menjadi beban bagi orang tua sehingga terbebas dari hutang di kemudian hari.
Seperti diketahui, inflasi yang terjadi terus membuat biaya pendidikan terus mengalami kenaikan.
Untuk itu, Anda harus benar-benar memperhatikan dana pendidikan agar si Kecil bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal untuk masa depannya kelak.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak. Apa saja?
Tips menyiapkan dana pendidikan untuk anak
Setidaknya ada enam tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan anak, dari perencanaan hingga eksekusinya. Penjelasan detailnya sebagai berikut:
1. Menentukan jenjang pendidikan yang ingin disiapkan pendanaannya
Setiap keluarga mempunyai prioritas pendidikan masing-masing. Dalam hal ini, Anda harus benar-benar detail dalam mengidentifikasi jenjang pendidikan yang akan diberikan kepada anak, seperti memilih sekolah negeri atau swasta.
Saat memutuskan menyekolahkan anak jenjang SD sampai SMA di sekolah negeri, maka penyiapan dana pendidikan bisa berfokus pada biaya universitas buah hati nantinya.
Meski begitu, Anda tetap harus menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah ini, sehingga saat terjadi hambatan bisa ada alternatif penggantinya.
2. Mengumpulkan data biaya pendidikan
Saat sudah menentukan sekolah tujuan, Anda bisa mengumpulkan data mengenai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut.
Hal ini bisa meliputi biaya SPP setiap bulan, uang pangkal, uang kegiatan, uang buku, seragam, dan lainnya.
Bagi orang tua yang secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anaknya, maka juga harus melakukan identifikasi minat dan bakat sejak dini, agar dapat mempersiapkan dana tambahan untuk pengembangannya lebih optimal.
3. Memperhatikan inflasi biaya pendidikan
Menurut Data Biro Pusat Statistik untuk inflasi bulan Juni 2024, kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dituliskan bahwa inflasi biaya pendidikan jauh lebih besar dibanding data inflasi dari BPS tersebut.
Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak, Anda tetap harus memperhatikan inflasi biaya pendidikan yang terjadi. Anda dapat memperhitungkan inflasi pendidikan berdasarkan waktu mulai pendidikan anak.
Inflasi membuat biaya pendidikan bisa berubah, sehingga perhitungkan betul agar dana pendidikan bisa terkumpul dalam jumlah cukup dan tak membebani keuangan di kemudian hari.
4. Memilih cara mengumpulkan dana
Setelah melakukan perencanaan dan mengumpulkan data yang cukup, Anda dapat menentukan cara mengumpulkan dana pendidikan tersebut.
Anda bisa menabung setiap bulan atau memilih menaruh uang pendidikan dalam bentuk investasi ke produk tertentu.
Saat ini, tersedia banyak tabungan pendidikan anak yang ditawarkan. Pilih tabungan anak yang paling aman dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
Sementara itu, bagi yang memilih investasi untuk menyimpan dana pendidikan anak, pilih instrumen yang aman dan berisiko paling kecil, serta memiliki tingkat imbal hasil yang sesuai dengan target biaya pendidikan anak masing-masing.
5. Mulai menyisihkan dana dan evaluasi
Anda harus berkomitmen menjalankan seluruh perencanaan dana pendidikan yang sudah dibuat. Agar dana pendidikan anak yang diinginkan tercapai, Anda harus tetap fokus dan disiplin mengalokasikan penghasilan yang diperoleh.
Selalu sisihkan dana pendidikan di awal saat Anda mendapatkan pemasukan, bukan sisakan dari pemasukan yang diperoleh.
Kegiatan persiapan dana pendidikan ini juga harus dievaluasi secara rutin. Saat ada deviasi dari perencanaan, Anda bisa melakukan review dan penyesuaian, sehingga target awal dana pendidikan yang telah direncanakan tetap dapat tercapai tepat waktu.
Sementara itu, bagi Anda yang memilih menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk investasi, dapat mengevaluasi terhadap imbal hasil yang diterima. Saat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, maka lakukan penggantian instrumen investasi.
Saat kondisi perekonomian memang menurun sehingga semua jenis instrumen investasi tidak mencapai target, Anda bisa mempertimbangkan untuk menambah jumlah dana yang disisihkan.
Namun, ketika dana bulanan tidak bisa ditambah lagi, Anda bisa menyisihkan bonus tahunan untuk menambah dana pendidikan anak.
Dengan perencanaan yang matang dan melakukan evaluasi berkala, Anda bisa menghindari jebakan hutang saat anak memulai sekolah.
Demikian ulasan mengenai beberapa tips menyiapkan dana pendidikan anak. Selamat mencoba!
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Agar Bebas Hutang, Apa Saja? Halaman all
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Simak penjelasan selengkapnya di sini. Halaman all [763] url asal
#pendidikan-anak #kemenkeu #dana-pendidikan-anak #biaya-pendidikan-anak #tips-menyiapkan-dana-pendidikan-anak #tips-mengumpulkan-dana-pendidikan-anak #cara-menabung-pendidikan-anak
(Kompas.com) 08/08/24 20:10
v/13820418/
KOMPAS.com - Memberikan pendidikan terbaik setinggi-tingginya kepada buah hati menjadi keinginan setiap orang tua. Agar keinginan tersebut bisa terealisasikan, sebagai orang tua bisa mempersiapkan dana pendidikan sejak anak masih kecil.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, biaya pendidikan tak akan menjadi beban bagi orang tua sehingga terbebas dari hutang di kemudian hari.
Seperti diketahui, inflasi yang terjadi terus membuat biaya pendidikan terus mengalami kenaikan.
Untuk itu, Anda harus benar-benar memperhatikan dana pendidikan agar si Kecil bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal untuk masa depannya kelak.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak. Apa saja?
Tips menyiapkan dana pendidikan untuk anak
Setidaknya ada enam tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan anak, dari perencanaan hingga eksekusinya. Penjelasan detailnya sebagai berikut:
1. Menentukan jenjang pendidikan yang ingin disiapkan pendanaannya
Setiap keluarga mempunyai prioritas pendidikan masing-masing. Dalam hal ini, Anda harus benar-benar detail dalam mengidentifikasi jenjang pendidikan yang akan diberikan kepada anak, seperti memilih sekolah negeri atau swasta.
Saat memutuskan menyekolahkan anak jenjang SD sampai SMA di sekolah negeri, maka penyiapan dana pendidikan bisa berfokus pada biaya universitas buah hati nantinya.
Meski begitu, Anda tetap harus menyiapkan beberapa rencana cadangan untuk pilihan sekolah ini, sehingga saat terjadi hambatan bisa ada alternatif penggantinya.
2. Mengumpulkan data biaya pendidikan
Saat sudah menentukan sekolah tujuan, Anda bisa mengumpulkan data mengenai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sekolah tersebut.
Hal ini bisa meliputi biaya SPP setiap bulan, uang pangkal, uang kegiatan, uang buku, seragam, dan lainnya.
Bagi orang tua yang secara khusus ingin mengembangkan minat dan bakat anaknya, maka juga harus melakukan identifikasi minat dan bakat sejak dini, agar dapat mempersiapkan dana tambahan untuk pengembangannya lebih optimal.
3. Memperhatikan inflasi biaya pendidikan
Menurut Data Biro Pusat Statistik untuk inflasi bulan Juni 2024, kelompok pendidikan mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dituliskan bahwa inflasi biaya pendidikan jauh lebih besar dibanding data inflasi dari BPS tersebut.
Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak, Anda tetap harus memperhatikan inflasi biaya pendidikan yang terjadi. Anda dapat memperhitungkan inflasi pendidikan berdasarkan waktu mulai pendidikan anak.
Inflasi membuat biaya pendidikan bisa berubah, sehingga perhitungkan betul agar dana pendidikan bisa terkumpul dalam jumlah cukup dan tak membebani keuangan di kemudian hari.
4. Memilih cara mengumpulkan dana
Setelah melakukan perencanaan dan mengumpulkan data yang cukup, Anda dapat menentukan cara mengumpulkan dana pendidikan tersebut.
Anda bisa menabung setiap bulan atau memilih menaruh uang pendidikan dalam bentuk investasi ke produk tertentu.
Saat ini, tersedia banyak tabungan pendidikan anak yang ditawarkan. Pilih tabungan anak yang paling aman dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
Sementara itu, bagi yang memilih investasi untuk menyimpan dana pendidikan anak, pilih instrumen yang aman dan berisiko paling kecil, serta memiliki tingkat imbal hasil yang sesuai dengan target biaya pendidikan anak masing-masing.
5. Mulai menyisihkan dana dan evaluasi
Anda harus berkomitmen menjalankan seluruh perencanaan dana pendidikan yang sudah dibuat. Agar dana pendidikan anak yang diinginkan tercapai, Anda harus tetap fokus dan disiplin mengalokasikan penghasilan yang diperoleh.
Selalu sisihkan dana pendidikan di awal saat Anda mendapatkan pemasukan, bukan sisakan dari pemasukan yang diperoleh.
Kegiatan persiapan dana pendidikan ini juga harus dievaluasi secara rutin. Saat ada deviasi dari perencanaan, Anda bisa melakukan review dan penyesuaian, sehingga target awal dana pendidikan yang telah direncanakan tetap dapat tercapai tepat waktu.
Sementara itu, bagi Anda yang memilih menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk investasi, dapat mengevaluasi terhadap imbal hasil yang diterima. Saat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, maka lakukan penggantian instrumen investasi.
Saat kondisi perekonomian memang menurun sehingga semua jenis instrumen investasi tidak mencapai target, Anda bisa mempertimbangkan untuk menambah jumlah dana yang disisihkan.
Namun, ketika dana bulanan tidak bisa ditambah lagi, Anda bisa menyisihkan bonus tahunan untuk menambah dana pendidikan anak.
Dengan perencanaan yang matang dan melakukan evaluasi berkala, Anda bisa menghindari jebakan hutang saat anak memulai sekolah.
Demikian ulasan mengenai beberapa tips menyiapkan dana pendidikan anak. Selamat mencoba!
Keunggulan Investasi Reksa Dana untuk Persiapan Dana Pendidikan Anak
Reksa dana dapat menjadi pilihan investasi yang tepat untuk persiapan dana pendidikan anak. Halaman all [722] url asal
#reksa-dana #reksa-dana-saham #reksa-dana-pasar-uang #pendidikan-anak #dana-pendidikan-anak #biaya-pendidikan-anak
(Kompas.com) 19/07/24 13:04
v/11324139/
JAKARTA, KOMPAS.com -Reksa dana dapat menjadi pilihan investasi yang tepat untuk persiapan dana pendidikan anak.
Pasalnya, biaya pendidikan anak disebut sebagai biaya termahal kedua setelah kesehatan yang perlu dipersiapkan sebuah keluarga. Belum lagi, biaya pendidikan juga terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Direktur PT Bahana TCW Investment Management Danica Adhitama mengatakan para orang tua membutuhkan strategi khusus dalam mempersiapkan dana pendidikan. Salah satu pilihan paling rasional adalah mempersiapkan skema investasi yang tepat sejak dini.
SHUTTERSTOCK/KINGN Ilustrasi reksa dana, reksadana.Ia menambahkan, investasi pendidikan merupakan langkah penting untuk melakukan penyesuaian produk, jumlah dana, dan tujuan pendidikan di masa depan.
Untuk mengatasi tingkat kenaikan biaya pendidikan, para orang tua perlu secara teratur menyisihkan dana investasinya dalam jangka waktu tertentu.
Misalnya dengan mengalokasikan sebagian pendapatan setiap bulan, orang tua dapat memastikan, mereka memiliki dana yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka dengan tenang dan efisien.
Menurut Danica, reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang ideal untuk mempersiapkan dana pendidikan. Hal ini karena reksa dana menawarkan berbagai jenis dengan karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor.
Ada beberapa macam reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan.
Pixabay/Nattanan Kanchanaprat Ilustrasi investasi. SBN. Apa itu SBN. Surat Berharga Negara.Berikut ini adalah 4 jenis reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.
1. Reksa dana pasar uang
Reksa dana pasar uang cocok untuk investor yang menginginkan investasi dengan risiko rendah. Reksa dana ini memang memiliki rata-rata imbal hasil historis relatif lebih rendah dibanding jenis reksa dana yang lain, yaitu dengan potensi return sebesar 5 hingga 6 persen.
Namun, tingkat risiko dan jangka waktu yang relatif lebih pendek, reksa dana ini cocok untuk mempertahankan nilai investasi dari gerusan inflasi.
2. Reksa dana pendapatan tetap
Reksa dana jenis ini menawarkan expected return relative sedikit lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki return di kisaran 7 hingga 10 persen. Tingkat imbal hasil (return) ini terbilang cukup aman karena lebih tinggi dari tingkat inflasi pada umumnya.
Pada reksa dana pendapatan tetap, investor akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditempatkan dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporat.
Meski lebih aman dan relatif lebih stabil, investor disarankan untuk menempatkan dananya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun untuk meminimalisir risiko fluktuasi pasar.
3. Reksa dana campuran
Reksa dana ini dianggap cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah panjang atau 3 sampai 5 tahun atau lebih.
Reksa dana campuran adalah investasi yang menempatkan dana kelolaannya di berbagai macam efek, antara lain ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).
Penempatan dana di efek yang bervariasi ini membuat investor lebih fleksibel, terdiversifikasi optimal, dan risikonya lebih rendah dibandingkan reksa dana saham.
SHUTTERSTOCK/TECH_BG Ilustrasi investasi.Reksa dana ini cocok dilakukan dengan jangka waktu panjang karena menawarkan estimasi tingkat pengembalian hingga 10 persen setiap tahunnya.
4. Reksa dana saham
Jenis reksa dana ini cocok untuk profil investor yang agresif karena menawarkan potensi tingkat pengembalian keuntungan yang lebih tinggi dibanding reksa dana jenis lainnya.
Akan tetapi, sesuai dengan pepatah high risk high return, reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula dibanding reksa dana jenis lain. Hal ini lebih dikarenakan dana investasi akan dialokasikan pada pasar saham yang terkenal lebih fluktuatif dan sensitive terhadap sentimen.
Untuk memaksimalkan tingkat keuntungan, banyak pihak menyarankan untuk melakukan investasi di reksa dana ini dalam jangka waktu panjang.
Keunggulan Investasi Reksa Dana untuk Persiapan Dana Pendidikan Anak
Reksa dana dapat menjadi pilihan investasi yang tepat untuk persiapan dana pendidikan anak. Halaman all [722] url asal
#reksa-dana #reksa-dana-saham #reksa-dana-pasar-uang #pendidikan-anak #dana-pendidikan-anak #biaya-pendidikan-anak
(Kompas.com) 19/07/24 13:04
v/11321691/
JAKARTA, KOMPAS.com -Reksa dana dapat menjadi pilihan investasi yang tepat untuk persiapan dana pendidikan anak.
Pasalnya, biaya pendidikan anak disebut sebagai biaya termahal kedua setelah kesehatan yang perlu dipersiapkan sebuah keluarga. Belum lagi, biaya pendidikan juga terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Direktur PT Bahana TCW Investment Management Danica Adhitama mengatakan para orang tua membutuhkan strategi khusus dalam mempersiapkan dana pendidikan. Salah satu pilihan paling rasional adalah mempersiapkan skema investasi yang tepat sejak dini.
SHUTTERSTOCK/KINGN Ilustrasi reksa dana, reksadana.Ia menambahkan, investasi pendidikan merupakan langkah penting untuk melakukan penyesuaian produk, jumlah dana, dan tujuan pendidikan di masa depan.
Untuk mengatasi tingkat kenaikan biaya pendidikan, para orang tua perlu secara teratur menyisihkan dana investasinya dalam jangka waktu tertentu.
Misalnya dengan mengalokasikan sebagian pendapatan setiap bulan, orang tua dapat memastikan, mereka memiliki dana yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka dengan tenang dan efisien.
Menurut Danica, reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang ideal untuk mempersiapkan dana pendidikan. Hal ini karena reksa dana menawarkan berbagai jenis dengan karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor.
Ada beberapa macam reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan.
Pixabay/Nattanan Kanchanaprat Ilustrasi investasi. SBN. Apa itu SBN. Surat Berharga Negara.Berikut ini adalah 4 jenis reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.
1. Reksa dana pasar uang
Reksa dana pasar uang cocok untuk investor yang menginginkan investasi dengan risiko rendah. Reksa dana ini memang memiliki rata-rata imbal hasil historis relatif lebih rendah dibanding jenis reksa dana yang lain, yaitu dengan potensi return sebesar 5 hingga 6 persen.
Namun, tingkat risiko dan jangka waktu yang relatif lebih pendek, reksa dana ini cocok untuk mempertahankan nilai investasi dari gerusan inflasi.
2. Reksa dana pendapatan tetap
Reksa dana jenis ini menawarkan expected return relative sedikit lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki return di kisaran 7 hingga 10 persen. Tingkat imbal hasil (return) ini terbilang cukup aman karena lebih tinggi dari tingkat inflasi pada umumnya.
Pada reksa dana pendapatan tetap, investor akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditempatkan dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporat.
Meski lebih aman dan relatif lebih stabil, investor disarankan untuk menempatkan dananya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun untuk meminimalisir risiko fluktuasi pasar.
3. Reksa dana campuran
Reksa dana ini dianggap cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah panjang atau 3 sampai 5 tahun atau lebih.
Reksa dana campuran adalah investasi yang menempatkan dana kelolaannya di berbagai macam efek, antara lain ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).
Penempatan dana di efek yang bervariasi ini membuat investor lebih fleksibel, terdiversifikasi optimal, dan risikonya lebih rendah dibandingkan reksa dana saham.
SHUTTERSTOCK/TECH_BG Ilustrasi investasi.Reksa dana ini cocok dilakukan dengan jangka waktu panjang karena menawarkan estimasi tingkat pengembalian hingga 10 persen setiap tahunnya.
4. Reksa dana saham
Jenis reksa dana ini cocok untuk profil investor yang agresif karena menawarkan potensi tingkat pengembalian keuntungan yang lebih tinggi dibanding reksa dana jenis lainnya.
Akan tetapi, sesuai dengan pepatah high risk high return, reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula dibanding reksa dana jenis lain. Hal ini lebih dikarenakan dana investasi akan dialokasikan pada pasar saham yang terkenal lebih fluktuatif dan sensitive terhadap sentimen.
Untuk memaksimalkan tingkat keuntungan, banyak pihak menyarankan untuk melakukan investasi di reksa dana ini dalam jangka waktu panjang.
Pernyataan M Nuh Dinilai Ngawur, JPPI: Masak Dana Pendidikan Diambil untuk Dana Desa?
Alokasi dana itu menunjukkan bahwa tata kelola dana pendidikan yang mencapai Rp 665 triliun pada 2024 masih kacau. Halaman all [501] url asal
#bantuan-dana-pendidikan #dana-pendidikan-anak #dana-pendidikan-untuk-dana-desa #muhammad-nuh
(Kompas.com) 07/07/24 16:08
v/9979945/
JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut, alokasi anggaran pendidikan senilai lebih dari Rp 346 triliun untuk transfer daerah dan dana desa ngawur.
Informasi itu sebelumnya diungkap mantan Menteri Pendidikan Nasional peridoe 2009-2014 Muhammad Nuh dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Kerja (panja) Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR RI.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji mengatakan, alokasi dana itu menunjukkan bahwa tata kelola dana pendidikan yang mencapai Rp 665 triliun pada 2024 masih kacau.
“Itu ngawur ya, jadi Rp 665 triliun itu kenapa soal akses enggak tercapai, soal mutu kita juga masih buruk, ternyata anggaran pendidikan kita yang 665 triliun itu masih kacau balau, ya kan, diambil oleh untuk dana desa,” kata Ubaid saat ditemui di Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2024).
Ubaid mengatakan, selain untuk dana desa, anggaran pendidikan juga banyak yang dialokasikan ke sekolah-sekolah kedinasan. Sekolah itu berada di bawah naungan kementerian/lembaga.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut tidak tepat sasaran.
“Sangat enggak relevan. Masa dana pendidikan diambil dana desa. Dana pendidikan diambil sekolah kedinasan,” protes Ubaid.
Ubaid menuturkan, Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) melarang 20 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) digunakan untuk keperluan di luar pendidikan.
Pasal 49 Undang-Undang Sisdiknas menyatakan, alokasi 20 persen dana dari APBN yang menjadi anggaran pendidikan harus fokus digunakan untuk meningkatkan akses, peningkatan mutu di sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
“Kenapa ada banyak sekolah-sekolah kedinasan yang ambil ceruk di situ? Itu enggak boleh, dilarang itu di dalam UU Sisdiknas,” tutur Ubaid.
Sebelumnya, melansir Kompas.id, dalam rapat dengar pendapat, Muhammad Nuh meminta DPR RI dan pemerintah tidak hanya mengevaluasi fungsi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN.
Semua pihak seharusnya memantau bagaimana anggaran itu dialokasikan dan pelaksanaannya sampai detail.
Menurut Nuh, kurangnya dana pendidikan dari pemerintah mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari uang kuliah tunggal (UKT) yang melonjak hingga sekolah rusak tak kunjung diperbaiki.
Nuh juga mempertanyakan alokasi dana pendidikan untuk dana desa.
“Isinya apa? Lurah mengurusi apa di pendidikan itu? Kita tidak bisa berharap argumen politik, tetapi butuh secara jujur dan hati nurani apakah transfer ke daerah dan dana desa (tahun 2024 lebih dari Rp 346 triliun atau sekitar 52 persen dari total anggaran fungsi pendidikan) memang untuk pendidikan?” kata Nuh di DPR RI, Selasa (2/7/2024).
“Kalau secara formal dilegalkan dan penggunaan tidak benar, ini perlu bertobat,” lanjut Nuh.